Gunaceta adalah obat penurun demam dan pereda nyeri dalam bentuk kaplet yang mengandung paracetamol. Obat ini digunakan untuk menurunkan demam dan meredakan berbagai keluhan nyeri ringan hingga sedang, mulai dari sakit kepala, nyeri otot, sakit gigi, hingga nyeri haid.
Paracetamol dalam Gunaceta bekerja langsung pada pusat pengaturan suhu tubuh dan rasa nyeri yang terletak di sistem saraf pusat. Cara ini bisa meredakan demam dalam sekitar 30 menit dan mengurangi nyeri dalam waktu kurang dari 1 jam.

Produk Gunaceta
Gunaceta hadir dalam dua varian sediaan, yaitu:
- Gunaceta 500 mg Kaplet, yang mengandung 500 mg paracetamol per kaplet
- Gunaceta 650 mg Kaplet, yang mengandung 650 mg paracetamol per kaplet
Gunaceta dapat diperoleh tanpa resep dokter.
Apa Itu Gunaceta
| Bahan aktif | Paracetamol |
| Golongan | Obat bebas |
| Kategori | Analgetik-antipiretik |
| Manfaat | Meredakan nyeri ringan hingga sedang, termasuk sakit gigi dan sakit kepala |
| Menurunkan demam | |
| Digunakan oleh | Dewasa dan anak usia ≥12 tahun |
| Gunaceta untuk ibu hamil | Kategori B: Studi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko paracetamol terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. |
| Obat ini umumnya aman untuk digunakan selama hamil. Namun, sebaiknya tetap konsultasikan kepada dokter mengenai dosis yang tepat untuk ibu hamil. | |
| Gunaceta untuk ibu menyusui | Produk paracetamol sediaan kaplet, seperti Gunaceta, aman digunakan oleh ibu menyusui selama sesuai dengan aturan pakai produk maupun anjuran dokter. |
| Bentuk obat | Kaplet |
Peringatan sebelum Menggunakan Gunaceta
Gunaceta tidak boleh digunakan secara sembarangan. Penting bagi Anda untuk memperhatikan hal-hal berikut sebelum menggunakannya:
- Jangan menggunakan Gunaceta jika Anda alergi terhadap paracetamol. Apabila ragu, beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang dimiliki sebelum menggunakan obat ini.
- Hindari penggunaan obat berbahan aktif paracetamol jika Anda sedang gangguan fungsi hati yang berat, seperti gagal hati. Pastikan Anda berkonsultasi ke dokter sebelum menggunakan Gunaceta jika sedang menderita penyakit liver.
- Berkonsultasilah ke dokter sebelum menggunakan Gunaceta jika sedang menderita penyakit infeksi yang berat, malnutrisi kronis, anemia hemolitik, penyakit ginjal, atau defisiensi G6PD.
- Konsultasikan ke dokter perihal penggunaan Gunaceta jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal. Tujuannya adalah untuk menghindari interaksi antarobat.
- Bicarakan terlebih dahulu dengan dokter mengenai penggunaan Gunaceta jika Anda sering mengonsumsi minuman beralkohol atau sedang mengalami kecanduan alkohol.
- Jangan mengonsumsi minuman beralkohol selama menggunakan produk paracetamol agar tidak terjadi kerusakan hati.
- Beri tahu dokter bahwa Anda sedang menggunakan Gunaceta jika direncanakan untuk menjalani operasi, termasuk operasi gigi.
- Segera ke dokter jika timbul reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah mengonsumsi Gunaceta.
Dosis dan Aturan Pakai Gunaceta
Berikut adalah dosis Gunaceta berdasarkan varian obatnya:
Gunaceta 500 mg Kaplet
- Dewasa dan anak usia >12 tahun: 1–2 kaplet, 3–4 kali sehari. Maksimal 8 kaplet per hari.
- Anak usia 7–12 tahun: ½ kaplet, 3–4 kali sehari. Maksimal 2 kaplet per hari.
Gunaceta 650 mg Kaplet
- Dewasa dan anak usia >12 tahun: 1 kaplet, 3–4 kali sehari. Dosis tidak boleh melebihi 4.000 mg per hari.
Cara Menggunakan Gunaceta dengan Benar
Gunakanlah Gunaceta sesuai petunjuk pada kemasan obat, atau ikuti anjuran dokter. Jangan menggunakan Gunaceta melebihi dosis yang dianjurkan atau menggunakannya bersama obat lain yang juga mengandung paracetamol.
Berikut adalah cara menggunakan Gunaceta yang benar:
- Gunaceta dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.
- Telan kaplet Gunaceta dengan air putih.
- Jangan menggunakan Gunaceta dalam waktu yang lama. Penggunaan obat ini bisa segera dihentikan begitu demam atau nyeri mereda.
- Hubungi dokter jika demam belum membaik setelah 3 hari atau nyeri belum mereda setelah 7 hari menggunakan Gunaceta. Untuk mendapat penanganan awal yang cepat, berkonsultasilah melalui layanan Chat Bersama Dokter.
- Simpan Gunaceta di tempat bersuhu ruangan. Jangan menyimpannya di tempat yang lembap atau panas. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
- Jangan gunakan Gunaceta yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa.
Interaksi Gunaceta dengan Obat Lain
Interaksi obat dapat terjadi jika obat yang berbahan aktif paracetamol, seperti Gunaceta, digunakan bersamaan dengan obat lain. Efek yang mungkin timbul antara lain:
- Penurunan efektivitas paracetamol jika digunakan dengan cholestyramine
- Penurunan efektivitas obat lamotrigine dalam mencegah kejang
- Peningkatan risiko terjadinya kerusakan hati jika digunakan dengan obat golongan barbiturat, seperti phenobarbital
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping paracetamol jika digunakan bersama metoclopramide, domperidone, probenecid, atau isoniazid
- Peningkatan kadar chloramphenicol atau busulfan di dalam darah sehingga meningkatkan risiko terjadinya efek samping
Demi menghindari efek interaksi yang tidak diinginkan, berkonsultasilah ke dokter jika hendak menggunakan obat lain bersama Gunaceta.
Efek Samping dan Bahaya Gunaceta
Konsumsi Gunaceta secara berlebihan dan dalam waktu yang lama dapat menyebabkan kerusakan hati. Segera temui dokter jika timbul reaksi alergi, atau gejala gangguan fungsi hati, seperti:
- Muntah-muntah
- Sakit di perut bagian kanan atas
- Lemas, tidak berselera makan
- Penyakit kuning
- Urine berwarna gelap
- Tinja berwarna pucat atau keabu-abuan seperti dempul
Kini Anda dapat membuat janji dengan dokter secara lebih praktis. Fitur Buat Janji di aplikasi ALODOKTER memudahkan Anda untuk melihat jadwal praktik, membaca ulasan pasien, dan memesan janji temu hanya dalam beberapa langkah.
Jika Anda membutuhkan saran medis awal sebelum ke fasilitas kesehatan, Anda dapat memanfaatkan layanan Chat Bersama Dokter. Dengan layanan ini, Anda bisa berkonsultasi langsung dengan dokter untuk mengetahui langkah penanganan yang tepat.