Penting bagi kita untuk mengetahui manfaat dan bahaya ikan mujair bagi kesehatan. Pasalnya, ikan mujair adalah salah satu ikan air tawar yang banyak dibudidayakan dan dikonsumsi di Indonesia.

Banyak orang menyukai ikan mujair karena rasanya yang tidak terlalu amis dan harganya yang relatif terjangkau. Ikan mujair juga mengandung banyak nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan dan merupakan salah satu ikan yang rendah akan senyawa merkuri.

Ini Manfaat dan Bahaya Ikan Mujair yang Perlu Anda Ketahui - Alodokter

Kendati memiliki nutrisi yang baik, konsumsi ikan mujair belakangan ini dikhawatirkan dapat membahayakan kesehatan. Sebelum mengonsumsinya, ada baiknya kita memahami manfaat dan bahaya ikan mujair terlebih dahulu. Berikut adalah penjelasan lengkapnya:

Manfaat Ikan Mujair

Manfaat ikan mujair bisa Anda dapatkan dari berbagai nutrisi yang terkandung di dalamnya. Dalam 1 ekor ikan mujair, terdapat sekitar 128 kalori. Selain itu, ikan mujair juga mengandung nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan. Berikut ini adalah beberapa nutrisi dalam ikan mujair dan manfaatnya untuk kesehatan:

Protein

Ikan mujair adalah salah satu sumber protein yang sangat baik, bahkan tidak kalah dengan salmon maupun tuna. Dalam 1 ekor ikan mujair, terdapat sekitar 26 gram protein. Kandungan protein yang tinggi dalam ikan ini bermanfaat untuk:

  • Sumber energi
  • Menjaga berat badan normal
  • Menjaga kesehatan tulang
  • Meningkatkan massa dan kekuatan otot

Selenium

Selain protein, ikan mujair juga mengandung selenium yang tinggi. Bahkan, konsumsi satu ekor ikan mujair dapat memenuhi 78% kebutuhan selenium harian tubuh. Selenium yang terkandung dalam ikan mujair bermanfaat untuk:

  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
  • Menjaga fungsi kelenjar tiroid
  • Mengurangi risiko penyakit kanker
  • Mengurangi risiko penyakit jantung

Membahas Kabar Bahaya Ikan Mujair terkait Kandungan Lemaknya

Ikan mujair juga mengandung asam lemak omega-3 dan omega-6 (lemak tak jenuh). Namun, kandungan asam lemak omega-6 dalam ikan mujair lebih tinggi daripada kandungan omega-3-nya.

Ketidakseimbangan kadar kedua asam lemak inilah yang menjadi salah satu penyebab munculnya perdebatan bahwa ikan mujair dapat membahayakan kesehatan.

Kandungan omega-3 dalam ikan mujair sudah dikenal dapat membawa banyak manfaat bagi kesehatan, antara lain:

  • Menjaga kesehatan jantung
  • Menjaga kesehatan mental
  • Mengurangi perlemakan hati
  • Melawan peradangan.

Di lain sisi, asam lemak omega-6 dianggap kurang sehat jika dibandingkan dengan omega-3. Hal ini karena mengonsumsi asam lemak omega-6 secara berlebihan yang tidak diimbangi dengan omega-3 yang cukup dikatakan dapat meningkatkan risiko terjadinya peradangan yang memicu penyakit kronis, seperti penyakit jantung.

Namun, kenyataannya tidak begitu, kandungan omega-6 juga memainkan peran penting dalam tubuh, seperti:

  • Menyediakan energi untuk menjalankan aktivitas sehari-hari
  • Menurunkan kolesterol jahat dalam darah
  • Membantu menjaga kadar gula darah normal

Selain itu, kandungan omega-3 dalam ikan mujair masih lebih tinggi jika dibandingkan dengan kandungan omega-3 pada daging ayam dan sapi. Ditambah lagi, ikan mujair mengandung sangat sedikit lemak jenuh.

Jadi, langkah yang perlu diambil bukanlah menghindari asam lemak omega-6, melainkan menambah asupan asam lemak omega-3. Anda bisa melengkapi konsumsi ikan mujair dengan jenis makanan lain yang kaya akan omega-3, seperti almond dan chia seed.

Dengan demikian, terlepas dari fakta bahwa ikan mujair mengandung omega-6 yang lebih tinggi dari omega-3-nya, ikan ini masih merupakan sumber nutrisi yang menyehatkan.

Bahaya Ikan Mujair yang Perlu Diwaspadai

Ikan mujair adalah salah satu ikan budidaya air tawar yang harganya relatif murah. Untuk menekan biaya budidaya ikan mujair, ada sejumlah peternak ikan yang menggunakan kotoran hewan atau bahkan manusia sebagai makanan untuk ikan mujair yang sedang dibudidayakan.

Mengonsumsi ikan budidaya yang diberi makan kotoran hewan dapat meningkatkan risiko Anda menderita penyakit yang ditularkan lewat makanan. Pasalnya, dalam kotoran hewan atau manusia terdapat berbagai bakteri yang bisa membahayakan kesehatan, seperti bakteri Salmonella typhosa yang menyebabkan demam tifoid.

Kendati demikian, bukan berarti Anda tidak bisa mengonsumsi ikan mujair sama sekali. Secara umum, konsumsi ikan yang direkomendasikan adalah 2–3 porsi per minggu, di mana 1 porsi ikan setara dengan 1 telapak tangan Anda. Namun, untuk berjaga-jaga, pastikan ikan mujair berasal dari tempat budidaya yang terpercaya.

Selain ikan mujair, Anda juga bisa mengonsumsi ikan tawar lainnya yang juga memiliki banyak manfaat, seperti ikan kakap, ikan sarden air tawar, dan ikan lele.

Apabila Anda masih memiliki pertanyaan terkait manfaat dan bahaya ikan mujair bagi kesehatan, Anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsinya.