Agar vertigo yang muncul tidak sampai mengganggu aktivitas dan acara yang penting, Anda bisa mengonsumsi obat vertigo. Obat untuk mengatasi vertigo bisa berbahan alami, bisa juga berupa obat-obatan medis.

Ketika vertigo kambuh, penderita akan merasakan pusing dan lingkungan di sekitarnya terasa seperti berputar. Efeknya, penderita bisa kehilangan keseimbangan, sehingga sulit untuk berdiri maupun berjalan.

Inilah Ragam Pilihan Obat Vertigo - Alodokter

Selain pusing berputar, vertigo juga bisa disertai gejala lain seperti mual, muntah, keringat dingin, dan nistagmus. Lamanya gejala vertigo berlangsung tergantung pada tingkat keparahan vertigo itu sendiri. Ada yang hanya terjadi beberapa detik, menit, atau jam, ada pula yang hingga berhari-hari.

Vertigo bisa disebabkan oleh berbagai penyakit, seperti beningn paroxysmal positional vertigo (BPPV), penyakit Meniere, stroke, dan infeksi telinga bagian dalam. Selain itu, faktor lain yang juga bisa memicu vertigo adalah stres, kelelahan, gangguan cemas, dan efek samping obat-obatan tertentu.

Obat Vertigo yang Alami

Sebelum mengonsumsi obat medis, Anda bisa coba mengonsumsi obat vertigo alami, seperti:

1. Ginkgo biloba

Riset menunjukkan bahwa tanaman ini mengandung efek antioksidan serta bisa membantu melancarkan aliran darah di tubuh, termasuk pada bagian otak dan telinga yang mengatur keseimbangan tubuh. Inilah yang membuat ginkgo biloba bisa dimanfaatkan sebagai obat untuk mengatasi gejala vertigo.

2. Jahe

Jahe juga termasuk salah satu tanaman herbal yang dapat digunakan sebagai obat vertigo alami. Ini karena jahe memiliki efek antisokidan, antiradang, dan antinyeri, sehingga konsumsinya bisa membantu meringankan sakit kepala, pusing berputar, serta mual dan muntah karena vertigo.

Untuk memanfaatkan jahe sebagai obat vertigo, Anda bisa mengolahnya menjadi jamu atau air rebusan jahe, lalu minum sebanyak 2−3 cangkir dalam sehari.

3. Minyak esensial

Studi menyebutkan bahwa minyak esensial yang terbuat dari jahe, peppermint, lemon balm, atau lavender, bisa bertindak sebagai aromaterapi yang dapat membantu meredakan gejala pusing, mual, dan sakit kepala akibat vertigo.

Minyak esensial ini juga bisa digunakan untuk memijat agar tubuh lebih rileks, sehingga Anda dapat beristirahat dengan nyaman ketika mengalami vertigo.

4. Teh herbal

Anda juga bisa memanfaatkan beberapa jenis teh herbal, seperti teh kamomil atau teh peppermint, untuk meringankan gejala vertigo, seperti sakit kepala, mual, dan muntah. Dengan meminum teh ini sebelum tidur, tidur dapat menjadi lebih nyenyak sehingga mempercerpat proses pemulihan.

Di samping mengonsumsi ragam obat vertigo alami tersebut, cara lain yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi vertigo secara mandiri adalah dengan melakukan manuver Epley, manuver Semont-Toupet, relaksasi, yoga, tai chi, dan istirahat atau tidur yang cukup.

Obat Vertigo secara Medis

Vertigo juga bisa diobati dengan obat-obatan medis yang bisa dibeli di apotik secara bebas atau berdasarkan resep dari dokter. Contoh obat-obatan ini antara lain:

1. Diphenhydramine

Diphenhydramine adalah jenis obat antihistamin yang biasa digunakan untuk mengatasi gejala alergi. Namun, obat ini juga bisa digunakan untuk meredakan gejala pusing, mual, dan muntah akibat vertigo.

Diphenhydramine bisa dibeli bebas di apotek tanpa resep dokter dengan penggunaan paling lama sekitar 7 hari. Efek samping dari konsumsi obat ini antara lain mengantuk, mulut kering, mata kering, dan sembelit.

2. Dimenhydrinate

Dimenhydrinate adalah obat antihistamin yang juga sering kali diresepkan untuk membantu mengatasi gejala vertigo, termasuk mual, muntah, dan pusing akibat mabuk perjalanan.

Layaknya obat-obatan lain, obat vertigo satu ini juga bisa menimbulkan efek samping, yakni mengantuk, jantung berdebar, konstipasi, sulit buang air kecil, dan penglihatan kabur. Dimenhydrinate bisa dibeli bebas di apotek tanpa resep dokter.

3. Promethazine

Promethazine juga tergolong obat antihastamin yang mampu mengatasi gejala mual dan muntah akibat vertigo. Obat vertigo ini bisa dibeli bebas di apotek tanpa resep dokter, dan dapat dikonsumsi 2– 4 kali sehari sesuai kebutuhan.

Efek samping yang ditimbulkan dari promethazine hampir sama dengan dimenhydrinate. Hanya saja, rasa kantuk yang muncul setelah mengonsumsi promethazine cenderung lebih berat.

4. Betahistine

Betahistine biasanya digunakan pada kasus vertigo parah yang disebabkan oleh penyakit Meniere. Berbeda dengan jenis obat vertigo sebelumnya, obat ini harus digunakan sesuai resep dan anjuran dokter. Efek samping dari konsumsi betahistine antara lain mual, sembelit, mulut kering, dan sakit kepala.

5. Benzodiazepine

Vertigo yang dipicu oleh stres atau rasa cemas berlebih biasanya dapat diobati dengan obat penenang, seperti benzodiazepine. Beberapa obat yang masuk ke dalam golongan benzodiazepine adalah diazepam dan alprazolam.

Benzodiazepine harus digunakan sesuai resep dan anjuran dokter. Efek samping yang umum terjadi akibat penggunaan obat ini antara lain mengantuk, mual, muntah, ruam kulit, dan penglihatan kabur.

Di samping kelima obat vertigo medis tersebut, dokter juga mungkin akan merekomendasikan obat penghambat beta atau beta-blocker, selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs), atau antagonis kalsium untuk mengatasi vertigo.

Cara lain yang bisa dilakukan untuk mencegah dan mengatasi vertigo adalah mengonsumsi vitamin D. Beberapa riset menyebutkan bahwa kekurangan vitamin D bisa meningkatkan risiko kekambuhan vertigo dan memperburuk gejalanya.

Untuk mencukupi kebutuhan vitamin D, Anda bisa mengonsumsi ikan, jamur, susu, keju, yogurt, kacang, dan telur. Konsumsi suplemen vitamin D juga mungkin diperlukan, tapi Anda harus berkonsultasi dulu dengan dokter, agar dosisnya disesuaikan dengan kebutuhan.

Itulah beragam obat vertigo, baik yang alami maupun medis. Jika Anda menderita vertigo, cobalah untuk mengonsumsi obat vertigo alami atau yang dijual bebas di apotik terlebih dahulu. Jika vertigo tak kunjung reda atau sering kambuh, konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan obat lain yang lebih efektif.