Ginkgo Biloba diyakini bermanfaat untuk meningkatkan daya ingat dan konsentrasi, serta mengurangi gejala yang berkaitan dengan demensia. Suplemen Ginko Biloba terbuat dari ekstrak daun ginkgo yang kaya akan antioksidan, sehingga dapat melawan atau menetralkan efek radikal bebas.

Ginkgo Biloba tersedia dalam bentuk tablet dan kapsul. Suplemen ini mengandung flavonoid yang memiliki sifat antioksidan yang kuat dan terpenoid yang bisa meningkatkan sirkulasi darah dengan melebarkan pembuluh darah. Meski demikian, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan efektivitas dari gingko biloba.
Ginkgo Biloba
Merek dagang Ginkgo Biloba: Blackmores Ginkgo Action, Natures Plus Ginkgo Combo, Libidione.

Apa Ginkgo Biloba?

Golongan Suplemen
Kategori Obat bebas
Manfaat Penangkal radikal bebas
Dikonsumsi oleh Dewasa
Kategori Kehamilan dan Menyusui Kategori N: Belum diketahui efek dari Ginkgo Biloba terhadap perkembangan janin. Ginkgo Biloba hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.Ginkgo Biloba belum diketahui dapat diserap ke dalam ASI atau tidak. Bila sedang menyusui, jangan menggunakan obat ini tanpa sepengetahuan dokter.
Bentuk obat Kapsul dan tablet.

Peringatan Sebelum Menggunakan Ginkgo Biloba:

  • Diskusikan dengan dokter sebelum menggunakan suplemen Ginkgo Biloba jika Anda menderita epilepsi, gangguan pembekuan darah, diabetes dan defisiensi glucose-6- phosphate dehydrogenase (G6PD).
  • Informasikan kepada dokter jika Anda sedang mengonsumsi suplemen vitamin dan obat herba.
  • Jangan menggunakan antikoagulan, seperti warfarin atau heparin, saat menggunakan Ginkgo Biloba.
  • Hentikan penggunaan Ginkgo Biloba 2 minggu sebelum menjalani operasi, untuk mengurangi risiko terjadinya perdarahan.
  • Ginkgo Biloba tidak dianjurkan untuk diberikan kepada anak-anak berusia di bawah 12 tahun, wanita hamil, dan ibu menyusui.
  • Hindari penggunaan suplemen Ginkgo Biloba jika Anda sedang berencana untuk hamil, karena dapat mengganggu kesuburan.
  • Segera periksakan ke dokter jika timbul reaksi alergi obat setelah mengonsumsi Ginkgo Biloba.

Dosis dan Aturan Pakai Ginkgo Biloba

Setiap 1 kapsul atau tablet dari ekstrak Ginkgo Biloba mengandung 24% glikosida flavonoid dan 6% lakton terpene. Di bawah ini adalah dosis Gingko Biloba bagi orang dewasa berdasarkan kondisinya:

  • Gangguan kecemasan
    80 mg atau 160 mg, 3-4 kali sehari.
  • Peningkatan atau pencegahan penurunan fungsi kognitif
    120-600 mg per hari.
  • Penyakit Alzheimer dan demensia
    120-240 mg per hari, dibagi dalam 2-3 kali pemberian.
  • Gangguan mata akibat diabetes (retinopati diabetik)
    120 mg ekstrak ginkgo, sekali sehari.
  • Penyakit arteri perifer
    120-240 mg per hari, dibagi dalam 2-3 kali pemberian.
  • Vertigo
    160 mg per hari, dibagi dalam 1-2 kali pemberian.
  • Sindrom premenstruasi (PMS)
    40 mg atau 80 mg, dikonsumsi sebanyak 2 kali sehari, mulai dari hari ke-16 siklus menstruasi hingga hari ke-5 siklus menstruasi selanjutnya.
  • Glaukoma dan gangguan mata yang serius
    120-160 mg, dibagi dalam 2-3 kali pemberian.
  • Skizofrenia
    120-360 mg per hari.
  • Gangguan pergerakan tubuh akibat obat antipsikotik (tardive dyskinesia)
    80 mg, 3 kali sehari.

Cara Menggunakan Ginkgo Biloba dengan Benar

Sebelum mengonsumsi Ginkgo Biloba tablet atau kapsul, dianjurkan untuk berkonsultasi dulu dengan dokter agar dapat ditentukan dosis yang tepat. Dosis Ginkgo Biloba perlu disesuaikan dengan usia, jenis kelamin, riwayat penyakit, dan merek atau formulasi Ginkgo Biloba yang dikonsumsi.

Jika tetap ingin mengonsumsi suplemen Ginkgo Biloba tanpa petunjuk dokter, disarankan untuk mulai mengonsumsinya dengan dosis yang kecil (kurang dari 120 mg per hari), guna mencegah terjadinya gangguan pencernaan. Setelah beberapa waktu, tingkatkan dosisnya secara bertahap sesuai kondisi dan kebutuhan.

Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter. Simpan Ginkgo Biloba di tempat bersuhu ruangan yang terhindar dari paparan sinar matahari langsung, dan jangan meletakannya di ruangan yang lembap. Jauhkan Ginkgo Biloba dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Ginkgo Biloba dengan Obat Lain

Ada sejumlah efek interaksi obat yang dapat muncul jika Ginkgo Biloba digunakan bersama obat lain, yaitu:

  • Menurunnya efek alprazolam dan efavirenz.
  • Hiperaktif dan terlalu bersemangat, jika digunakan bersamaan dengan buspirone.
  • Meningkatnya risiko perdarahan dan memar, bila digunakan bersamaan dengan obat antiplatelet dan antikoagulan, seperti aspirin, clopidogrel, heparin, dan warfarin.
  • Meningkatnya risiko terjadinya hipomania jika digunakan bersama dengan fluoxetine.
  • Melambatnya kerja liver dalam mengurai obat, jika digunakan dengan clozapine, fluvoxamine, haloperidol, olanzapine, propranolol, dan teofilin. Hal ini mengakibatkan obat-obatan tersebut lebih lama berada di dalam tubuh.
  • Meningkatnya kerja liver dalam mengurai obat, jika digunakan dengan amitriptyline, citalopram, diazepam, lansoprazole, omeprazole, dan phenytoin. Hal ini meyebabkan obat-obatan tersebut cepat terurai dan dikeluarkan dari tubuh.
  • Meningkatkan risiko terjadinya kejang, jika digunakan dengan obat-obatan anestesi dan antiaritmia, antibiotik, antidepresan, antihistamin, imunosupresan, dan stimulan.

Selain berinteraksi dengan obat-obatan di atas, Ginkgo Biloba bisa menurunkan efektivitas dari electroconvulsive therapy (ECT).

Efek Samping dan Bahaya Ginkgo Biloba

Ekstrak Ginkgo Biloba dapat menyebabkan beberapa efek samping ringan, seperti:

Walaupun jarang terjadi, dapat juga muncul efek samping yang serius, yaitu:

  • Melemahnya denyut nadi dan merasa akan pingsan.
  • Kejang-kejang.
  • Memar dan perdarahan tidak normal dari hidung, mulut, vagina, atau rektum.
  • Anemia parah pada orang yang kekurangan enzim glucose-6-phosphate dehydrogenase (G6PD).