Lactamor adalah suplemen yang mengandung kombinasi ekstrak biji fenugreek (kelabet), ekstrak daun katuk, dan vitamin B12. Suplemen ini dapat digunakan untuk membantu melancarkan air susu ibu (ASI). Meski bisa dibeli secara bebas, penggunaan Lactamor harus sesuai anjuran dokter.
Kandungan ekstrak biji fenugreek (kelabet), ekstrak daun katuk, dan vitamin B12 dalam Lactamor dapat membantu merangsang dan meningkatkan produksi ASI. Selain itu, suplemen ini juga dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi ibu selama masa menyusui sehingga mendukung kesehatan dan kebugaran tubuh.
Apa Itu Lactamor
| Bahan aktif | Tiap kaplet mengandung ekstrak biji fenugreek (kelabet) 600 mg, ekstrak daun katuk 100 mg, dan vitamin B12 20 mcg |
| Golongan | Obat bebas |
| Kategori | Suplemen |
| Manfaat | Membantu memperlancar ASI |
| Dikonsumsi oleh | Dewasa |
| Lactamor untuk ibu hamil | Lactamor tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil. |
| Kategori C: Studi pada binatang percobaan dan manusia telah memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. | |
| Lactamor mengandung ekstrak biji fenugreek dosis tinggi yang dapat menyebabkan kontraksi rahim. | |
| Lactamor untuk ibu menyusui | Umumnya, Lactamor aman digunakan oleh ibu menyusui. Namun, jika Anda masih ragu, konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen ini. |
| Bentuk obat | Kaplet salut selaput |
Peringatan sebelum Menggunakan Lactamor
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi Lactamor, yaitu:
- Jangan mengonsumsi Lactamor jika Anda alergi terhadap bahan yang terkandung dalam suplemen ini. Beri tahu dokter jika Anda memiliki alergi terhadap kacang kedelai atau kacang tanah.
- Konsultasikan dengan dokter jika Anda pernah atau sedang menderita diabetes, hipoglikemia, asma, migrain, hipertensi, penyakit hati, atau kanker.
- Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil atau sedang merencanakan kehamilan.
- Informasikan kepada dokter mengenai penggunaan Lactamor jika mengonsumsi obat diabetes atau pengencer darah. Beri tahu juga mengenai obat, suplemen, atau produk herbal lain, untuk mengantisipasi interaksi obat.
- Beri tahu dokter bahwa Anda sedang menggunakan Lactamor sebelum menjalani operasi. Kandungan biji kelabat dalam Lactamor dapat meningkatkan risiko perdarahan sehingga perlu dihentikan setidaknya 2 minggu sebelum operasi.
- Segera ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi atau overdosis setelah mengonsumsi Lactamor.
Dosis dan Aturan Pakai Lactamor
Untuk membantu memperlancar ASI, Lactamor bisa dikonsumsi 1–2 kaplet, 3 kali sehari.
Cara Menggunakan Lactamor dengan Benar
Baca aturan pakai yang tertera pada kemasan sebelum mengonsumsi Lactamor. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa persetujuan dokter. Jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu, diskusikan dengan dokter untuk mengetahui dosis dan lama penggunaan yang tepat.
Berikut ini adalah panduan penggunaan Lactamor yang benar:
- Lactamor dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Telan kaplet dengan bantuan air putih.
- Jika Anda lupa mengonsumsi Lactamor, segera minum suplemen ini bila masih pada hari yang sama. Bila sudah beda hari, abaikan dosis yang terlewat dan lanjutkan minum suplemen ini tanpa menggandakan dosis.
- Selain mengonsumsi suplemen pelancar ASI, ibu menyusui juga disarankan untuk menyusui bayinya sesering mungkin. Hal ini karena hormon prolaktin akan bekerja merangsang produksi ASI lebih banyak apabila Anda terus menyusui.
- Jangan lupa untuk mengonsumsi makanan bergizi lengkap dan seimbang, minum air putih dan tidur yang cukup, serta mengelola stres dengan baik.
- Konsultasikan dengan dokter jika produksi ASI tidak juga bertambah dan anak mulai menunjukkan tanda tidak cukup ASI.
- Simpan Lactamor di tempat sejuk dan terhindar dari paparan sinar matahari, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak.
Interaksi Lactamor dengan Obat Lain
Ada beberapa interaksi antarobat yang berpotensi terjadi jika Lactamor digunakan bersamaan dengan obat lain adalah:
- Peningkatan risiko terjadinya hipoglikemia jika digunakan dengan insulin atau obat antidiabetes, seperti glipizide
- Peningkatan risiko terjadinya perdarahan jika digunakan dengan obat pengencer darah, seperti warfarin atau heparin
- Peningkatan efektivitas amlodipine, digoxin, atau obat penghambat beta, seperti metoprolol
- Peningkatan risiko terjadinya hipokalemia jika digunakan dengan obat golongan diuretik
- Penurunan efektivitas obat teofilin
Untuk mencegah efek interaksi obat, sebaiknya tanyakan dahulu kepada dokter mengenai cara penggunaan Lactamor jika Anda sedang mengonsumsi obat atau suplemen lain. Gunakan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER, untuk mengetahui cara penggunaan Lactamor yang aman sesuai dengan kondisi kesehatan dan obat yang sedang digunakan.
Efek Samping dan Bahaya Lactamor
Lactamor umumnya jarang menimbulkan efek samping selama digunakan sesuai aturan pakai. Pada beberapa orang, suplemen ini bisa saja menyebabkan efek samping ringan berupa:
- Mual atau muntah
- Urin dan keringat berbau khas
- Feses menjadi lunak
- Diare
- Perut kembung
- Sakit perut
- Hilang nafsu makan
Hentikan penggunaan Lactamor dan periksakan diri ke dokter jika keluhan di atas tidak kunjung reda. Segera temui dokter jika Anda mengalami reaksi alergi yang bisa ditandai dengan munculnya gejala tertentu, seperti ruam gatal, bengkak di bibir atau kelopak mata, atau sulit bernapas.
