Heparin

Pengertian Heparin

Heparin adalah obat yang digunakan untuk mengobati dan mencegah penggumpalan darah. Obat ini bekerja dengan cara menghambat kerja faktor pembekuan, yaitu protein dalam tubuh yang berperan dalam proses pembekuan darah. Oleh karena itu, heparin dikenal sebagai obat pengencer darah (antikoagulan).

alodokter-heparin

Sebagai salah satu obat antikoagulan, heparin memiliki beberapa manfaat, antara lain:

  • Menghentikan pembentukan gumpalan darah di dalam pembuluh darah. Namun, heparin tidak dapat digunakan untuk mengurangi ukuran gumpalan darah tersebut.
  • Mencegah penggumpalan darah pada penderita fibrilasi atrium.
  • Mencegah penggumpalan darah yang mungkin terjadi selama prosedur medis atau kondisi tertentu, seperti setelah prosedur operasi, selama cuci darah, selama transfusi darah, ketika mengumpulkan sampel darah, atau ketika pasien tidak dapat bergerak dalam jangka waktu yang lama (imobilisasi).
  • Mencegah penggumpalan darah yang mungkin terbentuk di dalam kateter yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah selama periode waktu tertentu, misalnya kateter vena sentral di pembuluh darah sekitar leher atau paha.

Merek dagang: Inviclot, Heparinol, Vaxcel Heparin Sodium Injection 5000 IU

Tentang Heparin

Golongan Antikoagulan
Kategori Obat resep
Manfaat Mencegah dan mengobati penggumpalan darah
Digunakan oleh Dewasa dan anak-anak
Kategori kehamilan dan menyusui Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.Belum diketahui apakah heparin dapat diserap ke dalam ASI atau tidak. Namun, karena heparin memiliki molekul yang besar, diperkirakan heparin tidak diserap ke dalam ASI. Ibu menyusui tetap disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat ini, agar dokter dapat mempertimbangkan manfaat dengan risikonya.
Bentuk obat Suntik

Peringatan:

  • Hindari menggunakan heparin apabila pernah memiliki riwayat alergi atau menurunnya trombosit setelah menggunakan obat ini.
  • Hindari dan konsultasikan kepada dokter sebelum menggunakan heparin, jika sedang atau berencana menggunakan obat-obatan lain, termasuk suplemen dan produk herba.
  • Berhati-hatilah dan konsultasikan kepada dokter jika memiliki riwayat perdarahan hebat yang sulit dihentikan di bagian tubuh manapun.
  • Beri tahu dokter jika:
    • Sedang haid.
    • Sedang demam atau mengalami infeksi.
    • Baru saja melalui prosedur pungsi lumbal, yaitu pengambilan sejumlah cairan saraf tulang belakang.
    • Baru saja melalui prosedur anestesi spinal, yaitu pemberian obat penghilang rasa sakit di sekitar tulang belakang.
    • Baru saja menjalani prosedur operasi yang melibatkan organ otak, saraf tulang belakang, atau mata.
    • Menderita gangguan perdarahan, seperti hemofilia.
  • Hindari mengonsumsi minuman beralkohol selama menjalani pengobatan dengan heparin karena dapat meningkatkan risiko perdarahan di lambung.
  • Hindari merokok karena dapat menurunkan efektivitas heparin dalam tubuh.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis setelah menggunakan heparin, segera temui dokter.

Dosis Heparin

Kondisi Bentuk Obat Usia Dosis (units)
Perawatan pasca terapi serangan jantung dengan obat trombolitik Intravena Dewasa 60 U/kgBB (maksimal 4.000 U), atau 5.000 U jika menggunakan streptokinase. Dilanjutkan  dengan infus 12 U/kgBB per jam. Dosis maksimum 1.000 U per jam, dengan lama pengobatan 48 jam.
Emboli arteri perifer, angina tidak stabil, deep vein thrombosis (DVT) Intravena Dewasa 75-80 U/kgBB atau 5.000 U (10.000 U pada penderita emboli paru). Dosis lanjutan dengan infus 18 U/kgBB atau 1.000-2.000 U per jam.
Lansia Dosis yang lebih rendah dari dosis dewasa mungkin diperlukan.
Anak-anak Dosis awal adalah 50 U/kgBB, diikuti dengan infus 15-25 U/kgBB, per jam.
Pencegahan DVT  pasca operasi Suntikan di bawah kulit Dewasa 5.000 U diberikan 2 jam sebelum operasi. Selanjutnya dosis diberikan tiap 8-12 jam, selama 7 hari atau sampai pasien dapat bergerak.
DVT Suntikan di bawah kulit Dewasa 15.000-20.000 U per 12 jam atau 8.000-10.000 U per 8 jam.
Lansia Dosis yang lebih rendah mungkin diperlukan.
Anak-anak 250 U/kgBB, 2 kali sehari.

Dosis dan efektivitas dari heparin akan dipantau melalui pemeriksaan waktu pembekuan yang dinamakan activated partial thromboplastin time (aPTT), melalui pemeriksaan darah.

Menggunakan Heparin dengan Benar

Heparin diberikan melalui suntikan ke pembuluh darah atau infus oleh tenaga medis yang berpengalaman sesuai petunjuk dokter. Untuk penggunaan di luar rumah sakit, pasien atau keluarga pasien akan diajarkan bagaimana menyuntikkan heparin di bawah kulit. Obat ini tidak boleh disuntikkan ke dalam otot. Besarnya dosis yang diberikan disesuaikan dengan kondisi medis, berat badan, serta respons tubuh terhadap pengobatan, yang dilihat dari pemeriksaan aPTT.

Sebelum menyuntikkan heparin ke bawah kulit, bersihkan area suntikan dengan alkohol terlebih dahulu. Usahakan ganti area suntikan untuk dosis berikutnya, untuk mengurangi cedera di bawah kulit. Jangan lupa untuk melihat tanggal kedaluwarsa dan perubahan fisik dari obat, misalnya perubahan warna atau menjadi keruh.

Cucilah tangan sebelum dan sesudah melakukan penyuntikan.

Buanglah jarum suntik di kotak pembuangan. Jangan gunakan kembali jarum yang sudah terpakai.

Simpanlah heparin pada suhu ruangan dan letakkan di dalam wadah tertutup agar terhindar dari paparan matahari secara langsung, dan jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Obat

Ada beberapa jenis interaksi yang dapat terjadi jika heparin digunakan dengan jenis obat-obatan lain, yaitu:

  • Menurunkan efektivitas heparin jika digunakan dengan nitrogliserin.
  • Meningkatkan risiko hiperkalemia jika digunakan dengan ACE inhibitors atau angiotensin II antagonists .
  • Meningkatkan efek heparin jika digunakan dengan obat-obatan yang memengaruhi fungsi trombosit atau sistem pembekuan darah, seperti agen trombolitik, OAINS, penghambat agregasi trombosit (antiplatelet), dan vitamin K antagonis (warfarin).

Efek Samping Heparin

Heparin berisiko menimbulkan efek samping selama atau setelah pengobatan. Di antaranya adalah:

  • Iritasi dan alergi di tempat suntikan.
  • Nyeri ringan.
  • Trombositopenia (heparin induced thrombocytopenia).
  • Hematoma, yaitu perdarahan di bawah kulit.
  • Meningkatkan enzim hati.
  • Osteoporosis pada penggunaan jangka panjang.
  • Heparin menurun efektivitasnya (resisten).
Ditinjau oleh : dr. Tjin Willy

Referensi