Banyak keluarga menyimpan berbagai jenis obat untuk menangani luka atau sakit ringan di rumah, seperti demam atau batuk. Tetapi nyatanya, obat bebas untuk sakit gigi sering terlupakan. Padahal sakit gigi bisa jadi sangat mengganggu, karena rasa nyeri yang bisa muncul secara tiba-tiba dan tidak tertahankan.

Penanganan sakit gigi bergantung kepada penyebabnya secara spesifik. Sakit gigi bisa disebabkan oleh kondisi gigi atau kondisi gusi yang tidak sehat. Daripada memeriksakan diri ke dokter gigi, kita sering kali lebih memilih menggunakan obat bebas untuk sakit gigi guna meredakan keluhan rasa sakit dan gusi bengkak. Pertanyaannya adalah apakah obat-obatan bebas jenis ini efektif dalam mengatasi sakit gigi?
Obat Bebas untuk Sakit Gigi dan Panduan Mengonsumsinya - Alodokter

 

Panduan Mengonsumsi Obat Bebas untuk Sakit Gigi

Tidak ada salahnya untuk mengonsumsi obat-obatan yang biasa dijual bebas di apotik, namun tetap perhatikan dosis dan ketentuan yang tertera di kemasan. Pada umumnya, obat-obatan ini hanya bersifat meringankan rasa sakit, bukan untuk mengatasi penyebab sakit gigi.

Di bawah ini adalah obat sakit gigi yang dijual bebas dan bisa didapatkan tanpa resep dokter:

  • Paracetamol. Obat bebas ini bisa digunakan untuk meringankan sakit gigi. Pastikan memilih paracetamol khusus untuk anak jika ingin memberikannya pada Si Kecil yang sedang sakit gigi.
  • Minyak cengkeh dapat dioleskan beberapa kali sehari untuk meredakan rasa sakit. Cara lain adalah dengan basahi kapas dengan minyak cengkeh dan gigit di dekat gigi yang bermasalah. Hati-hati, jangan tidur dengan kapas yang masih berada di dalam mulut.
  • Hidrogen peroksida yang khusus digunakan sebagai obat kumur juga dapat digunakan untuk meredakan rasa sakit pada gigi dan gusi. Namun ingat, obat kumur ini hanya digunakan sebagai obat luar dan tidak boleh tertelan.

Meski mudah didapatkan, tetapi untuk menghindari risiko, tetap ada rambu-rambu yang wajib dipatuhi saat mengonsumsi obat bebas untuk sakit gigi, yaitu:

  • Obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS), yaitu obat-obatan anti peradangan seperti ibuprofen dan asam mefenamat memang dapat didapatkan di apotek. Namun obat ini sebaiknya dikonsumsi setelah berkonsultasi ke dokter.
  • Khusus orang dewasa yang mengalami sakit gigi dapat mengoleskan gel atau obat kumur benzocaine yang bisa didapatkan di apotek. Tetapi perlu diingat bahwa obat ini hanya tepat digunakan dalam jangka pendek. Obat ini bertujuan memberikan kekebalan pada gigi dari rasa sakit. Namun disarankan tidak memberikan obat ini pada anak-anak di bawah 2 tahun.
  • Hindari mengonsumsi lebih dari dosis yang dituliskan pada kemasan obat. Melebih-lebihkan dosis tetap tidak akan menjadikan rasa sakit lebih cepat hilang atau lebih lama mengurangi sakit.
  • Selalu baca petunjuk penggunaan pada kemasan.
  • Jangan mengonsumsi obat yang pernah menyebabkan Anda alergi.
  • Ibu hamil dan menyusui tidak disarankan mengonsumsi obat selain paracetamol, kecuali diresepkan dokter.

Perawatan Sakit Gigi di Rumah

Selain menggunakan obat bebas untuk sakit gigi di atas, terdapat juga cara perawatan sakit gigi yang dapat dilakukan sendiri di rumah, yaitu:

  • Menghindari minuman ataupun makanan yang terlalu dingin, terlalu panas, ataupun terlalu manis.
  • Mengompres pipi pada area gigi yang sakit dengan es yang terbungkus handuk atau kain katun. Namun, hindari menempelkan es langsung pada gigi atau gusi yang sakit.
  • Berkumur dengan air larutan garam. Cara ini bisa dilakukan untuk mengatasi sakit gigi ringan.

Hal yang perlu diingat adalah obat bebas untuk sakit gigi pereda rasa sakit sering kali hanya dibutuhkan untuk meredakan rasa nyeri sambil menunggu jadwal kunjungan ke dokter. Periksakan diri ke dokter gigi jika sakit gigi tidak kunjung reda setelah dua hari atau jika sakit gigi terasa makin parah. Begitu juga saat sakit gigi diiringi demam. Demam dapat menjadi pertanda infeksi serius.

Pada akhirnya, baik mengonsumsi obat untuk sakit gigi yang diresepkan maupun yang dijual bebas, penting untuk mengonsultasikannya terlebih dahulu kepada dokter gigi. Hal ini penting terutama jika Anda mengalami alergi obat, sedang mengonsumsi obat lain di waktu yang sama, atau sedang mengalami kondisi medis tertentu. Setelah melakukan pemeriksaan, dokter akan meresepkan obat resep sakit gigi yang tepat untuk Anda.