Osteoporosis berkembang secara perlahan dan umumnya tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Banyak penderita baru menyadari kondisi ini setelah mengalami patah tulang, meski hanya akibat benturan atau tekanan ringan, seperti terjatuh saat beraktivitas sehari-hari.
Seiring berkurangnya kepadatan dan kekuatan tulang, beberapa gejala berikut dapat muncul:
- Patah tulang yang mudah terjadi meskipun hanya akibat cedera ringan
- Nyeri punggung akibat patah tulang belakang
- Postur tubuh membungkuk (kifosis)
- Penurunan tinggi badan secara bertahap
Apabila terjadi tulang retak atau patah, keluhan yang dapat dirasakan antara lain:
- Nyeri hebat di area tulang yang patah
- Bengkak dan memar di sekitar lokasi cedera
- Kesulitan atau ketidakmampuan menggerakkan bagian tubuh yang terdampak
Kapan Harus ke Dokter
Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami cedera ringan yang menyebabkan tulang retak atau patah, atau bila muncul keluhan seperti yang disebutkan di atas. Penanganan medis diperlukan untuk meredakan gejala, mencegah komplikasi, serta menjaga fungsi dan kualitas hidup.
Selain itu, bila Anda memiliki faktor risiko osteoporosis, seperti usia lanjut, telah memasuki masa menopause, atau mengalami gangguan hormonal, disarankan untuk menjalani pemeriksaan kepadatan tulang secara berkala sesuai anjuran dokter. Deteksi dan penanganan sejak dini dapat membantu mencegah patah tulang dan komplikasi lanjutan.
Anda dapat melakukan konsultasi dengan dengan dokter secara cepat, praktis, kapan saja, dan di mana saja melalui Chat Bersama Dokter atau melakukan janji temu dengan dokter melalui fitur booking di aplikasi ALODOKTER.