Osteoporosis dapat menyebabkan komplikasi berupa patah tulang, terutama pada tulang belakang dan tulang pinggul. Kondisi ini dapat menimbulkan nyeri berkepanjangan, gangguan bergerak, hingga menurunkan kemandirian dan kualitas hidup penderitanya.

Oleh karena itu, upaya pencegahan penting dilakukan sejak dini untuk menjaga kekuatan tulang serta menurunkan risiko patah tulang dan komplikasi lainnya.

Berbagai Cara Mencegah Osteoporosis

Berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko osteoporosis dan mencegah terjadinya komplikasi:

1. Lakukan olahraga secara rutin

Olahraga membantu memperkuat tulang dan otot serta meningkatkan keseimbangan tubuh. Salah satu jenis olahraga yang dianjurkan adalah latihan beban. Selain itu, ada beberapa jenis olahraga lain yang dianjurkan, seperti berjalan kaki, berenang, bersepeda, dan yoga, terutama pada lansia.

2. Penuhi asupan kalsium dan vitamin D

Mengonsumsi makanan tinggi kalsium dan vitamin D penting untuk menjaga kepadatan tulang. Bila diperlukan, dokter dapat merekomendasikan suplemen sesuai kebutuhan tubuh.

3. Berhenti merokok

Merokok dapat mempercepat penurunan kepadatan tulang dan meningkatkan risiko patah tulang. Dengan berhenti merokok, kesehatan tulang dapat terjaga lebih baik.

4. Batasi konsumsi minuman beralkohol

Konsumsi alkohol berlebihan dapat mengganggu proses pembentukan tulang. Membatasi atau menghindari alkohol membantu menurunkan risiko osteoporosis.

5. Gunakan obat sesuai anjuran dokter

Penggunaan obat tertentu, seperti kortikosteroid, dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko osteoporosis. Oleh karena itu, obat-obatan sebaiknya digunakan sesuai saran dan pengawasan dokter.

6. Batasi konsumsi kafein berlebihan

Konsumsi kopi secara berlebihan dapat mengganggu penyerapan kalsium dalam tubuh. Membatasi asupan kafein membantu menjaga kesehatan tulang.

7. Jalani kontrol kesehatan secara rutin

Wanita pascamenopause dan lansia disarankan menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala. Dengan pemantauan rutin, osteoporosis dapat dideteksi lebih awal dan ditangani sebelum terjadi patah tulang.