Panas dalam pada bayi sering membuat orang tua khawatir. Soalnya, kondisi ini bisa membuat Si Kecil rewel dan susah makan atau menolak menyusu akibat tenggorokannya sakit. Meski tidak berbahaya, panas dalam yang dialami bayi tetap perlu ditangani dengan cara yang tepat supaya kenyamanan dan kesehatan Si Kecil tetap terjaga.
Panas dalam bukanlah suatu penyakit, tapi sering diartikan sebagai sekumpulan gejala yang menyerang tenggorokan, seperti sakit atau nyeri saat menelan. Kondisi ini bisa dialami oleh siapa saja, termasuk bayi.
Meski bukan penyakit, panas dalam bisa membuat Si Kecil rewel, sakit tenggorokan, sulit menelan, bibir kering atau pecah-pecah, demam, mulut dan lidah tampak putih, sariawan, serta tidak mau menyusu lho. Tentunya, kondisi ini bisa mengganggu kenyamanan dan aktivitas Si Kecil. Namun, Bunda tidak perlu panik dulu ya, panas dalam pada bayi bisa diatasi dengan cara sederhana di rumah kok.
Berbagai Penyebab Panas Dalam pada Bayi
Berikut ini adalah penyebab panas dalam pada bayi yang perlu Bunda ketahui:
1. Infeksi tenggorokan
Panas dalam pada bayi bisa terjadi karena adanya iritasi di tenggorokan. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh banyak hal, mulai dari infeksi virus atau bakteri, alergi, hingga paparan asap rokok serta polusi.
Infeksi ini membuat jaringan di sekitar tenggorokan mengalami peradangan dan iritasi. Akibatnya, Si Kecil akan merasakan tenggorokan yang gatal, sakit, dan sulit menelan. Selain itu, kondisi ini juga bisa membuat bayi gejala panas dalam lainnya, seperti batuk, tidak mau makan dan minum susu, demam, serta rewel.
2. Dehidrasi
Kekurangan cairan atau dehidrasi bisa menyebabkan panas dalam pada bayi lho. Pasalnya, saat mengalami dehidrasi, tubuh memproduksi air liur lebih sedikit. Akibatnya, tenggorokan bayi akan terasa kering, gatal, dan sakit.
Selain sakit tenggorokan, panas dalam akibat dehidrasi juga ditandai dengan mulut dan bibir kering, tidak kuat menyusu, rewel, popok kering, dan urine yang berwarna gelap.
3. Alergi atau iritasi
Paparan asap rokok, debu, bulu hewan, dan udara kering bisa menimbulkan gejala panas dalam pada bayi lho. Ini karena reaksi tubuh terhadap zat tertentu bisa membuat tenggorokan bayi menjadi meradang.
Saat terjadi iritasi atau alergi, lapisan tenggorokan Si Kecil akan terasa gatal, kering, dan bahkan sakit ketika menelan. Akibatnya, bayi tampak tidak nyaman dan rewel.
4. Kebersihan mulut yang kurang terjaga
Kebersihan mulut yang kurang terjaga juga bisa menyebabkan panas dalam pada bayi. Ini terjadi karena kuman atau sisa susu yang menempel di mulut dapat memicu infeksi dan peradangan.
Bila mulut bayi jarang dibersihkan, kuman mudah berkembang biak di dalamnya. Hal inilah yang memicu munculnya gejala panas dalam, seperti sariawan, gusi bengkak, dan bibir pecah-pecah.
5. Perubahan cuaca
Perubahan cuaca memang sering bikin Si Kecil sakit ya, Bun. Salah satu kondisi yang sering dialami adalah panas dalam pada bayi.
Perubahan cuaca yang tidak menentu, misalnya dari hujan ke panas atau sebaliknya, dapat melemahkan imunitas tubuh, terutama pada bayi. Karena daya tahan tubuhnya melemah, bayi jadi rentan mengalami infeksi atau iritasi tenggorokan.
6. GERD
Penyebab panas dalam pada bayi selanjutnya adalah GERD. Kondisi ini terjadi karena ukuran lambung bayi masih kecil dan katup pada kerongkongannya masih lemah, sehingga terkadang kurang bisa menutup dengan baik. Akibatnya, bayi sering mengalami gumoh atau muntah.
Bayi yang mengalami GERD juga akan lebih rewel, sering bersendawa, tidak mau minum susu, susah menelan, dan napasnya berbunyi (mengi). Nah, berbagai gejala ini bisa menyerupai gejala panas dalam lho.
7. Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA)
Infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA adalah peradangan yang terjadi di saluran pernapasan. Nah, kondisi ini disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri, Bun. Virus dan bakteri ini akan menyebar melalui udara, misalnya saat penderitanya bersin, batuk, atau berbicara. Selain itu, ISPA juga bisa menular melalui sentuhan dengan benda yang sudah terkontaminasi lho.
Infeksi ini dapat menimbulkan gejala panas dalam pada bayi lho, seperti sakit tenggorokan, bersin, hidung tersumbat, pilek, batuk, dan demam.
8. Tumbuh gigi
Tumbuh gigi juga sering menjadi penyebab panas dalam pada bayi lho. Saat gigi bayi mulai tumbuh, gusi akan membengkak, meradang, kemerahan, dan terasa sakit. Hal ini membuat bayi menjadi rewel, malas menyusu atau tidak mau makan, demam, batuk, dan demam.
Nah, Kondisi mulut yang meradang dan kering saat tumbuh gigi ini sering dianggap sebagai gejala panas dalam oleh orang tua.
Cara Mengatasi Panas Dalam pada Bayi di Rumah
Meski tidak berbahaya, panas dalam pada bayi tetap perlu ditangani dengan cepat ya. Pasalnya, kondisi ini bisa mengganggu kenyamanan dan menurunkan nafsu makan Si Kecil lho. Jika hal tersebut terjadi, Si Kecil akan kekurangan nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembangnya.
Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa diterapkan agar panas dalam pada bayi cepat membaik:
- Mencukupi asupan cairan bayi dengan memberikannya ASI atau susu formula, untuk mencegah dehidrasi, terutama jika nafsu makan bayi menurun.
- Menjaga kebersihan mulut bayi dengan selalu membersihkan gusi, lidah, dan rongga mulut bayi secara teratur, terutama setelah makan atau minum susu.
- Memastikan bayi beristirahat yang cukup.
- Menggunakan pelembap udara atau humidifier agar kamar Si Kecil tetap lembap.
- Memakaikan pakaian yang nyaman pada Si Kecil.
- Jika Si Kecil sudah mengonsumsi MPASI, berikan ia makanan yang lembut dan mudah ditelan ya.
- Jangan lupa untuk selalu rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir ya, terutama sebelum dan setelah mengganti popok, serta memberikan makan pada Si Kecil.
- Membatasi Si Kecil kontak dengan orang yang sedang sakit, baik anak-anak maupun orang dewasa.
- Gendong Si Kecil dalam posisi tegak setelah menyusui atau saat makan ya guna mencegah naiknya asam lambung pada bayi.
- Memastikan lingkungan Si Kecil bebas dari asap rokok, debu, dan udara kering.
Selain cara-cara di atas, panas dalam pada bayi juga bisa diatasi dengan minum obat-obatan, seperti paracetamol atau ibuprofen. Sebelum memberikan obat, Bunda bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter menggunakan Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER ya.
Meski panas dalam pada bayi umumnya membaik dengan perawatan sederhana di rumah, orang tua tetap perlu waspada dengan kondisi Si Kecil. Oleh karena itu, pastikan untuk memeriksakan Si Kecil ke dokter, terutama jika panas dalam disertai demam tinggi, sesak napas, tidak mau makan atau menyusu sama sekali, bayi tampak lemas, dan muncul ruam di kulit.
