PGB adalah obat antikonvulsan yang mengandung pregabalin. PGB digunakan dalam pengobatan nyeri saraf, fibromyalgia, epilepsi, dan gangguan kecemasan.

Produk pregabalin, seperti PGB, bekerja melalui tiga mekanisme untuk memberikan manfaatnya. Untuk meredakan nyeri saraf (neuropati) atau nyeri fibromyalgia, pregabalin bekerja dengan cara menahan aliran sinyal nyeri di jalur saraf yang menuju otak dan tulang belakang.

PGB

PGB dapat mengatasi nyeri saraf, yang timbul akibat:

Pregabalin bekerja menekan aktivitas listrik yang terlalu aktif di sistem saraf pusat untuk mencegah sekaligus menghentikan kejang pada penderita epilepsi. Selain itu, pregabalin menghambat senyawa alami di otak yang berperan dalam timbulnya rasa cemas, sehingga bisa meredakan gangguan kecemasan.

Produk PGB

PGB tersedia dalam bentuk kapsul. Berikut tiga varian kapsul PGB beserta detail kandungannya:

  • PGB 50 mg Kapsul, yang mengandung 50 mg pregabalin per kapsul.
  • PGB 75 mg Kapsul, yang dalam tiap kapsul mengandung 75 mg pregabalin.
  • PGB 150 mg Kapsul, yang berisi 150 mg pregabalin dalam tiap kapsul.

PGB termasuk obat resep yang hanya boleh digunakan atas anjuran dokter.

Apa Itu PGB

Bahan aktif Pregabalin
Golongan Obat resep
Kategori Obat antikonvulsan
Manfaat Mengendalikan kejang parsial pada penderita epilepsi
Meredakan gangguan kecemasan umum
Mengatasi nyeri saraf
Meredakan nyeri di sekujur tubuh pada penderita fibromyalgia
Digunakan oleh Dewasa
PGB untuk ibu hamil Kategori D: Ada bukti bahwa pregabalin berisiko terhadap janin manusia. Namun, obat dalam kategori ini masih mungkin digunakan ketika manfaat yang diperoleh lebih besar daripada risikonya, misalnya untuk mengatasi situasi yang mengancam nyawa.
PGB untuk ibu menyusui PGB tidak direkomendasikan untuk ibu menyusui. Tanyakan kepada dokter mengenai pilihan obat lain yang lebih aman digunakan saat menyusui.
Bentuk obat Kapsul

Peringatan sebelum Menggunakan PGB

Penggunaan PGB harus mengikuti saran atau resep dari dokter. Perhatikan hal-hal berikut sebelum Anda mengonsumsi obat ini:

  • Beri tahu dokter tentang riwayat alergi Anda. Orang yang alergi terhadap pregabalin tidak boleh mengonsumsi PGB.
  • Pastikan dokter mengetahui jika terdapat riwayat depresi atau pernah melakukan percobaan bunuh diri.
  • Sampaikan kepada dokter jika Anda pernah mengalami reaksi alergi berat yang disebut angioedema.
  • Informasikan kepada dokter jika Anda sedang menderita gangguan pembekuan darah, penyakit jantung, trombositopenia, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), penyakit ginjal, atau sedang menjalani prosedur cuci darah.
  • Pastikan Anda memberi tahu dokter jika sedang hamil, mungkin sedang hamil, atau sedang menyusui. PGB tidak direkomendasikan untuk ibu hamil atau ibu menyusui. Gunakan alat kontrasepsi yang efektif untuk Anda dan pasangan selama menggunakan PGB.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang menjalani program hamil. Penggunaan obat berbahan pregabalin dapat menurunkan kesuburan pada pria.
  • Sampaikan kepada dokter jika Anda sedang menjalani terapi dengan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal. Ini penting untuk mencegah terjadinya interaksi obat yang tidak diinginkan.
  • Mintalah saran dokter mengenai penggunaan PGB jika Anda sedang atau pernah mengalami kecanduan alkohol maupun penyalahgunaan NAPZA.
  • Jangan mengonsumsi minuman beralkohol selama menggunakan PGB. Minuman beralkohol dapat menambah parah efek samping obat ini.
  • Jangan langsung mengemudi atau melakukan aktivitas lain yang memerlukan kewaspadaan setelah minum PGB. Bahan aktif obat ini dapat menimbulkan pusing dan kantuk. Pastikan kondisi Anda sudah benar-benar prima sebelum melakukan kegiatan tersebut.
  • Beri tahu dokter bahwa Anda sedang menggunakan PGB jika direncanakan untuk menjalani operasi, termasuk operasi gigi.
  • Segera ke dokter jika timbul reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah mengonsumsi PGB.

Dosis dan Aturan Pakai PGB

Dalam pengobatan nyeri neuropati, fibromyalgia, epilepsi, atau gangguan kecemasan, dosis PGB untuk orang dewasa adalah 150–600 mg per hari, dibagi dalam 2–3 kali jadwal konsumsi, tergantung pada kondisi yang ditangani.

Cara Menggunakan PGB dengan Benar

Gunakan PGB sesuai anjuran dokter dan petunjuk yang tertera pada kemasan. Jangan mengurangi atau menambah dosis yang dianjurkan tanpa persetujuan dokter.

Berikut tata cara penggunaan PGB yang perlu Anda perhatikan:

  • PGB bisa dikonsumsi sebelum makan atau setelah makan.
  • Telan kapsul PGB secara utuh dengan air putih. Jika timbul sakit perut, konsumsilah obat ini bersama makanan pada jadwal minum obat berikutnya. 
  • Jangan mengunyah, membelah, atau membuka isi kapsul.
  • Jika Anda lupa menggunakan PGB, minumlah obat ini begitu teringat. Namun, bila jadwal konsumsi berikutnya sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis.
  • Jangan menghentikan pengobatan secara mendadak karena bisa menyebabkan kejang bertambah parah atau gejala putus obat, seperti sulit tidur, mual-mual, sakit kepala, sakit perut, atau diare. Dokter akan mengurangi dosis PGB secara bertahap jika pengobatan perlu dihentikan.
  • Jangan tunda ke dokter jika timbul gejala depresi, serangan panik, cemas, halusinasi atau keinginan menyakiti diri sendiri, selama Anda menjalani pengobatan dengan PGB. 
  • Lakukan kontrol sesuai jadwal yang diberikan dokter agar kondisi dan respons terapi dapat terpantau. Selama menggunakan PGB, Anda mungkin akan diminta untuk menjalani pemeriksaan darah dan tes fungsi ginjal secara rutin.
  • Simpan PGB di tempat bersuhu ruangan dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
  • Jangan konsumsi PGB yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa.

Interaksi PGB dengan Obat Lain

Obat yang mengandung pregabalin, termasuk PGB, dapat berinteraksi dengan obat lain bila digunakan secara bersamaan. Efek dari interaksi tersebut meliputi:

  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping yang fatal, seperti koma atau gangguan pernapasan berat, jika digunakan bersama obat golongan opioid
  • Peningkatan risiko terjadinya sembelit, ileus paralitik, dan obstruksi usus, jika digunakan bersama obat yang memicu sembelit, termasuk obat nyeri golongan opioid
  • Peningkatan risiko terjadinya angioedema jika digunakan bersama obat golongan ACE inhibitor
  • Peningkatan risiko terjadinya edema jika digunakan bersama obat antidiabetes golongan thiazolidinedione, seperti pioglitazone
  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping dari obat lorazepam

Guna mencegah terjadinya efek samping akibat interaksi obat, konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan obat lain bersama PGB.

Efek Samping dan Bahaya PGB

Konsumsi produk pregabalin, seperti PGB, bisa menimbulkan sejumlah keluhan, seperti:

Hubungi dokter melalui layanan Chat Bersama Dokter jika efek samping yang muncul terasa mengganggu atau memburuk. Dokter akan membantu menentukan langkah penanganan terbaik.

Efek samping serius berikut bisa saja terjadi saat menggunakan PGB:

  • Muncul halusinasi, keinginan untuk menyakiti diri sendiri, atau ide bunuh diri
  • Depresi, yang gejalanya berupa sedih berkepanjangan, frustasi, putus harapan, merasa tidak berharga
  • Napas tersengal-sengal atau sesak napas, linglung, kantuk berat sampai sulit bangun, warna kulit, bibir, jari tangan dan kaki membiru
  • Pembengkakan di tungkai atau kaki (edema), berat badan naik drastis mendadak, terutama pada penderita diabetes atau penyakit jantung
  • Nyeri dada, pusing berat seperti akan pingsan, sesak napas, detak jantung terlalu cepat, lambat, atau tidak beraturan
  • Nyeri otot tanpa sebab yang jelas, terutama bila disertai dengan demam 
  • Gangguan penglihatan yang menetap, seperti penglihatan buram, diplopia
  • Mudah memar tanpa sebab yang jelas atau perdarahan dari bagian tubuh manapun yang sulit berhenti

Jangan tunda ke dokter jika timbul keluhan serius setelah menggunakan PGB. Dengan fitur Booking Dokter di aplikasi ALODOKTER, Anda bisa langsung membuat janji temu berdasarkan lokasi, jadwal, dan ulasan dari pengguna lain.

Segera cari pertolongan medis ke IGD rumah sakit terdekat jika muncul reaksi alergi setelah mengonsumsi PGB. Gejala alergi obat bisa mencakup biduran, mengi, sesak nafas, atau bengkak di wajah, termasuk bibir dan kelopak mata.