Pro Inz adalah obat flu yang dapat membantu meringankan berbagai gejala, seperti demam, sakit kepala, pilek, hidung tersumbat, batuk, dan nyeri tenggorokan. Obat ini mengandung kombinasi beberapa bahan aktif, yaitu paracetamol, chlorpheniramine maleate, phenylpropanolamine, dextromethorphan, dan guaifenesin.
Pro Inz mengandung kombinasi beberapa zat aktif yang bekerja sama untuk membantu meredakan berbagai gejala flu dan batuk. Paracetamol berfungsi menurunkan demam dan meredakan nyeri, sedangkan guaifenesin membantu mengencerkan dahak agar lebih mudah dikeluarkan.

Untuk melegakan hidung tersumbat, Pro Inz mengandung phenylpropanolamine yang bekerja sebagai dekongestan. Selain itu, dextromethorphan membantu meredakan batuk kering, sedangkan chlorpheniramine maleate mengurangi gejala alergi, seperti bersin dan hidung meler.
Apa Itu Pro Inz
| Bahan aktif | Paracetamol 500 mg, chlorpheniramine maleate 2 mg, phenylpropanolamine 15 mg, dextromethorphan 15 mg, dan guaifenesin 50 mg |
| Golongan | Obat bebas terbatas |
| Kategori | Analgesik-antipiretik, dekongestan, antitusif, ekspektoran |
| Manfaat | Meredakan gejala flu dan batuk |
| Dikonsumsi oleh | Dewasa dan anak usia >12 tahun |
| Pro Inz untuk ibu hamil | Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. |
| Obat ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin. | |
| Pro Inz untuk ibu menyusui | Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan Pro Inz selama menyusui, terutama bila bayi lahir prematur atau berusia kurang dari 1 bulan. |
| Bentuk obat | Kaplet |
Peringatan sebelum Menggunakan Pro Inz
Meski tergolong obat bebas terbatas, Pro Inz tidak boleh digunakan sembarangan. Sebelum menggunakan obat ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain:
- Beri tahu dokter riwayat alergi yang Anda miliki. Obat ini tidak boleh digunakan jika Anda memiliki alergi terhadap paracetamol, chlorpheniramine, phenylpropanolamine, dextromethorphan, atau guaifenesin.
- Sampaikan kepada dokter jika Anda memiliki riwayat penyakit tertentu, seperti penyakit ginjal, penyakit liver, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, gagal jantung, epilepsi, glaukoma, asma, emfisema, bronkitis kronis, diabetes, sakit maag, varises esofagus, tukak lambung, obstruksi usus, riwayat kolostomi atau ileostomi.
- Hindari penggunaan bersama MAOI seperti isocarboxazid atau phenelzine dalam 14 hari terakhir.
- Jangan konsumsi alkohol selama menjalani pengobatan, karena dapat meningkatkan risiko kerusakan hati.
- Informasikan kepada dokter jika Anda mengonsumsi alkohol secara rutin atau memiliki gangguan kecanduan alkohol.
- Diskusikan dengan dokter mengenai penggunaan obat ini jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
- Pastikan untuk memberi tahu dokter semua obat yang sedang Anda konsumsi, termasuk suplemen, maupun produk herbal, untuk mencegah interaksi obat yang berbahaya.
- Segera ke dokter jika muncul reaksi alergi obat atau efek samping yang serius setelah menggunakan Pro Inz.
Dosis dan Aturan Pakai Pro Inz
Berikut ini adalah dosis umum penggunaan Pro Inz untuk meredakan gejala flu:
- Dewasa dan anak usia >12 tahun: 1 kaplet, 3 kali sehari.
Cara Menggunakan Pro Inz dengan Benar
Gunakan Pro Inz sesuai dengan petunjuk yang tertera pada label kemasan atau sesuai anjuran dokter. Jangan menambah, mengurangi, atau menggandakan dosis tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
Berikut ini adalah cara menggunakan Pro Inz dengan benar yang bisa Anda ikuti:
- Konsumsilah Pro Inz sebelum maupun sesudah makan. Jika muncul keluhan tidak nyaman pada lambung, sebaiknya konsumsi obat ini bersamaan dengan makanan atau segera setelah makan.
- Telan kaplet Pro Inz dengan bantuan air putih.
- Perbanyak minum air putih selama mengalami flu dan batuk. Hal ini bertujuan untuk mengencerkan dahak, serta mengurangi risiko efek samping, seperti mulut atau tenggorokan kering.
- Hentikan penggunaan Pro Inz jika keluhan flu dan batuk sudah mereda. Obat ini hanya digunakan jika ada gejala.
- Segera konsultasikan ke dokter jika demam tidak membaik setelah 3 hari atau batuk berlangsung lebih dari 7 hari meski telah menggunakan Pro Inz.
- Simpan Pro Inz di tempat bersuhu ruangan, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
- Jangan mengonsumsi Pro Inz yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa.
Interaksi Pro Inz dengan Obat Lain
Berdasarkan kandungannya, efek interaksi yang bisa terjadi jika Pro Inz digunakan bersama dengan obat lain adalah:
- Peningkatan efek kantuk jika digunakan dengan obat antinyeri golongan opioid, obat barbiturat, obat tidur, atau obat antipsikotik
- Peningkatan risiko terjadinya hipertensi yang berakibat fatal jika digunakan bersama bromocriptine, atau obat MAOI, seperti phenelzine atau isocarboxazid
- Peningkatan risiko terjadinya kerusakan hati jika digunakan dengan isoniazid
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping dari dextromethorphan jika digunakan dengan amiodarone atau haloperidol
- Peningkatan risiko terjadinya sindrom serotonin jika digunakan bersama antidepresan golongan selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI) atau trisiklik
Agar aman, konsultasikan ke dokter jika akan menggunakan Pro Inz bersama obat, suplemen, atau produk herbal apa pun.
Efek Samping dan Bahaya Pro Inz
Beberapa efek samping ringan yang dapat terjadi setelah menggunakan Pro Inz adalah:
- Kantuk
- Sakit kepala
- Mual
- Muntah
- Sulit tidur
- Nyeri lambung atau gejala sakit maag ringan
- Ruam kulit ringan
Periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi atau efek samping yang lebih serius, seperti:
- Nyeri di perut bagian kanan atas
- Urine berwarna gelap
- Memar atau perdarahan yang tidak biasa
- Feses berwarna pucat seperti tanah liat
- Batuk berdarah atau muntah yang tampak seperti bubuk kopi
- Nyeri dada, sesak napas, atau mengi
- Muntah yang terus-menerus dan makin parah
- Kulit atau bagian putih mata menguning
Segera konsultasikan ke dokter jika keluhan atau efek samping di atas tidak juga mereda atau justru makin parah. Anda bisa menggunakan fitur Chat Bersama Dokter atau buat janji konsultasi langsung melalui aplikasi Alodokter.