Pyridol adalah adalah obat berbentuk tablet dengan bahan aktif paracetamol. Pyridol bermanfaat untuk menurunkan demam serta meringankan nyeri ringan hingga sedang, termasuk pegal-pegal, sakit kepala, nyeri otot, sakit gigi, atau nyeri menstruasi.
Dalam satu tablet Pyridol, terkandung 500 mg paracetamol. Obat ini bekerja langsung pada hipotalamus yang mengatur suhu tubuh dan rasa nyeri. Cara kerja tersebut bisa menurunkan demam sekaligus meringankan nyeri.

Apa Itu Pyridol
| Bahan aktif | Paracetamol |
| Golongan | Obat bebas |
| Kategori | Analgetik-antipiretik |
| Manfaat | Meredakan nyeri ringan hingga sedang, termasuk sakit gigi, sakit kepala, atau dismenore |
| Menurunkan demam pada berbagai kondisi, termasuk saat flu atau setelah imunisasi | |
| Digunakan oleh | Dewasa dan anak usia ≥6 tahun |
| Pyridol untuk ibu hamil | Kategori B: Studi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko paracetamol terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. |
| Paracetamol sediaan tablet, seperti Pyridol, umumnya aman digunakan selama hamil. Namun, sebaiknya tetap konsultasikan kepada dokter mengenai dosis yang tepat untuk ibu hamil. | |
| Pyridol untuk ibu menyusui | Pyridol yang mengandung paracetamol aman digunakan oleh ibu menyusui selama sesuai dengan aturan pakai produk maupun anjuran dokter. |
| Bentuk obat | Tablet |
Peringatan sebelum Menggunakan Pyridol
Penggunaan Pyridol harus sesuai petunjuk atau arahan dokter agar tetap aman dan efektif. Hal penting yang perlu diperhatikan dalam menggunakan obat ini meliputi:
- Hindari penggunaan Pyridol jika Anda alergi terhadap paracetamol. Apabila ragu, beri tahu dokter tentang riwayat alergi Anda sebelum menggunakan obat ini.
- Berkonsultasilah ke dokter sebelum menggunakan Pyridol jika Anda memiliki penyakit liver. Penderita gangguan fungsi hati yang berat, seperti gagal hati, tidak dianjurkan menggunakan obat ini.
- Bicarakan terlebih dahulu dengan dokter perihal penggunaan Pyridol jika Anda sedang menderita malnutrisi kronis, anemia hemolitik, penyakit ginjal, defisiensi G6PD, atau penyakit infeksi yang berat.
- Diskusikan perihal penggunaan Pyridol ke dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal. Tujuannya adalah untuk menghindari interaksi antarobat.
- Mintalah saran dokter sebelum menggunakan obat berbahan paracetamol jika Anda sedang mengalami kecanduan alkohol atau sering mengonsumsi minuman beralkohol.
- Hindari konsumsi minuman beralkohol selama menggunakan obat berbahan aktif paracetamol. Tujuannya adalah agar tidak terjadi kerusakan hati.
- Segera ke dokter jika timbul reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah mengonsumsi Pyridol.
Dosis dan Aturan Pakai Pyridol
Dosis Pyridol tablet sebagai obat pereda nyeri dan obat demam adalah:
- Dewasa dan anak usia >12 tahun: 1 kaptab, 3–4 kali sehari.
- Anak 6–12 tahun: ½–1 kaptab, 3–4 kali sehari.
Selain Pyridol bentuk tablet, tersedia varian Pyridol Sirup untuk anak-anak dengan dosis yang berbeda.
Cara Menggunakan Pyridol dengan Benar
Gunakan Pyridol sesuai petunjuk pada kemasan obat, atau ikuti anjuran dokter. Jangan menggunakan Pyridol melebihi dosis yang dianjurkan atau menggunakannya bersama obat lain yang juga mengandung paracetamol.
Supaya penggunaan Pyridol tetap aman, cara mengonsumsinya tidak boleh sembarangan. Simak panduan berikut:
- Pyridol dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.
- Telan tablet Pyridol dengan air putih.
- Jangan menggunakan Pyridol terus-menerus dalam waktu yang lama. Penggunaan obat ini bisa segera dihentikan begitu demam atau nyeri mereda.
- Hubungi dokter jika demam belum membaik setelah 3 hari atau nyeri belum mereda setelah 7 hari menggunakan Pyridol. Untuk mendapat penanganan awal yang cepat, berkonsultasilah melalui layanan Chat Bersama Dokter.
- Simpan Pyridol di tempat bersuhu ruangan. Jangan menyimpannya di tempat yang lembap atau panas. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
- Jangan gunakan Pyridol yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa.
Interaksi Pyridol dengan Obat Lain
Mengingat Pyridol mengandung paracetamol, efek interaksi yang terjadi jika produk ini digunakan bersama obat lain bisa berupa:
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping paracetamol jika digunakan bersama probenecid, domperidone, metoclopramide, atau isoniazid
- Peningkatan risiko terjadinya kerusakan hati jika digunakan dengan obat golongan barbiturat, seperti phenobarbital
- Peningkatan kadar chloramphenicol atau busulfan di dalam darah sehingga meningkatkan risiko terjadinya efek samping
- Penurunan efektivitas obat lamotrigine dalam mencegah kejang
- Penurunan efektivitas paracetamol jika digunakan dengan cholestyramine
Untuk mencegah efek interaksi obat yang tidak diinginkan, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter jika akan menggunakan obat lain bersama Pyridol.
Efek Samping dan Bahaya Pyridol
Pyridol jarang menyebabkan efek samping jika dikonsumsi sesuai petunjuk pada kemasan atau anjuran dokter. Meski demikian, penggunaan Pyridol secara berlebihan atau dalam waktu lama dapat menyebabkan kerusakan hati.
Segera ke dokter jika penggunaan Pyridol menimbulkan keluhan yang mengganggu, termasuk:
- Sakit di perut bagian kanan atas
- Lemas, tidak berselera makan
- Muntah-muntah
- Urine berwarna gelap
- Tinja berwarna pucat atau keabu-abuan seperti dempul
- Kulit dan mata menguning yang menjadi pertanda penyakit kuning
- Gejala alergi obat, seperti ruam kulit yang meluas atau disertai lepuhan, gatal-gatal, bengkak di bibir atau kelopak mata, mengi, atau sesak napas
Dengan fitur Booking Dokter di aplikasi ALODOKTER, Anda bisa langsung membuat janji temu berdasarkan lokasi, jadwal, dan ulasan dari pengguna lain. Anda juga dapat memanfaatkan layanan Chat Bersama Dokter untuk berkonsultasi secara online guna mendapatkan saran medis awal sebelum ke fasilitas kesehatan.