Reglus XR adalah obat antidiabetes berbahan aktif metformin yang digunakan dalam penanganan diabetes tipe 2. Reglus XR tersedia dalam bentuk kaplet pelepasan lambat yang dikonsumsi secara rutin untuk menjaga kadar gula darah agar tetap stabil dalam batas normal.

Reglus XR mengandung 500 mg metformin per kaplet lepas lambat. Obat ini bekerja membantu hormon insulin dalam mengelola gula darah dan menekan produksi glukosa oleh hati. Efeknya, kadar gula darah yang tinggi akan turun, sehingga risiko terjadinya komplikasi akibat diabetes, seperti penyakit jantung dan stroke bisa ditekan.

Reglus XR

Metformin dalam Reglus XR dilepaskan secara perlahan di dalam tubuh. Dengan begitu, kadar gula darah dapat terkendali sepanjang hari dan risiko timbulnya efek samping pada saluran cerna bisa diminimalkan.

Apa Itu Reglus XR

Bahan aktif Metformin
Golongan Obat resep
Kategori Antidiabetes golongan biguanide
Manfaat Mengontrol kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2
Digunakan oleh Dewasa usia ≥17 tahun
Reglus XR untuk ibu hamil Kategori B: Studi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko metformin terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil.
Jika Anda sedang hamil, konsultasikan dengan dokter terkait penggunaan obat ini.
Reglus XR untuk ibu menyusui Diskusikan dengan dokter perihal penggunaan Reglus XR jika Anda sedang menyusui bayi baru lahir atau bayi prematur.
Bentuk obat Kaplet pelepasan lambat

Peringatan sebelum Menggunakan Reglus XR

Penggunaan Reglus XR tidak boleh sembarangan. Hal penting yang perlu diperhatikan sebelum menjalani pengobatan diabetes tipe 2 dengan Reglus XR antara lain:

  • Sampaikan kepada dokter tentang riwayat alergi Anda. Orang yang alergi terhadap metformin tidak boleh menggunakan Reglus XR.
  • Jangan menggunakan Reglus XR untuk mengobati diabetes tipe 1 atau kondisi darurat asidosis metabolik, seperti ketoasidosis diabetik. Obat ini juga tidak boleh digunakan pada kondisi gagal ginjal atau gagal hati.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang menderita penyakit liver, gangguan pernapasan, dehidrasi berat, kekurangan vitamin B12, anemia, emboli paru, penyakit ginjal, gangrene, atau, penyakit infeksi yang berat, termasuk sepsis.
  • Bicarakan terlebih dahulu dengan dokter mengenai penggunaan Reglus XR jika Anda sedang mengalami hipopituitarisme, atau gangguan hormon kelenjar adrenal, seperti penyakit Addison
  • Informasikan kepada dokter jika Anda memiliki penyakit jantung, termasuk gagal jantung. Beri tahu juga jika Anda baru-baru ini mengalami serangan jantung.
  • Mintalah saran dokter mengenai penggunaan Reglus XR jika Anda sedang mengalami kecanduan alkohol, atau sering mengonsumsi minuman beralkohol dan sulit menghentikan kebiasaan tersebut.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang menjalani terapi dengan obat tertentu, termasuk suplemen, produk herbal, dan obat lain dari golongan antidiabetes. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi interaksi antarobat.
  • Informasikan kepada dokter jika Anda sedang hamil, berencana hamil, atau sedang dalam masa menyusui.
  • Gunakan alat kontrasepsi selama mengonsumsi Reglus XR jika Anda sedang menunda kehamilan. Sebab, metformin dalam obat ini dapat memicu terjadinya ovulasi pada wanita usia subur, sehingga meningkatkan peluang hamil.
  • Beri tahu dokter bahwa Anda sedang menggunakan Reglus XR jika direncanakan untuk menjalani operasi atau prosedur medis apa pun, terutama pemeriksaan radiologi dengan cairan kontras. Penggunaan Reglus XR mungkin perlu dihentikan sementara waktu pada kondisi tersebut.
  • Jangan mengemudi atau melakukan aktivitas yang memerlukan kewaspadaan jika muncul tanda gula darah rendah setelah minum Reglus XR. Pastikan kondisi Anda sudah benar-benar prima sebelum beraktivitas.
  • Hindari konsumsi minuman beralkohol selama menggunakan Reglus XR. Kombinasi keduanya dapat menyebabkan hipoglikemia dan asidosis laktat.
  • Segera ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah minum Reglus XR.

Dosis dan Aturan Pakai Reglus XR

Reglus XR digunakan dalam terapi diabetes tipe 2, baik sebagai obat tunggal maupun dikombinasikan dengan obat antidiabetes lain. Kombinasi ini dapat mencakup penggunaan insulin suntik atau obat sulfonilurea.

Dosis Reglus XR akan disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan respons tubuh terhadap pengobatan. Dosis awal dimulai dari 500 mg (1 kaplet lepas lambat), 1 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan secara bertahap berdasarkan hasil pemeriksaan gula darah dan petunjuk dokter. Dosis maksimal 2.000 mg per hari.

Jika Anda memiliki pertanyaan perihal dosis atau atau aturan pakai Reglus XR, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.  Anda dapat menggunakan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk memperoleh jawaban yang cepat dan sesuai dengan kondisi Anda.

Cara Menggunakan Reglus XR dengan Benar

Gunakan Reglus XR sesuai anjuran dokter dan petunjuk pada kemasan. Jangan mengubah dosis yang dianjurkan atau menghentikan pengobatan tanpa persetujuan dokter. Obat diabetes, termasuk Diafac XR, biasanya diminum dalam jangka panjang.

Untuk mendukung hasil pengobatan yang optimal, Reglus XR perlu digunakan secara benar. Ikuti panduannya berikut:

  • Minumlah Reglus XR pada waktu makan malam.
  • Telan kaplet Reglus XR secara utuh dengan air putih.
  • Jangan membelah, mengunyah, atau menggerus kaplet Reglus XR.
  • Konsumsilah Reglus XR pada jam yang sama setiap harinya. Bila perlu, pasang alarm di ponsel untuk mengingatkan jadwal minum obat. 
  • Jika Anda lupa menggunakan Reglus XR, segera konsumsi obat ini begitu teringat. Namun, bila jadwal konsumsi berikutnya sudah dekat, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
  • Iringi penggunaan Reglus XR dengan pola hidup sehat untuk mendapatkan hasil pengobatan yang maksimal. Konsumsilah makanan yang rendah lemak, garam, dan gula, serta cukupi asupan air putih setiap harinya. Bila perlu, tanyakan kepada dokter gizi perihal pola makan dan makanan untuk penderita diabetes.
  • Lakukan olahraga intensitas ringan-sedang setidaknya 20–30 menit setiap harinya. Namun, jangan lakukan olahraga berat tanpa berkonsultasi dengan dokter.
  • Lakukan kontrol sesuai jadwal agar dokter dapat memantau hasil pengobatan dan kondisi Anda. Selama menggunakan Reglus XR, Anda perlu menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala, seperti tes gula darah, tes fungsi ginjal, maupun tes fungsi hati.
  • Jika dokter meresepkan suplemen vitamin B12, minumlah suplemen tersebut selama menjalani pengobatan diabetes dengan Reglus XR. Hubungi dokter jika timbul gejala anemia defisiensi vitamin B12. Sebab, konsumsi metformin dalam waktu yang lama bisa menyebabkan kekurangan vitamin B12.
  • Simpan Reglus XR di tempat kering dan sejuk. Jangan menyimpan obat ini di tempat yang lembap atau panas, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak.
  • Jangan konsumsi Reglus XR yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa.

Interaksi Reglus XR dengan Obat Lain

Jika produk metformin, seperti Reglus XR dikonsumsi bersama obat lain, terdapat kemungkinan terjadinya interaksi obat dengan dampak tertentu, seperti:

  • Peningkatan risiko terjadinya asidosis asam laktat jika digunakan bersama OAINS, acetazolamide, topiramate, atau obat antihipertensi golongan ACE inhibitor, ARB, atau diuretik loop
  • Peningkatan risiko terjadinya gangguan ginjal dan asidosis laktat jika digunakan dengan zat kontras pada pemeriksaan radiologi tertentu
  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping metformin jika digunakan bersama cimetidine, dolutegravir, ranolazine, trimethoprim, rifampicin, crizotinib, atau olaparib
  • Peningkatan risiko terjadinya kadar gula darah rendah (hipoglikemia) jika digunakan bersama insulin suntik, atau obat antidiabetes sulfonilurea, seperti glimepiride, tanpa pengaturan dosis dari dokter
  • Penurunan efektivitas metformin dalam menurunkan kadar gula darah jika digunakan bersama kortikosteroid, diuretik thiazide, phenothiazine, estrogen, pil KB, phenytoin, isoniazid, atau obat golongan antagonis kalsium, termasuk verapamil
  • Penurunan efektivitas dari obat antikoagulan, seperti warfarin

Agar aman dari risiko interaksi obat, tanyakan terlebih dahulu kepada dokter sebelum mengonsumsi Reglus XR bersamaan dengan obat lain.

Efek Samping dan Bahaya Reglus XR

Efek samping ringan yang dapat muncul akibat konsumsi Reglus XR antara lain mual atau muntah, penurunan nafsu makan, sakit perut, atau diare. Keluhan ini biasanya bersifat sementara dan membaik seiring waktu.

Meski jarang, efek samping serius juga bisa terjadi saat menggunakan Reglus XR. Segera ke dokter jika mengalami gejala asidosis laktat, seperti:

  • Nyeri otot yang berat tanpa sebab yang jelas
  • Denyut jantung terlalu cepat, lambat, atau tidak beraturan
  • Tubuh terasa kedinginan
  • Sulit bernapas atau sesak napas
  • Pusing berat seperti akan pingsan

Lewat fitur Buat Janji di aplikasi ALODOKTER, Anda bisa membuat janji temu dengan dokter tanpa harus datang langsung ke tempat praktik. Anda juga dapat memanfaatkan layanan Chat Bersama Dokter untuk berkonsultasi secara online guna mendapatkan informasi medis lebih lanjut sebelum ke fasilitas kesehatan.

Segera ke IGD rumah sakit terdekat jika timbul reaksi alergi setelah minum Reglus XR. Gejala alergi obat antara lain ruam kulit yang gatal dan menyebar ke seluruh tubuh, bengkak di bibir atau kelopak mata, mengi, dan sesak napas.