Anak dengan sindrom Turner bisa tumbuh normal hingga usia 3 tahun, tetapi setelah itu, pertumbuhannya akan melambat. Ketika masuk masa puber, pertumbuhannya menjadi tidak normal meski dibantu dengan terapi hormon. Sering kali, tinggi badan wanita dewasa yang mengalami sindrom Turner lebih pendek 20 cm dari wanita normal.

Memasuki usia remaja, indung telur penderita sindrom Turner tidak cukup berkembang, sehingga penderita akan kekurangan hormon seksual. Akibatnya, menstruasi pertama menjadi terlambat dan payudara tidak tumbuh sepenuhnya.

Bahkan pada beberapa kasus, penderita bisa sulit memiliki anak. Meskipun demikian, rahim dan vagina penderita berkembang dengan normal, sehingga mereka tetap bisa berhubungan seksual.

Ciri-ciri lain sindrom Turner cukup beragam. Pada sebagian penderita, ciri sindrom Turner mungkin tidak terlihat dengan jelas. Sedangkan pada sebagian lainnya, ciri sindrom Turner sudah bisa terlihat sejak usia dini. Ciri-cirinya adalah:

  • Leher tampak lebar dan pendek
  • Posisi kedua telinga terlihat lebih rendah
  • Langit-langit mulut tampak tinggi dan sempit
  • Rahang bagian bawah terlihat lebih kecil
  • Dada lebar, dengan jarak antara puting yang jauh
  • Pembengkakan di tangan dan kaki
  • Lengan bengkok keluar di bagian siku
  • Jari kaki dan tangan terlihat kecil
  • Bentuk kuku melengkung ke atas

Saat bayi masih dalam kandungan, sindrom Turner dapat dideteksi melalui pemeriksaan USG kehamilan. Janin dengan sindrom Turner dapat menunjukkan tanda berupa timbunan cairan di belakang leher, serta kelainan jantung dan ginjal.

Kapan Harus ke Dokter

Sindrom Turner merupakan kelainan genetik yang dapat terdeteksi sejak dalam kandungan. Oleh karena itu, lakukan konsultasi kehamilan secara rutin dengan dokter kandungan Anda.

Bila ciri-ciri baru tampak setelah lahir, segera periksakan anak ke dokter apabila ia mengalami satu atau beberapa gejala di atas. Bila cepat terdeteksi dan ditangani, anak dapat menjalani hidup secara normal dan terhindar dari komplikasi.

Penyakit ini membutuhkan pengobatan jangka panjang, sejak usia kanak-kanak hingga dewasa. Ketika dewasa, penderita perlu beralih dari dokter anak ke dokter endokrin.