Wanita dengan sindrom Turner mengalami gejala yang beragam tergantung pada usia mereka. Berikut ini beberapa gejala yang muncul akibat sindrom Turner sesuai usia.

Gejala Sindrom Turner Sebelum Kelahiran

Bayi yang menderita sindrom Turner, pada hasil ultrasound akan memperlihatkan:

  • Pembengkakan pada tangan dan kaki. Hal ini disebabkan oleh penimbunan cairan pada jaringan di sekitarnya. Gejala ini akan menghilang setelah kelahiran.
  • Kelainan jantung.
  • Leher yang bengkak atau terlihat tebal.
  • Tubuhnya berukuran lebih kecil dari bayi normal.
  • Kelainan ginjal.

Gejala Sindrom Turner pada Remaja dan Dewasa

Berikut ini gejala yang muncul pada gadis remaja atau wanita dewasa dan terjadi pada sekitar 90 persen wanita yang mengalami sindrom Turner:

  • Postur pendek. Bayi dengan sindrom Turner bisa tumbuh dengan normal hingga usia 3 tahun, tapi setelah itu pertumbuhan akan semakin melambat. Remaja dengan sindrom Turner yang memasuki masa puber tidak mengalami tingkat pertumbuhan secara normal. Wanita dewasa yang menderita sindrom Turner biasanya lebih pendek 20 cm daripada mereka yang tidak mengalaminya.
  • Ovarium tidak berkembang dan tidak berfungsi dengan baik. Ovarium adalah sepasang organ reproduksi pada wanita. Fungsi dari ovarium sendiri adalah menghasilkan sel telur dan hormon seksual. Seorang gadis mulai menghasilkan hormon seksual, yaitu estrogen dan progesteron pada masa puber. Gadis dengan sindrom Turner tidak bisa menghasilkan hormon seksual ini dan sebagai akibatnya menstruasi tidak terjadi, payudara tidak tumbuh sepenuhnya, dan bisa menjadi mandul. Meski begitu, rahim dan vagina tetap tumbuh dengan normal, dan mereka bisa menjalankan aktivitas seksual seperti biasa.

Gejala Lain Sindrom Turner

Berikut ini adalah beberapa gejala-gejala lain yang bisa memengaruhi penderita sindrom Turner.

  • Leher yang lebar.
  • Langit-langit mulut tinggi dan sempit.
  • Dada yang lebih bidang dan puting berjarak lebih jauh.
  • Rahang bawah mengecil.
  • Memiliki banyak tahi lalat.
  • Kelainan pada mata seperti mata juling (strabismus), mata malas (ambliopia), katarak, dan rabun jauh (miopi).
  • Kedua telinga dengan posisi lebih rendah.
  • Jari kaki dan tangan lebih pendek.
  • Lengan bengkok keluar pada bagian siku.
  • Kehilangan indera pendengaran.

Selain kondisi di atas, sindrom Turner biasanya dikaitkan dengan beberapa penyakit lain, seperti di bawah ini:

  • Limfedema. Merupakan kondisi di mana kelenjar limfa pada tubuh tidak bekerja sebagaimana mestinya sehingga terjadi penumpukan cairan pada tubuh, khususnya bagian tangan dan kaki. Kondisi ini dapat terjadi pada semua umur, tidak hanya pada bayi.
  • Hipotiroidisme. Kondisi di mana kelenjar tiroid tidak berfungsi dengan baik dan muncul pada sekitar 10 hingga 30 persen penderita sindrom Turner. Perlu dilakukan tes darah secara teratur untuk mendiagnosis kondisi ini.
  • Hipertensi. Kondisi ketika tekanan darah tinggi, sehingga Anda disarankan untuk memeriksakan tekanan darah secara teratur.
  • Diabetes. Kondisi ketika kadar gula dalam darah sangat tinggi.
  • Jantung murmur. Suara mendesir atau bising yang muncul di antara detak jantung. Biasanya terkait dengan penyempitan pembuluh darah utama di dalam jantung.
  • Skoliosis. Kondisi ketika tulang belakang melengkung ke samping secara tidak normal. Kondisi ini muncul setidaknya pada 10 persen penderita sindrom Turner.
  • Gangguan pencernaan. Pendarahan pada sistem pencernaan, penyakit Crohn dan kolitis ulceratif.
  • Gangguan saluran kemih dan ginjal. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko terjadinya infeksi saluran kemih.
  • Obesitas. Gangguan kelebihan berat badan ini bisa memicu timbulnya diabetes dan stroke.
  • Osteoporosis. Kondisi ketika tulang mengalami kerapuhan yang bisa disebabkan oleh kekurangan hormon estrogen. Kondisi ini bisa diatasi dengan terapi hormon.

Gangguan dalam Belajar

Sebagian perempuan yang menderita sindrom Turner mengalami gangguan dalam belajar beberapa hal di bawah ini.

  • Gangguan perhatian dan hiperaktif. Remaja perempuan dengan sindrom Turner biasanya akan mudah resah dan gelisah, tidak takut bahaya, serta sulit berkonsentrasi atau mudah terusik. Mereka cenderung kesulitan dalam menyesuaikan diri di kelas setelah mereka mulai duduk di bangku sekolah. Remaja yang hiperaktif cenderung membaik setelah memasuki usia 11 tahun, sedangkan kesulitan berkonsentrasi akan bertahan lebih lama.
  • Pemahaman letak dan angka. Sindrom Turner bisa membuat seseorang kesulitan dalam memahami letak atau posisinya dengan benda di sekelilingnya. Ini akan membuat seseorang kesulitan saat belajar mengemudi atau mengikuti petunjuk arah di peta. Selain itu, sindrom Turner juga bisa menyebabkan seseorang mengalami diskalkulia atau kesulitan dalam menghitung.
  • Kemampuan sosial. Cara kerja otak penderita sindrom Turner bisa membuat dia mengalami kesulitan dalam menjalin hubungan sosial. Mereka akan kesulitan mempertahankan sebuah hubungan baik di rumah, sekolah, dan di tempat kerja. Wanita yang mengalami kondisi ini cenderung mudah cemas. Sindrom Turner bisa menyebabkan mereka menjadi kurang terampil dalam menghadapi situasi tertentu.