Hingga saat ini, belum ada obat untuk menyembuhkan sindrom Turner. Pengobatan yang dilakukan hanya untuk meredakan gejala. Wanita dewasa atau anak-anak dengan sindrom Turner harus mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara teratur dan perawatan pencegahan. Cara-cara ini dilakukan untuk menghindari risiko terjadinya komplikasi akibat sindrom Turner.

Beberapa dokter spesialis akan dianjurkan oleh pihak rumah sakit atau klinik untuk menangani pasien dengan sindrom Turner, di antaranya:

  • Dokter spesialis endokrinologi. Bertugas mengatasi gangguan yang berkaitan dengan hormon dan metabolisme.
  • Dokter spesialis kardiologi. Bertugas mengatasi gangguan yang berkaitan dengan jantung.
  • Dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT). Bertugas mengawasi gangguan pendengaran atau gangguan organ telinga.
  • Dokter spesialis ginekologi. Bertugas mengatasi gangguan yang berkaitan dengan sistem reproduksi wanita.
  • Dokter spesialis psikologi. Bertugas menangani masalah yang berhubungan dengan kejiwaan pasien.
  • Dokter spesialis genetika. Bertugas menangani masalah yang berkaitan dengan genetika atau keturunan.
  • Dokter spesialis ginjal. Bertugas menangani masalah ginjal.
  • Dokter spesialis kandungan atau obstetri. Bertugas dalam urusan kehamilan dan kelahiran.

Apabila sindrom Turner sudah bisa dipastikan, orang yang mengalaminya perlu mendapatkan pengawasan sepanjang hidupnya untuk menghindari komplikasi yang lebih berbahaya. Beberapa bagian yang akan terus-menerus diawasi adalah:

  • Tekanan darah. Pemeriksaan tekanan darah secara teratur perlu dilakukan untuk menghindari atau mengobati hipertensi. Hipertensi cukup umum dialami oleh penderita sindrom Turner.
  • Pendengaran dan telinga. Setengah dari wanita dengan sindrom Turner mengalami penurunan pendengaran lebih cepat dibandingkan wanita normal. Penderita sindrom Turner anak-anak juga lebih rentan mengalami infeksi pada telinga.
  • Kepadatan tulang. Penderita sindrom Turner lebih berisiko mengalami osteoporosis.
  • Kadar glukosa. Diabetes adalah kondisi ketika kadar gula dalam darah sangat tinggi. Wanita dengan sindrom Turner akan diperiksa baik melalui tes darah atau urine untuk mengetahui kadar glukosa dalam tubuhnya.
  • Kelenjar tiroid. Untuk mengukur kinerja kelenjar tiroid, Anda perlu melakukan tes fungsi tiroid karena sindrom Turner berisiko menyebabkan hipotiroidisme.

Berikut ini teknik pengobatan yang dilakukan pada pasien dengan sindrom Turner.

  • Terapi hormon pertumbuhan. Dokter spesialis endokrinologi akan melakukan pemeriksaan secara teratur. Mereka juga akan menganjurkan penanganan yang tepat, salah satunya adalah terapi hormon pertumbuhan. Terapi ini akan langsung disarankan jika sudah jelas terlihat bahwa anak yang mengalami sindrom Turner tidak tumbuh dengan normal. Terapi hormon pertumbuhan ini biasanya dimulai pada usia 5 atau 6 tahun sampai dengan berusia 15 atau 16 tahun. Dengan terapi ini, tinggi anak bisa lebih normal.
  • Terapi pengganti estrogen. Terapi pengganti estrogen biasanya dimulai setelah seorang gadis memasuki masa puber, yaitu sekitar usia 11 tahun. Estrogen awalnya diberikan pada dosis rendah dan dinaikkan perlahan-lahan hingga level estrogen kembali normal. Estrogen bisa memicu perubahan yang terjadi pada masa puber, salah satunya pertumbuhan payudara.
  • Terapi pengganti progesteron. Terapi ini biasanya dimulai beberapa lama setelah menjalani terapi pengganti estrogen. Terapi ini berfungsi memicu menstruasi bulanan.
  • Mengatasi kesuburan. Teknik bantuan kehamilan seperti bayi tabung mungkin akan disarankan pada wanita dengan sindrom Turner yang menginginkan anak. Penderita sindrom Turner biasanya menjadi mandul dan hanya sedikit yang bisa mengandung anak secara alami. Jika mereka sungguh mengandung ketika menderita sindrom Turner, mereka harus menjalani pemeriksaan jantung secara rutin. Jantung dan pembuluh darah mereka akan bekerja ekstra keras ketika mengandung.
  • Mengatasi kesulitan belajar. Sebagian penderita sindrom Turner mengalami kesulitan belajar dan butuh bantuan tambahan. Tapi sebagian besar gadis dengan sindrom Turner memiliki tingkat kecerdasan normal. Bicarakan dengan dokter dan guru anak Anda untuk mempelajari cara agar anak bisa mengikuti kemampuan belajar seperti anak normal lainnya.
  • Terapi psikologis. Sebagian penderita sindrom Turner memiliki tingkat kepercayaan diri rendah atau bahkan mengalami depresi. Pasien sindrom Turner bisa melakukan konseling atau terapi perilaku kognitif untuk mengatasinya.

Komplikasi

Sindrom Turner bisa menyebabkan sejumlah gangguan dalam tubuh. Beberapa komplikasi tersebut di antaranya adalah:

  • Gangguan pendengaran. Komplikasi yang sering ditemui pada wanita pengidap sindrom Turner adalah gangguan pendengaran. Hal ini disebabkan oleh hilangnya salah satu fungsi saraf di telinga.
  • Gangguan jantung. Kebanyakan wanita yang mengalami sindrom Turner terlahir dengan kondisi jantung yang tidak sempurna. Kondisi ini menyebabkan sejumlah gangguan jantung dan kelainan struktur jantung. Gangguan jantung bisa meningkatkan risiko terkena komplikasi serius.
  • Diabetes dan hipertensi. Pengidap sindrom Turner juga berpotensi mengalami sejumlah komplikasi lain seperti diabetes dan hipertensi. Di samping itu, kondisi ini bisa memicu timbulnya gangguan di pembuluh darah.
  • Gangguan ginjal. Sekitar 33 persen wanita pengidap sindrom Turner memiliki malformasi ginjal. Umumnya gangguan ginjal ini memang tidak menimbulkan masalah, namun bisa meningkatkan risiko kemunculan sejumlah penyakit seperti tekanan darah tinggi dan infeksi saluran kemih.
  • Gangguan pengelihatan. Para pengidam sindrom Turner juga bisa mengalami gangguan pengelihatan seperti mata juling (strabismus) dan rabun dekat (hyperopia).
  • Gangguan gigi. Perkembangan abnormal pada gigi bisa meningkatkan risiko pengeroposan gigi. Kelainan pada dinding mulut dan rahang bagian bawah juga bisa menyebabkan pertumbuhan gigi tidak rata dan tampak berantakan.
  • Gangguan kekebalan tubuh. Pengidap sindrom Turner berisiko mengalami gangguan imunitas yang memicu timbulnya sejumlah penyakit seperti hipotiroidisme, diabetes, radang usus, dan penyakit celiac.
  • Gangguan skeletal. Gangguan pertumbuhan dan perkembangan tulang yang kerap dialami penderita sindrom Turner bisa memicu timbulnya skoliosis, osteoporosis, dan kyphosis.
  • Gangguan psikologis. Para pengidap sindrom Turner sering kali mengalami gangguan dalam belajar. Mereka memiliki keterbatasan kemampuan dalam hal hitung-hitungan (matematika), hal-hal yang berhubungan dengan spasial (ruang), dan berisiko mengalami gangguan perhatian dan hiperaktif (ADHD).
  • Komplikasi kehamilan. Mayoritas pengidap sindrom Turner tidak subur, sehingga mereka kesulitan memiliki keturunan. Kebanyakan dari mereka juga memiliki gangguan jantung, oleh karena itu mereka disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung sebelum hamil. Di samping itu, mereka juga berisiko mengalami hipertensi dan diabetes selama masa kehamilan.