Tetanus merupakan infeksi yang tergolong serius dan disebabkan oleh bakteri Clostridium tetani. Bakteri ini dapat hidup lebih dari 40 tahun di luar tubuh manusia dalam bentuk spora. Spora tersebut umumnya terdapat dalam debu, tanah, kotoran hewan dan manusia, besi berkarat, kawat duri, serta ujung jarum yang tidak steril.

Apabila spora itu berada dalam luka kotor yang bersifat anaerob (tidak ada oksigen), ia akan menjadi bakteri yang aktif, berkembang biak, dan melepaskan neurotoksin bernama tetanospasmin.

Faktor-faktor Risiko Tetanus

Terdapat sejumlah faktor dan kondisi di balik tetanus. Kondisi-kondisi berikut dipercaya dapat mempertinggi risiko seseorang untuk terinfeksi  tetanus:

  • Belum menerima vaksinasi atau prosesnya tidak lengkap.
  • Keberadaan benda asing pada luka, misalnya serpihan kayu, karat, atau kuku.
  • Luka yang terpapar debu, kotoran hewan, atau tanah.
  • Luka penetrasi yang dalam, misalnya akibat tertusuk paku berkarat atau kotor.
  • Orang-orang yang menindik atau menato tubuh dengan peralatan yang kurang steril.
  • Pengguna narkoba yang memakai alat-alat suntik yang tidak steril.
  • Tali pusar pada bayi baru lahir yang mengalami infeksi karena sang ibu tidak divaksinasi tetanus secara memadai.

Gejala-gejala Tetanus

Durasi sejak seseorang terpapar spora bakteri tetanus hingga muncul gejala (masa inkubasi) umumnya membutuhkan waktu antara 4 hingga 14 hari. Gejala-gejala tetanus bisa berupa:

  • Kejang yang menyerupai kekakuan otot, terutama pada rahang dan leher sehingga pengidap sulit membuka mulut. Wajah penderita juga tampak menyeringai, disebut dengan istilah risus sardonicus.
  • Kesulitan menelan jika kejang otot menyebar hingga ke leher.
  • Otot di sekitar perut yang kaku.
  • Kejang yang menyakitkan di seluruh tubuh dan berlangsung selama beberapa menit. Gejala ini biasanya dipicu oleh hal-hal kecil, seperti suara nyaring, sentuhan, serta cahaya.
  • Kejang hebat yang terjadi di seluruh tubuh. Gejala ini akan menyebabkan bagian punggung bawah tubuh melengkung ke atas.
  • Demam dan berkeringat.
  • Tekanan darah yang naik.
  • Detak jantung yang cepat.

Tetanus yang tidak diobati bisa bertambah parah dan bahkan mengancam jiwa pengidapnya. Karena itu, Anda sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter jika Anda memiliki luka dan mengalami gejala-gejala tersebut.