Tykonib adalah obat kanker yang mengandung imatinib. Obat ini digunakan untuk mengobati leukemia atau kanker darah. Tykonib tersedia dalam bentuk tablet dan bisa digunakan setelah berkonsultasi dengan dokter.
Imatinib dalam Tykonib bekerja dengan cara menghambat fungsi enzim tirosin kinase. Berbekal cara kerja ini, Tykonib dapat membantu menghentikan pertumbuhan dan penyebaran sel kanker. Karena efek samping dan risiko interaksinya cukup serius, penggunaan Tykonib wajib berada di bawah pengawasan dokter.

Produk Tykonib
Tykonib merupakan obat resep yang tersedia dalam 2 varian dosis, yaitu:
- Tykonib 100 mg 30 tablet, yang berisi 100 mg imatinib tiap tabletnya
- Tykonib 400 mg 10 tablet, dengan kandungan imatinib sebanyak 400 mg tiap tablet
Apa Itu Tykonib
| Bahan aktif | Imatinib |
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Antikanker golongan penghambat protein kinase |
| Manfaat | Mengatasi leukemia, gastrointestinal stromal tumors (GIST), sindrom mielodisplasia, sindrom hipereosinofilik, mastositosis sistemik agresif, serta dermatofibrosarcoma protuberans yang sulit diatasi melalui operasi |
| Digunakan oleh | Dewasa dan anak-anak |
| Tykonib untuk ibu hamil | Kategori D: Ada bukti bahwa kandungan obat berisiko terhadap janin manusia. Namun, obat dalam kategori ini masih mungkin digunakan ketika manfaat yang diperoleh lebih besar daripada risikonya, misalnya untuk mengatasi situasi yang mengancam nyawa. |
| Tykonib untuk ibu menyusui | Ibu yang menjalani terapi dengan Tykonib tidak dianjurkan untuk menyusui, dan hingga 1 bulan setelah mengonsumsi dosis terakhir obar ini. |
| Bentuk obat | Tablet |
Peringatan sebelum Menggunakan Tykonib
Penggunaan Tykonib harus melalui pengawasan dokter. Selain itu, ada hal-hal yang perlu Anda ketahui sebelum memulai pengobatan dengan Tykonib:
- Beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang Anda miliki. Tykonib tidak boleh digunakan oleh individu yang alergi terhadap imatinib.
- Informasikan kepada dokter jika Anda pernah atau sedang menderita penyakit hati, hepatitis B, penyakit ginjal, penyakit tiroid, penyakit jantung, hipertensi, tukak lambung, perdarahan saluran pencernaan, diabetes, atau gangguan pembekuan darah.
- Sampaikan kepada dokter perihal penggunaan Tykonib jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal. Tujuannya adalah untuk menghindari terjadinya interaksi obat yang tidak diinginkan.
- Bicarakan dengan dokter bahwa Anda sedang menjalani pengobatan dengan Tykonib jika direncanakan untuk menjalani tindakan medis tertentu, seperti operasi atau operasi gigi.
- Pastikan untuk memberi tahu dokter bila Anda baru saja menjalani prosedur kemoterapi, sebelum menggunakan Tykonib.
- Diskusikan dengan dokter jika Anda berencana untuk melakukan vaksinasi selama mengonsumsi Tykonib.
- Pastikan untuk memberi tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan. Gunakan alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan selama menjalani pengobatan dengan Tykonib.
- Sebisa mungkin, hindari kontak erat dengan penderita penyakit infeksi yang mudah menular, seperti flu atau campak, selama menjalani pengobatan dengan Tykonib, karena obat ini bisa meningkatkan risiko Anda tertular.
- Jangan mengemudikan kendaraan atau mengoperasikan alat berat selama menjalani pengobatan dengan Tykonib. Obat ini dapat menyebabkan pusing, penglihatan kabur, atau kantuk.
- Segera ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping yang lebih serius setelah mengonsumsi Tykonib.
Dosis dan Aturan Pakai Tykonib
Dokter akan menentukan dosis dan durasi pengobatan dengan Tykonib berdasarkan usia, kondisi, dan respons tubuh pasien terhadap obat. Berikut ini adalah dosis umum penggunaan Tykonib berdasarkan kondisi yang akan ditangani:
Kondisi: Leukemia limfoblastik akut
- Dewasa: 600 mg per hari.
- Anak-anak usia >1 tahun: 340 mg/m2 per hari. Dosis tidak boleh lebih dari 600 mg per hari.
Kondisi: Gastrointestinal stromal tumors (GIST)
- Dewasa: 400 mg, per hari. Dosis dapat ditingkatan menjadi 400 mg, 2 kali sehari.
Kondisi: Sindrom mielodisplasia
- Dewasa: 400 mg per hari.
Kondisi: Sindrom hipereosinofilik
- Dewasa: 100 mg, 1 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 400 mg tiap hari.
Kondisi: Mastositosis sistemik agresif
- Dewasa: 400 mg per hari. Dosis pada pasien dengan eosinofilia 100 mg per hari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 400 mg sesuai respons tubuh pasien.
Kondisi: Dermatofibrosarkoma protuberans yang sulit diatasi melalui operasi
- Dewasa: 400–800 mg, 1–2 kali sehari.
Cara Menggunakan Tykonib dengan Benar
Ikuti anjuran dokter dan bacalah informasi yang tertera pada label kemasan obat sebelum mengonsumsi Tykonib. Jangan mengurangi atau menambah dosis obat tanpa persetujuan dokter.
Agar terapi efektif dan aman, patuhilah cara menggunakan Tykonib berikut ini:
- Tykonib sebaiknya dikonsumsi setelah makan. Telan tablet Tykonib secara utuh dengan bantuan air putih.
- Jika kesulitan menelan tablet Tykonib, Anda dapat melarutkan tablet obat ini ke dalam air putih atau segelas jus apel. Caranya, aduk selama 15 menit sampai tablet larut, kemudian minum.
- Bila Anda lupa minum Tykonib, segera konsumsi obat ini begitu teringat. Namun, jika waktu minum dosis berikutnya sudah dekat, lewati dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
- Lakukan kontrol rutin sesuai anjuran dokter selama menjalani pengobatan dengan Tykonib. Jangan berhenti mengonsumsi Tykonib tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
- Anda mungkin akan diminta untuk rutin menjalani tes darah lengkap, pemeriksaan fungsi hati, dan pemantauan ada tidaknya tanda dan gejala infeksi, selama menggunakan Tykonib.
- Jangan mengonsumsi grapefruit selama menjalani pengobatan dengan Tykonib, karena bisa menyebabkan timbulnya efek samping.
- Simpan Tykonib di tempat sejuk, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
- Jangan menggunakan Tykonib yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa.
Interaksi Tykonib dengan Obat Lain
Tykonib dapat berinteraksi dengan beberapa obat bila digunakan secara bersamaan. Contohnya adalah:
- Penurunan efektivitas Tykonib jika digunakan dengan carbamazepine, phenobarbital, dexamethasone, phenytoin, atau rifampicin
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping Tykonib bila digunakan dengan ketoconazole, clarithromycin, voriconazole, atau ritonavir
- Penurunan efektivitas levothyroxine
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping ciclosporin, simvastatin, ergotamine, amlodipine, tacrolimus, atau metoprolol
- Peningkatan risiko terjadinya perdarahan jika digunakan dengan warfarin
Diskusikan semua obat, suplemen, dan produk herbal yang sedang digunakan dengan dokter sebelum menggunakan Tykonib.
Efek Samping dan Bahaya Tykonib
Sebagian pasien dapat mengalami efek samping Tykonib yang bersifat ringan, seperti:
- Mual, muntah, atau diare
- Nyeri atau kram otot
- Hilang nafsu makan
- Sakit perut atau heartburn
- Pusing atau sakit kepala
- Penglihatan kabur
- Gangguan tidur
- Rambut rontok
- Kulit kering atau mulut kering
- Lelah yang tidak biasa
Sampaikan ke dokter lewat chat jika efek samping di atas tidak kunjung mereda atau bertambah parah. Segera ke dokter jika muncul reaksi alergi obat atau efek samping yang lebih serius berikut:
- Sakit perut yang parah
- Lelah dan sangat lemas
- Sesak napas
- Denyut jantung cepat, lambat, atau tidak teratur
- Batuk berdahak atau berdarah
- Sering berkemih, terutama pada malam hari
- Penyakit kuning
- Feses berdarah atau mudah memar
- Penyakit infeksi, yang ditandai dengan sakit tenggorokan tidak kunjung membaik, demam, atau menggigil yang berlangsung terus-menerus