Valisanbe adalah obat untuk mengatasi gangguan kecemasan dan kejang, serta sebagai obat penenang sebelum prosedur medis tertentu. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet dan injeksi serta hanya bisa digunakan sesuai resep dan pengawasan dokter.

Diazepam yang terkandung dalam Valisanbe termasuk golongan benzodiazepin. Diazepam bekerja dengan cara meningkatkan efek zat kimia di otak yang berperan dalam mengendalikan kecemasan, menenangkan tubuh, serta mencegah atau mengatasi kejang. 

Valisanbe

Penggunaan Valisanbe harus mengikuti dosis yang dianjurkan oleh dokter. Jika digunakan tanpa pengawasan medis, obat ini berisiko menimbulkan ketergantungan serta efek samping serius yang dapat memengaruhi sistem saraf.

Produk Valisanbe

Valisanbe tersedia dalam 3 varian, yaitu:

  • Valisanbe 2 mg Tablet, yang tiap tabletnya mengandung 5 mg diazepam.
  • Valisanbe 5 mg Tablet, dengan kandungan 10 mg diazepam tiap tablet.
  • Valisanbe injeksi

Apa Itu Valisanbe

Bahan aktif Diazepam 
Golongan Obat resep
Kategori Antikonvulsan, ansiolitik, hipnotik & sedatif
Manfaat Mengatasi gangguan kecemasan
Mengatasi gejala sindrom putus alkohol
Menghentikan kejang
Melemaskan otot yang tegang atau kaku
Sebagai obat penenang yang diberikan sebelum operasi
Digunakan oleh Dewasa dan anak-anak
Valisanbe untuk ibu hamil Kategori D: Ada bukti bahwa kandungan obat berisiko terhadap janin manusia.
Namun, obat dalam kategori ini masih mungkin digunakan ketika manfaat yang diperoleh lebih besar daripada risikonya, misalnya untuk mengatasi situasi yang mengancam nyawa.
Valisanbe untuk ibu menyusui Kandungan diazepam dalam Valisanbe dapat terserap ke dalam ASI.
Jika Anda sedang menyusui, konsultasikan ke dokter sebelum menggunakan obat ini.
Bentuk obat Tablet dan injeksi

Peringatan sebelum Menggunakan Valisanbe

Valisanbe hanya bisa dibeli setelah berkonsultasi dengan dokter. Sebelum menggunakan obat ini, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu:

  • Beri tahu dokter jika Anda memiliki alergi terhadap diazepam atau obat lain dari golongan benzodiazepine, seperti alprazolam.
  • Informasikan kepada dokter jika Anda pernah atau sedang menderita penyakit jantung koroner, gagal jantung, serangan jantung, aritmia, kelainan hasil EKG, atau anggota keluarga dengan riwayat henti jantung mendadak pada usia muda.
  • Konsultasikan ke dokter jika Anda memiliki riwayat penyakit liver, ginjal, paru-paru, atau saluran pernapasan, myasthenia gravis, gangguan penglihatan atau porfiria akut.
  • Beri tahu dokter jika Anda pernah atau sedang menderita psikosis terkait demensia atau alzheimer, parkinson, epilepsi, sleep apnea atau riwayat percobaan bunuh diri atau keinginan menyakiti diri sendiri.
  • Diskusikan dengan dokter jika Anda pernah mengalami kecanduan alkohol atau keracunan alkohol sebelum menggunakan diazepam, karena obat ini bisa menyebabkan gangguan pernapasan berat.
  • Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan obat lain, suplemen, atau produk herbal untuk menghindari interaksi obat yang tidak diinginkan.
  • Pastikan untuk memberi tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan.
  • Gunakan alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan selama menggunakan Valisanbe. Konsultasikan dengan dokter mengenai metode yang paling cocok untuk Anda.
  • Informasikan kepada dokter jika Anda seorang perokok aktif.
  • Sampaikan kepada dokter bahwa Anda sedang menggunakan Valisanbe jika Anda berencana menjalani tindakan medis, termasuk operasi gigi.
  • Jangan langsung mengemudi atau melakukan aktivitas lain yang memerlukan kewaspadaan setelah mengonsumsi obat ini. Valisanbe dapat menyebabkan pusing dan kantuk.
  • Segera laporkan ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat, atau efek samping serius, setelah menggunakan Valisanbe.

Dosis dan Aturan Pakai Valisanbe

Dosis Valisanbe harus ditentukan oleh dokter, menyesuaikan kondisi pasien, usia, respons tubuh, dan berdasarkan berat badan. Berikut panduan umum dosis diazepam dalam Valisanbe:

Tujuan: Melemaskan otot yang kaku atau tegang

  • Dewasa: 2–15 mg per hari (dosis bisa dibagi beberapa kali), dan bisa ditingkatkan hingga 60 mg per hari pada kejang otot parah seperti tetanus atau cerebral palsy
  • Lansia: 1–7,5 mg per hari, dibagi beberapa kali konsumsi
  • Anak-anak: 2–40 mg per hari, dibagi beberapa kali konsumsi

Tujuan: Mengatasi kejang pada epilepsi

  • Dewasa: 2–10 mg, 2–4 kali sehari
  • Anak-anak: dosis akan ditentukan oleh dokter

Tujuan: Menangani gangguan kecemasan berat

  • Dewasa: 2–10 mg, 2–4 kali sehari
  • Lansia: 1–5 mg, 2–4 kali sehari
  • Anak-anak: 1–2,5 mg, 3–4 kali sehari

Tujuan: Mengatasi insomnia akibat gangguan kecemasan

  • Dewasa: 5–15 mg, dikonsumsi menjelang tidur
  • Lansia: 2,5–7,5 mg, dikonsumsi menjelang tidur

Tujuan: Mengurangi gejala putus alkohol

  • Dewasa: 10 mg, 3–4 kali pada hari pertama; kemudian 5 mg 3–4 kali sehari sesuai kebutuhan.
  • Lansia: 5 mg, 3–4 kali pada hari pertama; kemudian 2,5 mg 3–4 kali sehari sesuai kebutuhan.

Tujuan: Sebagai obat penenang sebelum operasi

  • Dewasa: 5–20 mg
  • Lansia: 2,5–10 mg
  • Anak-anak: 2–10 mg

Diazepam juga tersedia dalam bentuk injeksi, yang diberikan oleh dokter di fasilitas kesehatan seperti rumah sakit atau klinik dan harus diawasi langsung oleh dokter, karena dosis dan lama pengobatan akan disesuaikan dengan kondisi pasien. Penting untuk diingat, obat ini tidak boleh digunakan sendiri di rumah, karena pemakaian yang tidak tepat bisa menimbulkan efek samping serius.

Cara Menggunakan Valisanbe dengan Benar

Gunakan Valisanbe sesuai anjuran dokter dan aturan pakai yang tertera pada kemasan. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa persetujuan dokter. Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari Valisanbe, pastikan Anda mengetahui cara penggunaannya yang benar. Berikut adalah panduannya: 

  • Valisanbe bisa diminum sebelum atau sesudah makan, tapi jika perut terasa tidak nyaman, minumlah setelah makan.
  • Telan tablet Valisanbe dengan utuh menggunakan air putih. Jangan dibelah, dikunyah, atau dihancurkan. 
  • Minumlah Valisanbe di waktu yang sama setiap hari. Jika Anda lupa, segera minum obat ini saat teringat. Namun, jika waktu minum berikutnya sudah dekat, lewati dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis.
  • Hindari konsumsi grapefruit selama menggunakan diazepam, kecuali dibolehkan oleh dokter. Mengonsumsi grapefruit saat menjalani pengobatan dengan diazepam bisa meningkatkan risiko timbulnya efek samping.
  • Selalu patuhi jadwal kontrol yang dianjurkan dokter agar kondisi Anda dan efektivitas pengobatan dapat dipantau dengan baik. Selama menjalani pengobatan dengan Valisanbe, dokter akan memeriksa kondisi darah, jantung, dan metabolisme untuk memastikan obat bekerja dengan aman.
  • Jangan menghentikan penggunaan Valisanbe tanpa sepengetahuan dokter. Jika obat perlu dihentikan, dokter akan menurunkan dosis secara bertahap. Cara ini penting untuk mencegah gejala putus obat, seperti sulit tidur, rasa cemas atau panik, jantung berdebar, keringat dingin, hingga kejang. Jika muncul gejala-gejala tersebut, segera hubungi dokter.
  • Jangan berikan Valisanbe ke orang lain, meskipun gejalanya mirip dengan Anda serta jangan menggunakan obat yang sudah kedaluwarsa.
  • Simpan Valisanbe di tempat bersuhu ruangan, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Valisanbe dengan Obat Lain

Penggunaan Valisanbe dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan interaksi obat. Beberapa efek interaksi yang perlu diperhatikan di antaranya: 

  • Penurunan kadar dan efek diazepam bila digunakan dengan rifampicin, carbamazepine, phenytoin, teofilin, atau antasida
  • Peningkatan risiko terjadinya gangguan pernapasan berat, koma, hingga kematian, bila digunakan dengan obat golongan opioid, misalnya morfin
  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping jika digunakan dengan obat antipsikotik, antihistamin, antikonvulsan lain, antiansietas lain, obat bius, obat antidepresan golongan MAOI, atau barbiturat
  • Peningkatan efek penenang dari diazepam jika digunakan dengan zidovudine atau disulfiram
  • Peningkatan efek diazepam jika digunakan dengan isoniazid, cimetidine, erythromycin, ketoconazole, atau omeprazole

Selalu konsultasikan ke dokter mengenai semua obat yang sedang Anda konsumsi untuk mencegah interaksi yang merugikan.

Efek Samping dan Bahaya Valisanbe

Penggunaan Valisanbe dapat menimbulkan beberapa efek samping. Segera konsultasikan ke dokter jika muncul efek samping berikut selama pemakaian Valisanbe, seperti:

  • Mengantuk
  • Pusing
  • Lelah
  • Gangguan konsentrasi

Meskipun jarang terjadi, Valisanbe dapat menimbulkan efek samping serius, seperti:

  • Reaksi alergi, seperti ruam, gatal-gatal, wajah bengkak, atau sesak napas.
  • Gangguan pernapasan
  • Ketergantungan dan gejala putus obat, terutama bila digunakan jangka panjang
  • Gangguan kecemasan, serangan panik, insomnia, atau kejang makin parah
  • Gangguan suasana hati dan mental, seperti gelisah, mudah marah, halusinasi atau delusi, sering mimpi buruk, depresi, linglung, sulit mengingat atau justru hilang ingatan, hingga muncul keinginan untuk bunuh diri
  • Gangguan perilaku, seperti berperilaku impulsif atau kompulsif
  • Sulit berbicara atau sulit berdiri
  • Penyakit kuning
  • Sulit berkemih
  • Tremor
  • Sakit tenggorokan atau demam yang tidak kunjung membaik

Konsultasikan diri Anda ke dokter bila keluhan dan efek samping di atas tidak kunjung mereda atau malah memburuk. Agar lebih mudah, Anda bisa menggunakan fitur Chat Bersama Dokter atau buat janji konsultasi di aplikasi Alodokter.