Xanax bermanfaat untuk mengobati gangguan kecemasan dan gangguan panik. Obat yang hanya bisa dikonsumsi dengan resep dokter ini mengandung bahan aktif alprazolam.

Kandungan alprazolam di dalam Xanax bekerja dengan cara memengaruhi otak untuk menghasilkan efek menenangkan, sehingga membuat penggunanya merasa lebih tenang.

Xanax - Alodokter

Produk Xanax terdiri dari dua jenis, yaitu:

  • Xanax
    Produk dengan bentuk kaplet ini dibagi ke dalam dua jenis, yaitu Xanax kaplet dengan kandungan alprazolam 0,25 mg dan 1 mg.
  • Xanax XR
    Produk ini tersedia dalam bentuk tablet. Xanax XR terdiri dari dua jenis, yaitu tablet dengan kandungan alprazolam 0,5 mg dan 1 mg.

Tentang Xanax

Golongan Benzodiazepine
Bahan Aktif Alprazolam
Kategori Obat resep
Manfaat Mengatasi gangguan kecemasan dan gangguan panik.
Dikonsumsi oleh Dewasa dan lansia
Kategori kehamilan dan menyusui Kategori D: Ada bukti positif mengenai risiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh mungkin lebih besar dari risikonya, misalnya untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa.

Xanax dapat diserap ke dalam ASI. Konsultasikan ke dokter terlebih dahulu jika Anda sedang menyusui dan ingin menggunakan Xanax.

Bentuk Kaplet dan tablet

Peringatan:

  • Jangan menggunakan Xanax ketika sedang hamil. Obat ini dapat menyebabkan kecacatan pada bayi baru lahir.
  • Jangan menggunakan obat ini bila memiliki alergi terhadap Xanax dan obat penenang lainnya, seperti chlordiazepoxide, diazepam, dan lorazepam.
  • Hati-hati bagi lansia yang mengonsumsi Xanax. Obat ini berisiko menimbulkan efek samping dan overdosis pada lansia.
  • Xanax dapat menyebabkan kecanduan, konsultasikan dengan dokter mengenai aturan minum Xanax.
  • Sebelum menggunakan Xanax, beri tahu dokter jika pernah atau sedang menderita kejang, epilepsi, gangguan pernapasan, asma, penyakit ginjal, atau penyakit liver.
  • Hati-hati menggunakan Xanax pada penderita glaukoma, karena Alprazolam dapat meningkatkan tekanan pada bola
  • Jangan minum alkohol ketika minum Xanax karena berisiko menimbulkan gangguan pernapasan dan gangguan kesadaran yang berakibat fatal.
  • Informasikan ke dokter jika pernah mengalami depresi atau ide bunuh diri.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Dosis Xanax

Dosis Xanax berbeda-beda berdasarkan gangguan yang dialami penderitanya. Di bawah ini adalah dosis Xanax yang dibagi berdasarkan tujuan penggunaannya:

Untuk meredakan gangguan kecemasan

Dosis dewasa: 0,25-0,5 mg setiap 6-8 jam untuk mengatasi gangguan kecemasan. Dokter dapat meningkatkan dosis Xanax tiap 3-4 hari. Dosis maksimal 4 mg per hari.

Untuk mengatasi gangguan panik

Dosis Xanax atau Xanax XR untuk mengatasi gangguan panik adalah:

  • Xanax untuk dewasa
    Dosis awalnya dalah 0,5 mg setiap 8 jam, namun dosis dapat ditingkatkan tiap 3-4 hari. Dosis maksimal adalah 10 mg per hari.
  • Xanax XR untuk dewasa
    Dosis awalnya adalah 0,5-1 mg per hari, namun dosis dapat ditingkatkan tiap 3-4 hari, hingga mencapai dosis 3-6 mg per hari.
  • Xanax untuk lansia
    Dosis awalnya adalah 0,25 mg tiap 8-12 jam. Dosis dapat ditingkatkan tiap 3-4 hari, hingga mencapai dosis 5-6 mg per hari.
  • Xanax XR untuk lansia
    Dosis awalnya adalah 0,25 mg tiap 8-12 jam. Dosis dapat ditingkatkan tiap 3-4 hari, hingga mencapai dosis 1-4 mg per hari.

Mengonsumsi Xanax dengan Benar

Xanax dapat dikonsumsi sebelum makan atau sesudah makan. Namun perlu diketahui, mengonsumsi Xanax sesudah makan dapat mengurangi efek kantuk dari Xanax.

Konsultasikan dengan dokter apabila kondisi Anda tidak kunjung membaik meski telah mengonsumsi Xanax.

Jangan menghentikan penggunaan Xanax tanpa anjuran dari dokter, karena dapat menyebabkan gejala putus obat. Tanyakan kepada dokter bagaimana cara menghentikan penggunaan obat dengan aman.

Xanax XR dikonsumsi sekali sehari dan dianjurkan untuk dikonsumsi pada pagi hari. Jangan mengunyah atau menghancurkan tablet, telanlah tablet Xanax XR bulat-bulat.

Untuk menjaga kualitas obat, simpan Xanax pada suhu ruangan, jauh dari suhu panas dan lembab, dan jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Xanax dengan Obat Lainnya clorazepate

Di bawah ini adalah beberapa jenis obat yang dapat menimbulkan interaksi jika digunakan bersamaan dengan Xanax:

Kenali Efek Samping dan Bahaya Xanax

Ada beberapa efek samping yang dapat muncul setelah mengonsumsi Xanax, di antaranya:

  • Kantuk
  • Mudah lelah
  • Pusing
  • Gangguan ingatan
  • Air liur menjadi lebih banyak atau ngeces
  • Gairah seksual menurun
  • Gangguan keseimbangan
  • Merasa cemas

Periksakan diri Anda ke dokter jika efek samping di atas tidak kunjung hilang atau makin parah. Segera ke IGD jika Anda mengalami reaksi alergi obat yang berat (syok anafilaktik), atau jika Anda mengalami keluhan sebagai berikut:

  • Menjadi depresi, ingin melukai diri sendiri, hingga bunuh diri.
  • Muncul pikiran yang mengganggu dan terus menerus.
  • Melakukan tindakan di luar kebiasaan.
  • Tampak bingung, mudah marah, gelisah, atau berhalusinasi.
  • Jantung berdebar.
  • Gerakan tubuh yang tidak bisa dikontrol, gemetar, atau kejang.
  • Sulit bicara atau bicara menjadi cadel.