Xenifar adalah obat radang sendi yang mengandung naproxen. Xenifar bermanfaat untuk meredakan gejala rheumatoid arthritis, osteoarthritis, atau ankylosing spondylitis. Xenifar juga bisa digunakan meringankan nyeri pascaoperasi, nyeri haid, atau serangan nyeri pada penyakit asam urat.
Xenifar mengandung 500 mg naproxen per kaplet. Zat aktif obat ini bekerja dengan cara menghambat enzim cyclooxygenase yang memproduksi senyawa penyebab radang. Dengan begitu, gejala peradangan, termasuk nyeri dan bengkak akan lenyap.

Apa Itu Xenifar
| Bahan aktif | Naproxen |
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) |
| Manfaat | Meringankan gejala radang sendi pada rheumatoid arthritis, osteoarthritis, ankylosing spondylitis, atau serangan gout (asam urat) |
| Meredakan nyeri ringan hingga sedang, seperti pada dismenore atau nyeri setelah operasi | |
| Dikonsumsi oleh | Dewasa usia ≥16 tahun |
| Xenifar untuk ibu hamil | Usia kehamilan <20 minggu |
| Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping naproxen terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. | |
| Obat ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin. | |
| Usia kehamilan ≥20 minggu | |
| Kategori D: Ada bukti bahwa naproxen berisiko terhadap janin manusia. Namun, obat dalam kategori ini masih mungkin digunakan ketika manfaat yang diperoleh lebih besar daripada risikonya, misalnya untuk mengatasi situasi yang mengancam nyawa. | |
| Xenifar untuk ibu menyusui | Produk naproxen, seperti Xenifar, tidak disarankan bagi ibu menyusui yang bayinya lahir prematur atau usianya belum mencapai 1 bulan. |
| Tanyakan kepada dokter mengenai pilihan obat lain yang lebih aman digunakan selama masa menyusui. | |
| Bentuk obat | Kaplet |
Peringatan sebelum Menggunakan Xenifar
Xenifar tidak boleh digunakan oleh orang yang pernah mengalami serangan asma atau reaksi alergi berat setelah menggunakan aspirin atau obat lain dari kelompok NSAID, seperti ibuprofen atau asam mefenamat.
Hal penting lain yang perlu Anda perhatikan sebelum menggunakan Xenifar adalah:
- Beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang Anda miliki. Xenifar tidak boleh dikonsumsi oleh orang yang alergi terhadap naproxen.
- Jangan menggunakan Xenifar jika Anda sedang mengalami perdarahan saluran cerna, ulkus duodenum, gagal hati, tukak lambung, atau gagal ginjal.
- Informasikan kepada dokter jika Anda memiliki penyakit jantung maupun stroke, atau kondisi lain yang bisa memicu penyakit tersebut, termasuk kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, diabetes, atau kebiasaan merokok. Beri tahu juga jika Anda baru-baru ini mengalami serangan jantung.
- Sampaikan kepada dokter jika Anda sedang atau pernah mengalami gangguan pembekuan darah, lupus, polip hidung, penyakit liver, edema, penyakit ginjal, heartburn berulang, atau radang usus, seperti penyakit Crohn.
- Berkonsultasilah ke dokter sebelum menggunakan Xenifar jika Anda sedang hamil, mungkin sedang hamil, atau sedang menyusui.
- Informasikan kepada dokter jika Anda sedang menjalani program hamil atau pemeriksaan untuk mengetahui penyebab sulit hamil. Obat penghilang nyeri berbahan naproxen bisa menurunkan kesuburan pada wanita.
- Jangan menggunakan produk naproxen untuk mengatasi nyeri sebelum atau sesudah operasi bypass jantung karena bisa memicu serangan jantung maupun stroke.
- Beri tahu dokter mengenai semua suplemen, produk herbal, atau obat lain yang sedang Anda gunakan. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi interaksi antarobat.
- Jangan langsung mengemudi atau melakukan aktivitas lain yang membutuhkan kewaspadaan setelah minum Xenifar. Kandungan obat ini dapat menyebabkan pusing dan kantuk. Pastikan kondisi Anda sudah benar-benar prima sebelum melakukan kegiatan tersebut.
- Hindari konsumsi minuman beralkohol selama menjalani pengobatan dengan Xenifar agar tidak timbul perdarahan saluran pencernaan.
- Segera ke dokter jika timbul reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah menggunakan Xenifar.
Dosis dan Aturan Pakai Xenifar
Berikut adalah rekomendasi dosis naproxen dalam Xenifar berdasarkan kondisi yang ditangani:
Kondisi: Rheumatoid arthritis, osteoarthritis, atau ankylosing spondylitis
- Dewasa: 500–1.000 mg per hari yang dibagi dalam 2 kali konsumsi, yaitu pagi dan malam hari. Jika perlu, dosis bisa ditambah hingga 1.500 mg per hari.
Kondisi: Serangan nyeri pada penyakit asam urat
- Dewasa: Dosis awal 750 mg, lalu dilanjutkan dengan 250 mg tiap 8 jam, hingga nyeri mereda.
Kondisi: Nyeri ringan hingga sedang, misalnya nyeri haid atau nyeri
- Dewasa: Dosis awal 500 mg, lalu dilanjutkan dengan 250 mg tiap 6–8 jam atau 500 mg tiap 12 jam, selama dibutuhkan.
Cara Menggunakan Xenifar dengan Benar
Gunakanlah Xenifar sesuai anjuran dokter dan petunjuk yang tertera pada kemasannya. Jangan menambah atau mengurangi dosis yang dianjurkan tanpa sepengetahuan dokter.
Agar hasil pengobatan maksimal, ikutilah panduan penggunaan Xenifar berikut ini:
- Konsumsilah Xenifar pada waktu makan atau segera setelah makan.
- Telan kaplet Xenifar dengan air putih.
- Jika Anda lupa menggunakan Xenifar, minumlah obat ini begitu teringat. Namun, bila jadwal konsumsi berikutnya sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis.
- Xenifar untuk mengatasi nyeri akut, seperti nyeri haid atau nyeri pascaoperasi, hanya dikonsumsi ketika ada keluhan. Hentikan penggunaan obat ini jika gejala nyeri sudah hilang. Hubungi dokter melalui chat jika nyeri belum mereda meski sudah 7 hari menggunakan Xenifar.
- Periksalah tekanan darah Anda setiap hari dengan menggunakan tensimeter bila memungkinkan, terutama jika memiliki hipertensi. Beri tahu dokter jika tekanan darah terlalu tinggi. Penggunaan Xenifar dapat meningkatkan tekanan darah.
- Lakukan kontrol sesuai jadwal yang diberikan dokter agar kondisi dan respons terapi dapat terpantau, terutama jika diresepkan Xenifar untuk mengatasi nyeri kronis, seperti radang sendi. Anda mungkin akan diminta untuk menjalani tes darah lengkap secara berkala.
- Simpan Xenifar di tempat bersuhu ruangan dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
- Jangan konsumsi Xenifar yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa.
Interaksi Xenifar dengan Obat Lain
Berikut ini adalah sejumlah efek interaksi yang bisa terjadi jika naproxen pada Xenifar digunakan bersama obat lain:
- Peningkatan risiko terjadinya perdarahan pada saluran pencernaan jika digunakan bersama obat lain dari kelompok NSAID, kortikosteroid, antidepresan jenis SSRI, atau antikoagulan, seperti warfarin
- Peningkatan risiko terjadinya kerusakan ginjal jika digunakan dengan obat tacrolimus dan gentamicin
- Peningkatan risiko terjadinya kelainan darah jika digunakan bersama zidovudine
- Peningkatan risiko timbulnya efek samping dan overdosis naproxen jika digunakan dengan probenecid
- Peningkatan risiko timbulnya efek samping dari obat lithium, digoxin, methotrexate
- Penurunan penyerapan naproxen jika digunakan dengan obat maag antasida, cholestyramine, atau sukralfat
- Penurunan efektivitas obat antihipertensi, seperti angiotensin II receptor blockers, beta-blocker, ACE inhibitor; atau obat diuretik, seperti furosemide
Agar terhindar dari efek interaksi yang tidak diinginkan, mintalah saran dokter jika akan menggunakan obat lain bersama Xenifar.
Efek Samping dan Bahaya Xenifar
Efek samping yang timbul akibat konsumsi Xenifar bisa berupa:
- Dispepsia
- Mual atau muntah
- Diare
- Pusing
- Kantuk
Hubungi dokter jika efek samping yang muncul tidak membaik atau bertambah parah. Guna mendapatkan penanganan awal yang cepat, Anda bisa berkonsultasi melalui Chat Bersama Dokter atau buat janji temu dengan dokter di ALODOKTER untuk pemeriksaan langsung.
Segeralah ke IGD rumah sakit terdekat jika timbul reaksi alergi obat, atau efek samping yang mengganggu, termasuk:
- Pusing berat seperti akan pingsan
- Gejala perdarahan saluran cerna, seperti BAB berdarah, tinja berwarna hitam seperti aspal, muntah darah, atau muntah hitam seperti ampas kopi
- Gangguan liver, yang gejalanya berupa nyeri berat di perut kanan atas, urine keruh atau berwarna gelap, tinja berwarna pucat seperti dempul, kulit dan bagian putih mata berwarna kekuningan
- Gejala gangguan ginjal, seperti urine yang keluar makin sedikit atau tidak keluar sama sekali
- Lumpuh sebelah badan atau bicara cadel yang terjadi secara tiba-tiba
- Sakit kepala parah, telinga berdenging, penglihatan buram, jantung berdebar
- Nyeri dada yang menjalar sampai ke bahu, sesak napas, berat badan naik drastis secara mendadak, pembengkakan di tungkai atau kaki (edema)
- Lemah otot sampai sulit untuk menggerakan tubuh, detak jantung terlalu cepat atau tidak beraturan
- Ruam kulit mengelupas, luka lepuh di bibir, mulut, atau mata, yang diikuti dengan demam
- Mudah memar tanpa sebab yang jelas, atau perdarahan dari luka atau bagian tubuh manapun yang sulit berhenti