Aspirin

Pengertian Aspirin

Merk dagang: Ascardia, Aspilets, Farmasal, Miniaspi 80, Thrombo Aspilets

Aspirin adalah obat yang umum digunakan untuk mengatasi rasa sakit, menurunkan demam, atau peradangan. Aspirin juga sering digunakan untuk mengurangi risiko serangan jantung, stroke, dan angina, karena dapat menghambat terjadinya penggumpalan darah. Dokter bisa meresepkan aspirin kepada anak-anak yang baru menjalani operasi atau pengidap penyakit Kawasaki.

Aspirin dalam dosis tinggi (biasanya 300mg) berguna untuk mengobati sakit kepala dan gigi, migrain, mengatasi pilek dan flu, meredakan pembengkakan, serta menurunkan demam. Aspirin dengan dosis rendah (biasanya 75mg) memiliki efek antiplatelet, yaitu sebagai pengencer darah dan membantu menghentikan penggumpalan darah.

Dokter mungkin akan memberikan aspirin dengan dosis rendah kepada memiliki stroke atau transient ischemic attack (TIA), serangan jantung atau angina, penyakit arteri perifer (peripheral arterial disease, PAD), atau pasien yang baru menjalani operasi di daerah jantung dan pembuluh darah.

Tentang Aspirin

Golongan ·         Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAIDs)·         Antikogulan

·         Antiplatelet

·         Antifibrinolitik

·         Analgesik

Kategori Obat resep
Manfaat ·         Menghilangkan rasa sakit·         Meredakan pembengkakan

·         Menurunkan demam

·         Pengencer darah

Dikonsumsi oleh Dewasa (anak-anak dengan resep dokter)
Kategori kehamilan dan menyusui Masuk ke dalam Kategori C, apabila dikonsumsi di bawah kehamilan trimester ketiga. (Kategori C: studi pada hewan menunjukkan adanya efek terhadap janin dan bisa menyebabkan kecacatan atau kematian, namun studi pada manusia belum tersedia. Obat kategori ini boleh diberikan pada manusia apabila manfaatnya melebihi risikonya pada janin).

Masuk ke dalam Kategori D, apabila dikonsumsi dalam dosis penuh pada kehamilan trimester ketiga. (Kategori D: terdapat bukti yang positif bahwa obat mempengaruhi janin, tetapi penggunaannya pada manusia mungkin masih dapat diterima walaupun berisiko, misalnya pada keadaan darurat yang membutuhkan obat tersebut, pada suatu penyakit serius ketika obat lain yang lebih aman tidak tersedia, dan pada keadaan yang apabila tidak diobati akan menyebabkan sesuatu yang lebih fatal).

Bentuk obat Tablet, kapsul, pil, bubuk, dan gum (permen karet)

Peringatan:

Sebelum mengonsumsi aspirin, beri tahu dokter jika Anda:

  • Sedang merencanakan kehamilan, mengandung, atau menyusui.
  • Pernah mengalami gangguan hati, ginjal, jantung, atau tekanan darah tinggi.
  • Memiliki riwayat hemofilia, perdarahan di usus, sakit maag, serta asma.
  • Anak-anak atau remaja, di bawah usia 16 tahun, yang ingin mengatasi demam, gejala flu, atau cacar air.
  • Sedang menggunakan obat-obatan lain.
  • Memiliki alergi terhadap obat. Jika tidak bisa menggunakan aspirin, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk mengonsumsi paracetamol (untuk meredakan rasa sakit) atau clopidogrel (untuk mencegah penggumpalan darah).

Dosis Aspirin

Kondisi Dosis
Demam 325 - 650 mg setiap 4 - 6 jam sekali, tergantung kondisi. Maksimal 4 g/hari.
Serangan jantung 75 - 325 mg/hari.
Rheumatoid arthritis 80 - 100 mg perhari, dibagi 5 - 6 kali, untuk kondisi akut, bisa dikonsumsi sampai 130 mg/hari.
Gangguan persendian Dosis awal 2,4 - 3,6 g/hari, selanjutnya 3,6 - 5,4 g/hari
Stent implantation 325 mg 2 jam sebelum prosedur, diikuti dengan 160 – 325 mg/hari setelah prosedur dilakukan.

Mengonsumsi Aspirin dengan Benar

Aspirin bisa dikonsumsi sebelum atau sesudah makan, dan diminum dengan air putih. Agar lebih jelas, pastikan selalu membaca informasi yang tertera di kemasan. Aspirin dalam bentuk tablet, pil, dan kapsul baik dikonsumsi dalam keadaan utuh, jangan dipatahkan, dihancurkan, atau dikunyah. Usahakan untuk mengonsumsi aspirin pada waktu yang sama tiap hari agar pengobatan lebih efektif.

Gunakan obat ini sesuai dengan resep dokter. Jangan menambahkan atau mengurangi dosis yang diberikan dokter. Bagi pasien yang lupa mengonsumsi aspirin, disarankan untuk segera meminumnya jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis di jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.

Interaksi Obat

Aspirin berpotensi menimbulkan interaksi antar obat jika dikonsumsi bersamaan dengan beberapa jenis obat tertentu. Interaksi antar obat itu bisa menyebabkan perubahan efek pada aspirin, bahkan meningkatkan risiko timbulnya efek samping dari penggunaan aspirin. Oleh karena itu, interaksi antar obat harus diperhatikan.

Obat-obatan yang berpotensi menimbulkan interaksi dengan aspirin contohnya obat antiinflamasi nonsteroid (NSAIDs), obat-obatan steroid, obat-obatan antikogulan, obat-obatan antidepresan, obat-obatan untuk menangani tekanan darah tinggi dan epilepsi, serta obat-obatan lain yang mengandung aspirin.

Efek Samping Aspirin

Umumnya, aspirin menimbulkan efek samping berupa gangguan pencernaan, sakit perut, mengalami perdarahan atau memar di beberapa bagian tubuh. Untuk mengurangi risiko tersebut, disarankan mengonsumsi aspirin dengan makanan.

Beberapa efek samping lain yang jarang terjadi di antaranya:

  • Serangan asma secara mendadak dan alergi berupa gangguan pernapasan, pembengkakan di mulut, tenggorokan, atau bibir.
  • Perdarahan di perut yang menyebabkan muntah darah dan perdarahan di otak yang bisa mengganggu pengelihatan, sakit kepala, dan bicara cadel.
  • Biduran (kemunculan bilur berwarna merah atau putih yang terasa gatal) dan tinnitus (bunyi atau dengungan pada telinga).