Brilinta adalah obat antiplatelet yang digunakan untuk mencegah penggumpalan darah. Obat ini umumnya diresepkan pada pasien yang memiliki risiko tinggi terkena serangan jantung atau stroke akibat kondisi tersebut. Brilinta mengandung bahan aktif ticagrelor.
Ticagrelor dalam Brilinta bekerja dengan cara mencegah keping darah (platelet) agar tidak saling menempel dan membentuk gumpalan darah. Dengan begitu, aliran darah tetap lancar dan risiko terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah dapat dikurangi.

Brilinta umumnya digunakan untuk mencegah serangan jantung atau stroke berulang pada individu yang berisiko mengalaminya, misalnya pada penderita sindrom koroner akut dan penyakit jantung koroner. Pada kondisi ini, Brilinta biasanya dikombinasikan dengan aspirin dosis rendah.
Produk Brilinta
Brilinta tersedia dalam kemasan tablet salut selaput dan orodispersible tablet (ODT) dengan beberapa pilihan dosis, yaitu:
- Brilinta 90 mg 14 tablet
- Brilinta 60 mg 14 tablet
- Brilinta 90 mg ODT
Apa Itu Brilinta
| Bahan aktif | Ticagrelor |
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Pengencer darah (antiplatelet) |
| Manfaat | Mencegah terjadinya serangan jantung atau stroke akibat penggumpalan darah pada penderita sindrom koroner akut, penyakit jantung koroner, atau orang dengan riwayat stroke |
| Digunakan oleh | Dewasa |
| Brilinta untuk ibu hamil | Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. |
| Obat ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin. | |
| Brilinta untuk ibu menyusui | Jangan menggunakan Brilinta tanpa arahan dokter, terutama bila menyusui bayi baru lahir atau bayi lahir prematur. Hubungi dokter jika timbul keluhan pada bayi, seperti mudah memar atau perdarahan yang tidak jelas penyebabnya, bila ibu menggunakan Brilinta. |
| Bentuk obat | Tablet salut selaput dan ODT |
Peringatan sebelum Menggunakan Brilinta
Penggunaan Brilinta harus mengikuti saran atau resep dari dokter. Hal-hal yang harus Anda perhatikan sebelum mengonsumsi obat ini, yaitu:
- Informasikan kepada dokter mengenai riwayat alergi yang Anda miliki. Individu yang alergi terhadap ticagrelor tidak boleh menggunakan Brilinta.
- Beri tahu dokter jika Anda pernah atau baru saja mengalami perdarahan, misalnya perdarahan saluran pencernaan akibat tukak lambung, atau perdarahan di otak karena cedera kepala.
- Sampaikan kepada dokter jika Anda pernah atau sedang menderita stroke; tukak lambung; penyakit jantung; polip usus; gangguan irama jantung; penyakit liver; asma; penyakit paru obstruktif kronis (PPOK); atau gangguan pembekuan darah, termasuk hemofilia.
- Konsultasikan dengan dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal. Tujuannya adalah untuk menghindari interaksi obat yang tidak diinginkan.
- Diskusikan dengan dokter bahwa Anda sedang menggunakan Brilinta jika direncanakan untuk menjalani tindakan medis apa pun, termasuk operasi bypass jantung.
- Hindari konsumsi minuman beralkohol selama menjalani pengobatan dengan Brilinta. Hal ini untuk mencegah terjadinya perdarahan saluran cerna.
- Sebisa mungkin hindari aktivitas yang dapat menyebabkan cedera. Obat ini dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan ketika terjadi luka.
- Pastikan untuk memberi tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan.
- Segera ke dokter jika mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius selama menggunakan Brilinta.
Dosis dan Aturan Pakai Brilinta
Dosis Brilinta dan lama pengobatan akan ditentukan oleh dokter berdasarkan kondisi dan respons pasien terhadap pengobatan. Secara umum, berikut adalah rincian dosis Brilinta untuk orang dewasa:
Tujuan: Mengobati sindrom koroner akut atau serangan jantung yang baru terjadi (<1 tahun)
- Dosis awal 180 mg (1 kali).
- Dosis perawatan sebanyak 90 mg, 2 kali sehari, selama 1 tahun.
- Dosis perawatan setelah 1 tahun: 60 mg, 2 kali sehari.
Tujuan: Mencegah terjadinya serangan jantung dan stroke pada pasien dengan penyakit jantung koroner
- 60 mg, 2 kali sehari.
Tujuan: Mencegah stroke lanjutan pada pasien dengan transient ischaemic attack (TIA)
- Dosis awal 180 mg (1 kali), diikuti dengan dosis lanjutan 90 mg, 2 kali sehari, dikonsumsi selama 30 hari.
Untuk penggunaan jangka panjang, Brilinta umumnya dikombinasikan dengan aspirin dosis rendah (75–100 mg), kecuali jika pasien menjalani pemasangan ring jantung atau memiliki risiko perdarahan.
Cara Menggunakan Brilinta dengan Benar
Gunakan Brilinta sesuai anjuran dokter dan aturan pakai yang tertera pada kemasan. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa persetujuan dokter. Apabila Brilinta dikombinasikan bersama aspirin, pastikan untuk tidak mengubah dosis obat tersebut. Aspirin dalam dosis tinggi justru akan menurunkan efektivitas Brilinta.
Agar aman, perhatikan cara menggunakan Brilinta dengan benar berikut ini:
- Brilinta bisa diminum sebelum atau sesudah makan. Telan tablet obat secara utuh dengan bantuan air putih.
- Apabila kesulitan menelan tablet, geruslah obat sampai berbentuk serbuk halus dan campurkan ke dalam setengah gelas air, lalu minumlah sampai habis. Selanjutnya, isi gelas tersebut dengan setengah gelas air lagi, kemudian diminum.
- Jika diresepkan Brilinta sediaan ODT, letakkan obat di mulut dan biarkan hingga meleleh. Anda bisa mengonsumsi Brilinta tablet orodispersible dengan cara melarutkannya ke dalam setengah gelas air putih.
- Jika Anda lupa mengonsumsi Brilinta, segera minum obat ini begitu teringat. Namun, bila waktu minum obat berikutnya sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
- Jangan menghentikan penggunaan Brilinta tanpa persetujuan dokter. Berhenti menggunakan obat secara sembarangan bisa meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung maupun stroke.
- Lakukan kontrol sesuai dengan jadwal yang diberikan dokter agar kondisi dan respons terapi dapat terpantau. Selama menggunakan Brilinta, Anda mungkin akan diminta untuk menjalani tes fungsi hati dan cek asam urat.
- Simpan Brilinta di tempat bersuhu ruangan dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
- Jangan menggunakan Brilinta yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa.
Interaksi Brilinta dengan Obat Lain
Berdasarkan bahan aktifnya, efek interaksi yang bisa terjadi jika Brilinta digunakan bersama obat-obat tertentu adalah:
- Peningkatan risiko terjadinya perdarahan jika digunakan bersama OAINS, seperti ibuprofen atau naproxen, atau obat antikoagulan, misalnya warfarin
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping Brilinta bila digunakan dengan ketoconazole, ritonavir, atau clarithromycin
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping dari digoxin, simvastatin, atau lovastatin
- Penurunan efektivitas Brilinta jika digunakan bersama carbamazepine, phenytoin, phenobarbital, atau rifampicin
Agar terhindar dari efek interaksi yang tidak diinginkan, selalu diskusikan bersama dokter jika Anda hendak menggunakan obat lain saat menjalani pengobatan dengan Brilinta.
Efek Samping dan Bahaya Brilinta
Sejumlah efek samping yang bisa terjadi selama menggunakan Brilintameliputi:
- Peningkatan kadar asam urat
- Mual
- Sesak napas ringan
- Sakit kepala atau pusing
- Mimisan
Konsultasikan dengan dokter lewat chat jika efek samping di atas tidak kunjung reda atau bertambah parah. Segera temui dokter jika setelah minum Brilinta timbul reaksi alergi obat atau efek samping yang lebih serius, seperti:
- Denyut jantung cepat, lambat, atau tidak teratur
- Mimisan yang sulit berhenti, kencing berdarah, batuk berdarah, muntah darah atau muntah seperti bubuk kopi, serta buang air besar berdarah atau hitam seperti aspal
- Lumpuh sebelah badan, bicara cadel dan tidak beraturan, atau tidak mampu berbicara sama sekali meski sadar, penglihatan buram, hilang keseimbangan, wajah tidak simetris atau salah satu sisi wajah turun akibat otot wajah yang melemah
- Gejala bradikardia, seperti denyut jantung lambat, nyeri dada, linglung, pusing berat seperti akan pingsan
- Gangguan penglihatan
- Sesak napas meski sedang dalam keadaan istirahat atau posisi berbaring