Chlorzoxazone adalah obat untuk mengatasi nyeri akibat kram otot. Agar efek pengobatannya maksimal, penggunaan obat ini perlu dibarengi dengan fisioterapi dan istirahat yang cukup.

Kram otot adalah kondisi saat otot menegang sehingga menyebabkan timbulnya rasa nyeri. Rasa nyeri akibat kram otot bisa berlangsung dalam beberapa detik atau menit. Chlorzoxazone termasuk dalam golongan relaksan otot yang bekerja pada sistem saraf pusat untuk mengendurkan otot yang menegang, sehingga dapat mengurangi rasa nyeri.

Chlorzoxazone - Alodokter

Merek dagang chlorzoxazone: Solaxin.

Apa Itu Chlorzoxazone

Golongan Relaksan otot
Kategori Obat resep
Manfaat Mengatasi kram otot
Dikonsumsi oleh Dewasa
Chlorzoxazone untuk ibu hamil dan menyusui Kategori N: Belum dikategorikan.

Belum diketahui apakah chlorzoxazone dapat terserap ke dalam ASI atau tidak. Bila Anda sedang menyusui, jangan menggunakan obat ini tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter.

Bentuk obat Tablet

Peringatan Sebelum Mengonsumsi Chlorzoxazone

Chlorzoxazone tidak boleh digunakan sembarangan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum menggunakan obat ini, antara lain:

  • Jangan mengonsumsi chlorzoxazone bila Anda alergi terhadap obat ini.
  • Jangan mengonsumsi minuman beralkohol selama menjalani pengobatan dengan chlorzoxazone.
  • Jangan berkendara atau melakukan aktivitas yang membutuhkan kewaspadaan setelah mengonsumsi chlorzoxazone, karena obat ini dapat menyebabkan pusing.
  • Beri tahu dokter jika Anda pernah atau sedang menderita penyakit hati.
  • Beri tahu dokter Jika Anda berencana menjalani perawatan gigi atau operasi.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat, suplemen, atau produk herbal tertentu.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
  • Segera temui dokter jika muncul reaksi alergi obat, efek samping yang lebih serius, atau overdosis, setelah mengonsumsi chlorzoxazone.

Dosis dan Aturan Pakai Chlorzoxazone

Dosis chlorzoxazone untuk meredakan nyeri pada kram otot pada orang dewasa adalah 500 mg 3–4 kali sehari. Dosis dapat dikurangi secara bertahap hingga 250 mg 3–4 kali sehari bila kondisi membaik. Dosis maksimal adalah 750 mg, 3–4 kali sehari.

Cara Mengonsumsi Chlorzoxazone dengan Benar

Ikuti anjuran dokter dan baca petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mengonsumsi chlorzoxazone. Jangan menambah dosis atau menggunakan obat lebih lama daripada yang diresepkan dokter.

Bila lupa mengonsumsi chlorzoxazone, Anda disarankan untuk segera mengonsumsinya begitu teringat jika jeda dengan jadwal berikutnya belum terlalu dekat. Jika sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis.

Simpan chlorzoxazone dalam ruangan dengan suhu kamar. Lindungi dari paparan sinar matahari secara langsung dan jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Chlorzoxazone dengan Obat Lain

Penggunaan chlorzoxazone bersamaan dengan obat-obatan lain dapat menimbulkan efek interaksi antarobat, antara lain:

  • Meningkatkan efek chlorzoxazone di sistem saraf pusat jika digunakan bersama obat penghambat kerja sistem saraf pusat
  • Meningkatkan kadar chlorzoxazone dalam darah jika digunakan bersama disulfiram atau isoniazid

Efek Samping dan Bahaya Chlorzoxazone

Beberapa efek samping yang mungkin timbul setelah mengonsumsi chlorzoxazone adalah:

Periksakan diri ke dokter jika efek samping di atas tak kunjung reda atau justru semakin memburuk. Segera temui dokter bila terjadi reaksi alergi obat atau efek samping yang lebih serius, seperti:

  • Kebingungan
  • Buang air besar berdarah atau berwarna hitam
  • Mual dan muntah parah
  • Mudah memar atau berdarah
  • Urine berwarna gelap
  • Kulit dan mata menguning (penyakit kuning)