Cryptal adalah obat resep yang mengandung fluconazole, digunakan untuk mengatasi berbagai infeksi jamur, seperti kandidiasis di mulut, tenggorokan, organ intim, serta infeksi jamur pada organ tubuh lain. Obat ini tersedia dalam sediaan kapsul dan hanya boleh digunakan sesuai anjuran dokter.

Fluconazole yang terdapat dalam Cryptal bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan jamur penyebab infeksi. Obat ini efektif untuk mengobati infeksi jamur pada mulut (sariawan), vagina, saluran kemih, paru-paru, sampai infeksi jamur yang menyebar ke darah (infeksi sistemik).

Cryptal

Karena termasuk obat keras, penggunaan Cryptal perlu dipantau dokter agar hasil pengobatan optimal serta meminimalkan risiko efek samping.

Produk Cryptal

Cryptal terdiri dari dua macam sediaan, yaitu kapsul dan infus. Berikut ini adalah rincian produknya:

  • Cryptal kapsul, dengan kandungan 200 mg fluconazole tiap kapsul.
  • Cryptal infus, dengan kandungan 200 mg fluconazole tiap 100 ml larutan infus.

Apa Itu Cryptal

Bahan aktif Fluconazole 
Golongan Obat resep
Kategori Obat antijamur azole
Manfaat Mengatasi infeksi jamur, seperti kandidiasis (mulut, tenggorokan, vagina, esofagus), kriptokokosis, serta infeksi jamur sistemik
Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak sesuai resep dokter
Cryptal untuk ibu hamil Kategori D: Ada bukti bahwa kandungan obat berisiko terhadap janin manusia. Namun, obat dalam kategori ini masih mungkin digunakan ketika manfaat yang diperoleh lebih besar daripada risikonya, misalnya untuk mengatasi situasi yang mengancam nyawa.
Cryptal untuk ibu menyusui Cryptal umumnya aman digunakan oleh ibu menyusui sesuai aturan pakai dan hentikan penggunaan jika muncul efek samping. Namun, tetap konsultasikan pada dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi Cryptal .
Bentuk obat Kapsul dan infus

Peringatan Sebelum Menggunakan Cryptal

Cryptal hanya bisa dibeli dengan resep dokter. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu Anda perhatikan sebelum mengonsumsi obat ini:

  • Beri tahu dokter mengenai riwayat alergi yang Anda miliki. Cryptal tidak boleh digunakan oleh orang yang alergi terhadap fluconazole atau antijamur golongan azole lainnya.
  • Informasikan kepada dokter jika Anda pernah atau sedang menderita penyakit hati, HIV/AIDS, penyakit ginjal, penyakit jantung, aritmia, intoleransi laktosa atau sukrosa, hipokalsemia, hipokalemia, hipomagnesemia, atau porfiria.
  • Diskusikan dengan dokter terkait penggunaan Cryptal jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen atau produk herbal. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi terjadinya interaksi antarobat.
  • Jangan langsung mengemudi atau melakukan aktivitas lain yang memerlukan kewaspadaan setelah mengonsumsi Cryptal, karena obat ini dapat menyebabkan pusing.
  • Segera ke dokter jika muncul reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah penggunaan Cryptal.

Dosis dan Aturan Pakai Cryptal

Dosis Cryptal ditentukan oleh dokter berdasarkan jenis infeksi, tingkat keparahan, usia, berat badan, serta kondisi kesehatan pasien. Berikut adalah dosis umum penggunaan Cryptal:

Cryptal kapsul

Tujuan: Meningitis kriptokokal

  • Dewasa: Dosis awal 400 mg, dilanjutkan dengan 200–400 mg 1 kali sehari.

Tujuan: Kandidemia dan infeksi kandida sistemik lainnya

  • Dewasa: Dosis awal 400 mg pada hari pertama, kemudian 200 mg 1 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 400 mg per hari sesuai respons klinis.

Tujuan: Kandidiasis orofaringeal

  • Dewasa: 50 mg, 1 kali sehari selama 1–2 minggu.

Tujuan: Kandidiasis esofagus

  • Dewasa: 50 mg, 1 kali sehari selama 2–4 minggu.

Tujuan: Kandidiasis vagina dan kandidiasis penis (candidal balanitis)

  • Dewasa: 150 mg sebagai dosis tunggal.

Untuk penggunaan pada anak-anak, dosis biasanya disesuaikan dengan berat badan dan jenis infeksi. Konsultasikan dengan dokter agar dosis dan aturan pakai Cryptal sesuai dengan kondisi anak.

Cryptal sediaan infus

Dosis Cryptal infus akan ditentukan oleh dokter sesuai dengan kondisi pasien, berat badan, serta tingkat keparahan infeksi. Sediaan ini diberikan melalui pembuluh darah vena (intravena/IV) oleh tenaga medis di fasilitas kesehatan.

Gunakan Cryptal sesuai dengan dosis dan lama pengobatan yang ditentukan dokter. Jangan menghentikan pengobatan lebih awal meskipun gejala sudah membaik, kecuali atas anjuran dokter, untuk mencegah kekambuhan atau resistensi jamur.

Cara Menggunakan Cryptal dengan Benar

Ikuti anjuran dokter dan bacalah informasi yang tertera pada label kemasan sebelum mengonsumsi Cryptal. Jangan mengurangi atau menambah dosis tanpa persetujuan dokter.

Agar hasil pengobatan maksimal, ikuti cara menggunakan Cryptal kapsul berikut ini:

  • Konsumsilah Cryptal kapsul sebelum atau sesudah makan. Telan obat ini secara utuh dengan bantuan air putih.
  • Jika Anda lupa mengonsumsi Cryptal, segera minum obat ini begitu teringat. Namun, bila jeda waktu dengan dosis selanjutnya sudah dekat, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
  • Jangan menghentikan konsumsi Cryptal secara tiba-tiba meski Anda merasa sudah sehat atau tidak memiliki keluhan. Menghentikan obat terlalu cepat dapat menyebabkan infeksi kambuh atau belum sembuh sepenuhnya.
  • Jika Cryptal digunakan dalam jangka panjang, dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan fungsi hati atau pemeriksaan lain secara berkala untuk memantau kondisi Anda.
  • Simpan Cryptal di tempat yang kering dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.

Sementara itu, Cryptal infus diberikan melalui pembuluh darah vena (intravena/IV) oleh dokter atau petugas medis yang telah mendapat instruksi dari dokter.

Interaksi Cryptal dengan Obat Lain

Interaksi yang dapat terjadi jika Cryptal digunakan bersama obat-obat lain adalah:

  • Peningkatan risiko terjadinya aritmia jika digunakan dengan cisapride, quinidine, atau erythromycin.
  • Peningkatan risiko terjadinya gangguan pernapasan berat jika digunakan dengan fentanil.
  • Peningkatan risiko terjadinya hipoglikemia jika digunakan dengan obat antidiabetes golongan sulfonilurea, seperti glipizide atau glimepiride.
  • Peningkatan risiko terjadinya perdarahan jika digunakan dengan obat antikoagulan, seperti warfarin.
  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping dari ciclosporin, midazolam, nevirapine, amitriptyline, teofilin, atau parecoxib.
  • Peningkatan risiko terjadinya miopati dan rhabdomyolysis jika digunakan dengan simvastatin atau atorvastatin.
  • Penurunan efektivitas Cryptal jika digunakan dengan rifampicin.

Untuk mencegah terjadinya efek interaksi obat, konsultasikan dengan dokter jika Anda berencana menggunakan Cryptal bersama obat, suplemen, makanan, atau produk herbal apa pun.

Efek Samping dan Bahaya Cryptal

Mengingat Cryptal mengandung fluconazole, ada efek samping yang mungkin terjadi setelah mengonsumsi obat ini, antara lain:

  • Mual dan muntah
  • Sakit perut
  • Diare
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Ruam kulit ringan

Konsultasikan dengan dokter jika Anda mengalami efek samping di atas, terutama bila tidak kunjung membaik atau semakin berat. Anda dapat berkonsultasi secara online melalui Chat Bersama Dokter atau membuat janji temu di rumah sakit melalui fitur booking di aplikasi ALODOKTER. 

Dengan begitu, dokter akan memberikan saran dan penanganan yang sesuai untuk mengatasi keluhan tersebut.

Segera periksakan diri ke dokter bila muncul reaksi alergi obat atau efek samping serius berikut: