Demam anak tidak kunjung turun membuat orang tua merasa cemas dan khawatir karena suhu tubuh Si Kecil tetap tinggi lebih dari tiga hari atau bahkan semakin meningkat. Hal ini bisa menjadi pertanda adanya masalah serius pada kesehatan anak, sehingga penting untuk memahami penyebab hingga langkah penanganan yang tepat di rumah.

Demam merupakan respons alami ketika tubuh melawan infeksi virus atau bakteri. Kondisi ini dapat dialami siapa saja, termasuk anak-anak. Biasanya, demam dapat turun dalam beberapa hari setelah anak mendapatkan perawatan yang sesuai.

Demam Anak Tidak Kunjung Turun, Ini Penyebab dan Cara Menanganinya - Alodokter

Namun, bila demam anak tidak kunjung turun selama lebih dari tiga hari, Bunda perlu ketahui penyebabnya ya. Soalnya, demam yang tak kunjung turun bahkan mungkin suhunya meningkat mungkin saja menandakan infeksi hingga masalah kesehatan lain yang mendasarinya.

Penyebab Demam Anak Tidak Kunjung Turun

Ketika demam anak tidak kunjung turun, ada beberapa faktor utama yang mungkin menjadi penyebabnya:

1. Infeksi virus atau bakteri

Penyebab paling umum dari demam anak tidak kunjung turun dan berkepanjangan adalah adanya infeksi virus, seperti flu, COVID-19, atau adenovirus. Kondisi ini umumnya menyebabkan demam berlangsung selama 2–4 hari.

Namun, infeksi bakteri seperti tifus, pneumonia, infeksi saluran kemih, atau DBD bisa menyebabkan demam menetap hingga lebih dari 4 hari.

Pada kasus tertentu, infeksi jamur dan parasit juga dapat menjadi penyebabnya. Hal ini terjadi karena mekanisme tubuh melawan kuman masih berlangsung, sehingga suhu tubuh anak tetap tinggi sampai infeksinya terkendali.

2. Pengobatan yang tidak tepat

Pemberian obat penurun demam, seperti paracetamol atau ibuprofen, harus diberikan sesuai dosis yang dianjurkan berdasarkan berat badan dan usia anak. 

Jika dosis yang diberikan terlalu sedikit, jadwal pemberian tidak teratur, atau menggunakan obat yang tidak sesuai usia, efektivitas obat penurun demam menjadi kurang optimal. 

Selain itu, penggunaan antibiotik tanpa resep atau menghentikan antibiotik sebelum waktunya pada infeksi bakteri juga bisa memperpanjang demam.

3. Dehidrasi

Dehidrasi merupakan salah satu penyebab utama mengapa demam anak tidak kunjung turun. Saat anak mengalami demam, kebutuhan cairan tubuh secara alami meningkat karena suhu tubuh yang tinggi mempercepat proses penguapan cairan melalui kulit dan napas.

Selain itu, anak yang sedang sakit sering kali mengalami penurunan nafsu makan dan minum, sehingga asupan cairan ke dalam tubuh pun berkurang. 

Pada beberapa kasus, demam juga disertai muntah atau diare, sehingga cairan tubuh keluar dalam jumlah lebih banyak daripada yang masuk. Hal ini dapat memperparah dehidrasi yang dialami anak.

4. Komplikasi penyakit

Beberapa penyakit bisa menimbulkan komplikasi, misalnya kejang demam pada anak kecil, infeksi menyebar ke organ lain, atau terjadi syok pada kasus demam berdarah. 

Komplikasi ini terkadang membuat demam bertahan lama atau bahkan naik turun. Kondisi medis tertentu, seperti autoimun, kanker, atau gangguan tiroid, juga dapat menyebabkan demam berkepanjangan meski jarang ditemukan pada anak.

5. Lingkungan yang tidak mendukung

Lingkungan sekitar anak bisa sangat memengaruhi suhu tubuhnya. Ruangan yang panas, lembap, ventilasi kurang baik, atau anak dibalut terlalu banyak pakaian tebal dapat membuat panas tubuh terperangkap. 

Selain itu, tidur yang terganggu dan tidak cukup, anak terlalu aktif saat sakit, atau paparan panas berlebih dari luar ruangan juga bisa memperlambat penurunan suhu dan membuat demam anak tidak kunjung turun.

Mengatasi Demam Anak yang Tidak Kunjung Turun di Rumah

Penanganan pertama di rumah saat demam anak tidak kunjung turun bisa dilakukan dengan langkah-langkah berikut:

  • Pastikan anak cukup minum dengan memberikan air putih, ASI, atau cairan rehidrasi (oralit) sesuai kebutuhan anak untuk mencegah dehidrasi.
  • Berikan kompres air hangat pada dahi dan lipatan tubuh, seperti ketiak dan paha agar suhu tubuh berangsur turun.
  • Berikan obat penurun panas, seperti paracetamol atau ibuprofen, sesuai dosis dan aturan pakai.
  • Jangan sembarangan memberikan antibiotik tanpa resep dokter serta hindari pemberian obat yang tidak jelas keamanannya untuk anak.
  • Berikan makanan bernutrisi, mudah dicerna, dan hindari memaksa jika anak tidak ingin makan.
  • Ukur suhu tubuh anak dengan termometer setiap 4–6 jam dan pantau perubahan atau keluhan lain yang timbul.

Selama langkah penanganan di rumah dilakukan dengan benar dan sesuai anjuran dokter, umumnya demam anak tidak kunjung turun akan membaik sendirinya dan risiko komplikasi pub dapat ditekan.

Namun, apabila setelah tiga hari kondisi anak tidak kunjung membaik atau muncul tanda yang serius, segera konsultasikan ke dokter. Beberapa tanda yang harus diwaspadai saat demam anak tidak kunjung turun, meliputi:

  • Demam tinggi (diatas 38°C) yang berlangsung lebih dari 3 hari tanpa perbaikan
  • Anak tampak sangat lemah, lesu, mengantuk berlebihan, atau sulit dibangunkan
  • Muncul ruam merah, sesak napas, bibir atau kuku tampak kebiruan
  • Kejang, terutama jika terjadi berulang
  • Muntah hebat
  • Tidak mau minum dan makan sama sekali
  • Terdapat tanda dehidrasi, misalnya buang air kecil sangat sedikit
  • Keluhan nyeri hebat, seperti sakit kepala, sakit perut, atau sakit di dada
  • Tanda-tanda infeksi berat, seperti leher kaku, penurunan kesadaran, atau rewel tak terkendali

Demam anak tidak kunjung turun adalah situasi yang membutuhkan perhatian lebih dari orang tua. Memahami penyebab, tanda bahaya, serta penanganan awal yang tepat penting untuk mencegah komplikasi. 

Bila anak mengalami beberapa gejala di atas, sebaiknya jangan dibiarkan dan segera periksakan ke dokter ya, Bun. Dokter akan melakukan pemeriksaan lengkap untuk mencari tahu penyebab kondisi ini.

Nah, jika Bunda masih bingung mengenai demam anak tidak kunjung turun, Bunda bisa manfaatkan fitur Chat Bersama Dokter ya untuk memperoleh arahan medis awal, mengetahui tanda bahaya, serta mendapat informasi terkait langkah-langkah penanganan di rumah.