Eraphage adalah obat antidiabetes dengan kandungan metformin. Eraphage bermanfaat untuk menurunkan kadar gula darah yang tinggi pada penderita diabetes tipe 2. Eraphage digunakan sebagai bagian dari terapi diabetes yang perlu diimbangi dengan pola makan sehat dan olahraga teratur.

Metformin dalam Eraphage bekerja dengan cara meningkatkan efektivitas hormon insulin dalam mengelola gula darah, menekan produksi glukosa di hati, serta menurunkan penyerapan gula di dalam usus. Berkat 3 cara kerja ini, metformin efektif untuk menurunkan kadar gula darah yang tinggi ke batas normal.

Eraphage

Obat diabetes berbahan metformin, seperti Eraphage, merupakan salah satu obat lini pertama yang direkomendasikan dalam penanganan diabetes tipe 2. Penggunaan Eraphage bertujuan menjaga kadar gula darah tetap stabil agar risiko terjadinya penyakit jantung dan stroke sebagai komplikasi diabetes bisa ditekan.

Eraphage tersedia dalam bentuk kaplet. Tiap kaplet Eraphage mengandung 500 mg metformin. Eraphage 500 mg Kaplet termasuk obat resep sehingga penggunaannya harus sesuai dengan anjuran dokter.

Beli di Aloshop 

Apa Itu Eraphage

Bahan aktif Metformin
Golongan Obat resep
Kategori Obat antidiabetes golongan biguanide
Manfaat Mengontrol kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2
Digunakan oleh Dewasa dan remaja usia ≥10 tahun
Eraphage untuk ibu hamil Kategori B: Studi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko metformin terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil.
Jika Anda sedang hamil, konsultasikan dengan dokter terkait penggunaan obat ini.
Eraphage untuk ibu menyusui Produk metformin, seperti Eraphage, aman untuk ibu menyusui selama digunakan sesuai arahan dokter.
Bentuk obat Kaplet salut selaput

Peringatan sebelum Menggunakan Eraphage

Produk metformin, seperti Eraphage, tidak dapat digunakan untuk menurunkan gula darah pada kondisi darurat asidosis metabolik, termasuk ketoasidosis diabetik. Obat ini juga tidak ditujukan untuk penderita diabetes tipe 1.

Hal penting lain yang perlu diperhatikan sebelum menjalani pengobatan diabetes tipe 2 dengan Eraphage adalah:

  • Informasikan kepada dokter tentang riwayat alergi yang Anda miliki. Eraphage tidak boleh digunakan oleh orang yang alergi terhadap metformin.
  • Jangan menggunakan obat berbahan metformin jika Anda sedang menderita gagal ginjal atau gagal hati.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang menderita penyakit ginjal, kekurangan vitamin B12, anemia, emboli paru, gangrene, penyakit liver, sepsis, penyakit infeksi yang tergolong berat, hipopituitarisme, gangguan pernapasan, dehidrasi berat, atau gangguan hormon kelenjar adrenal, seperti penyakit Addison
  • Informasikan kepada dokter jika Anda memiliki penyakit jantung, termasuk gagal jantung. Beri tahu juga jika Anda baru-baru ini mengalami serangan jantung.
  • Pastikan dokter mengetahui jika Anda sedang hamil, berencana hamil, atau sedang dalam masa menyusui.
  • Gunakan alat kontrasepsi selama mengonsumsi Eraphage jika Anda sedang menunda kehamilan. Hal ini karena metformin dalam obat ini dapat memicu terjadinya ovulasi pada wanita usia subur sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya kehamilan yang tidak direncanakan.
  • Bicarakan terlebih dahulu dengan dokter mengenai penggunaan Eraphage jika Anda sedang mengalami kecanduan alkohol atau sering mengonsumsi minuman beralkohol dan sulit menghentikan kebiasaan tersebut.
  • Mintalah saran dokter mengenai penggunaan Eraphage jika Anda sedang menjalani terapi dengan obat tertentu, termasuk suplemen, produk herbal, dan obat lain dari golongan antidiabetes, seperti insulin suntik, acetazolamide, atau topiramate. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi interaksi antarobat.
  • Beri tahu dokter bahwa Anda sedang menggunakan Eraphage jika direncanakan untuk menjalani operasi atau prosedur medis apa pun, terutama pemeriksaan radiologi dengan cairan kontras. Penggunaan Eraphage mungkin perlu dihentikan sementara pada kondisi tersebut.
  • Hindari konsumsi minuman beralkohol selama menggunakan Eraphage agar tidak terjadi efek samping berupa hipoglikemia dan asidosis laktat.
  • Jangan mengemudi atau melakukan aktivitas yang memerlukan kewaspadaan jika muncul tanda gula darah rendah setelah minum Eraphage. Pastikan kondisi Anda sudah benar-benar prima sebelum beraktivitas.
  • Segera ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah minum Eraphage.

Dosis dan Aturan Pakai Eraphage

Dalam pengobatan diabetes tipe 2, Eraphage bisa digunakan sebagai obat tunggal atau dikombinasikan dengan obat lain yang tergolong antidiabetes, termasuk insulin suntik.

Berikut adalah rekomendasi dosis Eraphage:

  • Dewasa: Dosis 500 mg (1 tablet), 3 kali sehari. Dosis dapat disesuaikan oleh dokter berdasarkan hasil pemantauan kadar gula darah pasien, dengan dosis maksimum 3.000 mg per hari yang dibagi dalam beberapa kali pemberian.
  • Remaja usia ≥10 tahun: Dosis awal 500 mg (1 tablet) 1–2 kali sehari. Dosis dapat dinaikkan secara bertahap. Dosis maksimal 2.000 mg per hari, dibagi dalam 2–3 kali konsumsi.

Bila Anda ingin mengetahui dosis yang paling sesuai dengan kondisi Anda, konsultasikan langsung kepada dokter, termasuk melalui fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER.

Cara Menggunakan Eraphage dengan Benar

Gunakan Eraphage sesuai anjuran dokter dan petunjuk pada kemasan obat. Jangan mengurangi atau melebihi dosis yang dianjurkan tanpa persetujuan dokter.

Untuk mendukung hasil pengobatan yang optimal, Eraphage perlu digunakan secara benar. Ikuti cara berikut:

  • Minumlah Eraphage pada waktu makan atau segera setelah makan.
  • Telan kaplet Eraphage secara utuh dengan air putih.
  • Jangan membelah, mengunyah, atau menggerus kaplet Eraphage.
  • Konsumsilah Eraphage pada jam yang sama setiap harinya. Bila perlu, pasang alarm di ponsel untuk mengingatkan jadwal minum obat. 
  • Jika Anda lupa menggunakan Eraphage, segera konsumsi obat ini begitu teringat. Namun, bila jadwal konsumsi berikutnya sudah dekat, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
  • Iringi penggunaan Eraphage dengan pola hidup sehat untuk mendapatkan hasil pengobatan yang maksimal. Konsumsilah makanan rendah lemak, garam, dan gula, serta cukupi asupan air putih setiap harinya. Bila perlu, diskusikan dengan dokter gizi mengenai pola makan dan makanan untuk penderita diabetes.
  • Lakukan olahraga intensitas ringan-sedang setidaknya 20–30 menit setiap harinya. Namun, jangan lakukan olahraga berat tanpa berkonsultasi dengan dokter.
  • Patuhi jadwal kontrol yang diberikan oleh dokter. Selama menggunakan Eraphage, Anda perlu menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala, seperti tes gula darah, tes fungsi ginjal, maupun tes fungsi hati.
  • Jangan menghentikan pengobatan tanpa persetujuan dokter karena bisa memperparah diabetes. Obat diabetes, termasuk Eraphage, biasanya diminum dalam jangka panjang atau seumur hidup.
  • Jika dokter meresepkan suplemen vitamin B12, pastikan Anda juga minum suplemen tersebut selama menjalani pengobatan diabetes dengan Eraphage. Penggunaan obat berisi metformin dalam jangka lama berisiko menyebabkan kekurangan vitamin B12.
  • Simpan Eraphage di tempat kering dan sejuk. Jangan menyimpan obat ini di tempat yang lembap atau panas, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak.
  • Jangan konsumsi Eraphage yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa.

Interaksi Eraphage dengan Obat Lain

Jika digunakan bersamaan dengan obat lain, metformin dalam Eraphage berisiko menimbulkan interaksi yang dapat menyebabkan efek berikut:

  • Peningkatan risiko terjadinya asidosis asam laktat jika digunakan bersama OAINS, acetazolamide, topiramate, atau obat antihipertensi golongan ACE inhibitor, ARB, atau diuretik loop
  • Peningkatan risiko terjadinya gangguan ginjal dan asidosis laktat jika digunakan dengan zat kontras pada pemeriksaan radiologi tertentu
  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping metformin jika digunakan bersama cimetidine, dolutegravir, ranolazine, trimethoprim, rifampicin, crizotinib, atau olaparib
  • Peningkatan risiko terjadinya kadar gula darah rendah (hipoglikemia) jika digunakan bersama insulin suntik, atau obat antidiabetes sulfonilurea, seperti glimepiride, tanpa pengaturan dosis dari dokter
  • Penurunan efektivitas metformin dalam menurunkan kadar gula darah jika digunakan bersama kortikosteroid, diuretik thiazide, phenothiazine, estrogen, pil KB, phenytoin, isoniazid, atau obat golongan antagonis kalsium, termasuk verapamil
  • Penurunan efektivitas dari obat antikoagulan, seperti warfarin

Agar aman dari efek interaksi yang tidak diinginkan, selalu konsultasikan ke dokter jika hendak menggunakan obat apa pun bersama Eraphage.

Efek Samping dan Bahaya Eraphage

Penggunaan Eraphage bisa menimbulkan efek samping berupa:

  • Mual atau muntah
  • Perut kembung
  • Rasa panas di dada (heartburn)
  • Sembelit atau malah diare
  • Sakit kepala
  • Gangguan indera pengecap, seperti rasa logam di mulut

Bila efek samping tidak kunjung membaik atau justru semakin mengganggu, Anda bisa berkonsultasi melalui layanan Chat Bersama Dokter. Dokter akan membantu mengevaluasi kondisi Anda dan memberikan saran penanganan yang sesuai.

Perlu diketahui bahwa konsumsi Eraphage dalam waktu yang lama dapat menimbulkan defisiensi vitamin B12. Temui dokter jika Anda mengalami gejala anemia defisiensi vitamin B12. Lewat fitur Buat Janji di aplikasi ALODOKTER, Anda bisa membuat janji temu dengan dokter tanpa harus datang langsung ke tempat praktik.

Segera ke IGD rumah sakit terdekat jika penggunaan Eraphage menimbulkan reaksi alergi obat atau gejala asidosis laktat, seperti:

  • Nyeri otot yang berat tanpa sebab yang jelas
  • Denyut jantung terlalu cepat, lambat, atau tidak beraturan
  • Tubuh terasa kedinginan
  • Sulit bernapas atau sesak napas
  • Pusing berat seperti akan pingsan