Ferritin adalah protein yang berfungsi untuk menyimpan zat besi di dalam tubuh dan melepaskannya saat dibutuhkan. Kadar ferritin dalam tubuh dapat membantu mendeteksi berbagai kondisi kesehatan, seperti anemia atau kelebihan zat besi.

Di dalam tubuh, sebagian besar zat besi memang dibawa oleh hemoglobin. Namun, ferritin bertindak sebagai penyimpan cadangan zat besi yang siap digunakan kapan saja oleh tubuh.

Ferritin, Protein Penting Penjaga Cadangan Zat Besi Tubuh - Alodokter

Tidak hanya menjaga cadangan zat besi, ferritin juga menyimpan zat besi dalam bentuk yang aman, sehingga tidak memicu kerusakan di dalam tubuh. Dengan demikian, sistem kekebalan tubuh tetap terjaga, serta pembentukan sel darah merah tetap berjalan optimal.

Ferritin dan Fungsinya dalam Tubuh

Fungsi ferritin mungkin jarang diketahui padahal protein ini memiliki peran yang sangat krusial di dalam tubuh, seperti:

1. Menyimpan cadangan zat besi

Ferritin berfungsi untuk menyimpan zat besi dalam bentuk yang aman di dalam sel-sel tubuh, seperti di hati, limpa, dan sumsum tulang. Dengan adanya ferritin, kadar zat besi di dalam tubuh tetap stabil serta tubuh terhindar dari kekurangan zat besi.

2. Melindungi tubuh dari keracunan zat besi

Kelebihan zat besi yang tidak disimpan dalam bentuk yang aman dapat memicu oksidasi berlebih dan menyebabkan kerusakan pada hati, pankreas, serta jantung. Berkat adanya ferritin, zat besi sudah lebih dulu disimpan dalam bentuk aman atau nonreaktif, sehingga tubuh terhindar dari keracunan zat besi.

3. Menyalurkan zat besi saat dibutuhkan

Fungsi ferritin yang berikutnya adalah menyalurkan zat besi saat dibutuhkan. Ketika tubuh kekurangan zat besi, ferritin akan melepaskan cadangan zat besi ke dalam darah agar bisa digunakan untuk produksi hemoglobin dan pembentukan sel darah merah.

Dengan demikian, tubuh mendapatkan pasokan zat besi yang cukup, terutama saat asupan zat besi sedang rendah atau saat kebutuhan tubuh akan zat besi sedang meningkat (misalnya saat masa pertumbuhan, kehamilan, atau saat mengalami perdarahan).

4. Membantu imun tubuh untuk melawan penyakit

Ferritin membantu tubuh mengatur ketersediaan zat besi agar tidak dimanfaatkan oleh patogen (penyebab sebuah penyakit), seperti bakteri dan virus. Pasalnya, beberapa patogen memerlukan zat besi untuk berkembang biak.

Karena zat besi sudah lebih dulu disimpan ferritin, tubuh dapat membatasi atau mencegah pertumbuhan patogen dan mengurangi risiko infeksi. Secara tidak langsung, ferritin turut mendukung sistem imun dengan mengurangi jumlah zat besi yang dapat dimanfaatkan patogen.

5. Mendeteksi kondisi kesehatan tertentu

Kadar ferritin sering digunakan untuk mendeteksi berbagai masalah kesehatan, seperti peradangan, anemia defisiensi besi, hemokromatosis, penyakit kronis, serta gangguan pada hati. Pemeriksaan ferritin dapat memberikan gambaran cadangan zat besi tubuh dan membantu mendeteksi masalah kesehatan lebih dini.

Pemeriksaan ferritin dapat memberikan gambaran cadangan zat besi tubuh dan membantu mendeteksi lebih dini masalah kesehatan, seperti anemia defisiensi besi, atau hemokromatosis.

Ferritin dan Kadarnya dalam Tubuh

Kadar ferritin normal dalam tubuh bisa berbeda-beda sesuai usia, jenis kelamin, dan standar masing-masing laboratorium. Umumnya, kadar ferritin normal pada orang dewasa adalah 30–500 ng/mL untuk pria dan 15–200 ng/mL untuk wanita.

Kadar ferritin terlalu rendah

Kadar ferritin yang lebih rendah dari normal menandakan tubuh kekurangan zat besi atau bahkan bisa menandakan anemia defisiensi besi. Kondisi ini dapat terjadi jika asupan zat besi dari makanan sehari-hari tidak mencukupi. Beberapa penyebab lainnya, yaitu:

  • Perdarahan menstruasi yang berlebihan
  • Kehamilan atau masa pertumbuhan remaja
  • Kondisi kesehatan tertentu, seperti tukak lambung atau hernia hiatus
  • Efek samping obat-obatan tertentu, misalnya NSAID
  • Gangguan pencernaan yang membuat usus sulit menyerap zat besi atau mengalami kanker usus besar
  • Gangguan penyerapan zat besi, seperti pada penyakit celiac dan penyakit Crohn
  • Perdarahan di dalam tubuh

Kadar ferritin terlalu tinggi

Kadar ferritin yang lebih tinggi dari normal umumnya dipicu oleh peradangan misalnya akibat rheumatoid arthritis, obesitas, dan konsumsi alkohol setiap hari. Faktor genetik, seperti hemokromatosis juga dapat menyebabkan kondisi ini. Beberapa pemicu lainnya, yaitu:

Pemeriksaan Ferritin

Untuk dapat mengetahui kadar ferritin, dokter biasanya akan menyarankan tes ferritin dalam beberapa situasi, seperti sebelum transfusi darah, menilai efektivitas terapi zat besi pada penderita anemia, serta memastikan kondisi hemokromatosis, anemia, infeksi, serta penyakit autoimun.

Tes ferritin dilakukan melalui pemeriksaan darah yang sederhana dan aman. Beberapa orang dianjurkan berpuasa 12 jam sebelum pengambilan darah. Setelah darah diambil, sampel darah akan dibawa ke laboratorium untuk diuji.

Tes ferritin umumnya jarang menimbulkan efek samping serius. Beberapa orang mungkin mengalami memar, nyeri ringan, atau bengkak di lokasi suntikan. Namun, keluhan ini biasanya bersifat ringan dan akan membaik dengan sendirinya.

Menjaga kadar ferritin tetap normal sangat penting untuk mendukung kesehatan tubuh. Terapkan pola makan seimbang dan kaya zat besi, konsumsi vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi, dan hindari penggunaan suplemen zat besi tanpa anjuran dokter.

Waspadai gejala-gejala kekurangan atau kelebihan zat besi agar bisa segera ditangani dengan tepat. Apabila Anda mulai merasakan gejala terkait gangguan kadar ferritin, segera konsultasikan dengan dokter secara online melalui Chat Bersama Dokter.