Menurunkan darah tinggi dapat dilakukan dengan sejumlah cara, mulai dari menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, mengurangi konsumsi garam, hingga menggunakan obat penurun tekanan darah. Beberapa cara menurunkan darah tinggi ini penting untuk diketahui dan dilakukan oleh orang yang menderita hipertensi.

Tekanan darah yang normal berada di rentang angka 120/80 mmHg hingga 130/85 mmHg. Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi di mana terjadi peningkatan pada tekanan darah, hingga mencapai angka 140/90 mmHg atau lebih. Tekanan darah bisa diketahui melalui pemeriksaan tekanan darah.

Ketahui Beragam Cara Menurunkan Darah Tinggi - Alodokter

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2014, tercatat ada sekitar 65 juta orang di Indonesia yang menderita hipertensi. Dan secara global, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan ada sekitar 8 juta orang di dunia yang meninggal setiap tahunnya dan lebih dari 50 juta orang mengalami kecacatan akibat komplikasi hipertensi.

Jika tidak ditangani dengan baik, tekanan darah tinggi dapat menimbulkan berbagai komplikasi, seperti serangan jantung, gagal jantung, stroke, gagal ginjal, gangguan penglihatan karena kerusakan retina, hingga demensia. Untuk mencegah terjadinya komplikasi tersebut, penderita tekanan darah tinggi perlu menurunkan tekanan darahnya hingga berada pada nilai normal.

Secara umum, menurunkan tekanan darah tinggi bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan menjalani pola hidup sehat dan mengonsumsi obat-obatan penurun tekanan darah.

Menurunkan Darah Tinggi dengan Mengubah Gaya Hidup

Mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat merupakan cara yang terbukti ampuh menurunkan darah tinggi, baik yang ringan atau parah sekalipun. Berikut ini adalah beberapa rekomendasi dari dokter untuk menurunkan tekanan darah tinggi:

1. Mengurangi asupan garam

Garam mengandung sodium (natrium) yang cukup tinggi. Jika dikonsumsi berlebihan, sodium dapat menyebabkan tekanan darah meningkat. Itulah sebabnya, penderita hipertensi yang tidak membatasi asupan garam akan sulit mengontrol tekanan darahnya.

Jumlah asupan sodium yang direkomendasikan adalah kurang dari 1,5 – 2 gram sodium atau setara dengan 1 sendok teh garam per hari.

2. Menjaga berat badan ideal 

Berat badan yang berlebihan atau obesitas dapat menyebabkan tekanan darah ikut naik. Oleh karena itu, menjaga berat badan ideal merupakan salah satu langkah yang disarankan untuk menurunkan tekanan darah.

Untuk menurunkan berat badan dan menjaganya tetap ideal, Anda bisa menjalani pola makan sehat dengan memperbanyak konsumsi buah dan sayur, minum air putih, dan mengurangi makanan yang berlemak.

3. Rutin berolahraga

Olahraga yang dilakukan secara rutin terbukti dapat mengurangi tekanan darah dan membantu menjaga berat badan. Beberapa pilihan olahraga yang baik untuk hipertensi adalah berjalan kaki, bersepeda, berenang, jogging, dan yoga.

Untuk mendapatkan manfaat olahraga yang maksimal, disarankan untuk melakukan olahraga secara rutin selama 30-60 menit, minimal 3 kali dalam seminggu.

4. Kurangi stres

Stres berkepanjangan atau stres berat dapat meningkatkan tekanan darah. Jika tidak dikelola dengan baik, stres berlebihan tersebut dapat membuat tekanan darah menjadi sulit dikontrol.

Ada beragam cara mengurangi stres, antara lain dengan melakukan relaksasi, meditasi, menjalani hobi atau aktivitas yang digemari, dan tidur yang cukup. Orang dewasa membutuhkan tidur selama 7-9 jam setiap malamnya.

5. Hindari merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol

Terlalu banyak merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol merupakan salah satu penyebab tekanan darah meningkat. Jadi, jauhilah kedua kebiasaan buruk tersebut, apalagi jika Anda sudah memiliki hipertensi.

Selain itu, penderita hipertensi juga perlu membatasi asupan kafein, karena kafein memiliki efek meningkatkan tekanan darah.

Guna menurunkan darah tinggi, Anda juga harus memerhatikan makanan yang Anda konsumsi. Sebisa mungkin, perbanyak asupan kalium dan hindari makanan berlemak serta makanan yang mengandung banyak gula. Beberapa jenis makanan yang baik dikonsumsi untuk menurunkan tekanan darah adalah:

  • Buah-buahan, seperti pisang, bit merah, delima, dan stroberi.
  • Sayur-sayuran, antara lain bayam, kubis, brokoli, dan sawi.
  • Kacang-kacangan dan biji-bijian. Namun ingat, jangan memilih produk yang mengandung banyak garam.
  • Susu skim atau yogurt rendah gula dan lemak.
  • Makanan berprotein tinggi, seperti telur dan ikan. Kedua jenis makanan ini juga mengandung omega-3 yang baik untuk kesehatan jantung.
  • Cokelat hitam (dark chocolate).

Menurunkan Darah Tinggi dengan Obat-Obatan

Selain mengubah gaya hidup, hipertensi juga dapat ditangani dengan pemberian obat penurun darah tinggi atau obat antihipertensi. Umumnya obat-obatan ini akan digunakan jika tekanan darah sudah sangat tinggi atau jika metode lain tidak berhasil menurunkan tekanan darah.

Berikut ini adalah obat-obatan yang sering digunakan untuk menangani tekanan darah tinggi:

1. ACE inhibitor

Kelompok obat ACE inhibitor (Angiotensin-Converting Enzyme inhibitor) bekerja dengan cara mengendurkan pembuluh darah, sehingga darah lebih mudah mengalir dan tekanannya menurun. Contoh obat yang termasuk dalam kelompok obat ACE inhibitor adalah lisinopril, ramipril, dan captopril.

2. Calcium channel blockers

Kelompok obat calcium channel blocker bekerja dengan cara mengendurkan otot pembuluh darah dan melambatkan detak jantung. Amlodipine dan diltiazem merupakan contoh obat yang termasuk dalam kelompok obat ini.

3. Diuretik

Kelompok obat ini dapat menurunkan darah tinggi dengan cara mengeluarkan kelebihan sodium dan air dari tubuh melalui urine. Contoh obat yang termasuk dalam kelompok diuretik adalah furosemide dan hydrochlorothiazide.

4. Angiotensin II receptor blockers (ARB)

Candesartan dan losartan merupakan sebagian obat yang termasuk dalam kelompok obat angiotensin II receptor blocker (ARB). Sama seperti ACE inhibitor, ARB juga menurunkan tekanan darah dengan cara mengendurkan pembuluh darah agar alirannya lebih lancar.

5. Beta blocker

Golongan obat yang juga disebut dengan nama beta-adrenergic blocking agents adalah kelompok obat yang menghambat hormon epinephrine, yaitu hormon yang berpengaruh terhadap cepat atau lambatnya jantung berdetak. Dengan terhambatnya kerja hormon tersebut, detak jantung akan melambat, sehingga tekanan darah dapat berkurang.

Selain memperlambat detak jantung, beta blocker juga mengendurkan pembuluh darah, sehingga aliran darah menjadi lebih lancar. Beberapa contoh obat yang termasuk dalam kelompok beta blocker adalah atenolol, metoprolol, dan bisoprolol.

Target tekanan darah yang perlu dicapai oleh penderita hipertensi adalah di bawah angka 140/90 mmHg. Untuk mencapai tekanan darah yang ideal, penderita hipertensi sering kali harus menjalani gaya hidup sehat dan mengonsumsi obat-obatan antihipertensi.

Untuk menentukan jenis obat antihipertensi apa yang dapat digunakan, Anda perlu berkonsultasi ke dokter. Selama menjalani pengobatan hipertensi, Anda harus melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin. Pemeriksaan tekanan darah bisa dilakukan di rumah dengan tensimeter.

Selain itu, jangan lupa untuk rutin kontrol ke dokter, agar dokter dapat memantau efektivitas obat dan penurunan tekanan darah, serta memeriksa kondisi kesehatan Anda secara menyeluruh.