Gejala kurap diawali dengan munculnya area bersisik berwarna merah pada kulit. Ruam tersebut dapat meluas secara melingkar yang menyerupai cincin. Warna bagian dalam lingkaran ini terlihat lebih pudar dibandingkan tepinya, dan dibatasi dengan bintil merah.

Perkembangan ruam bervariasi, tergantung lokasi tumbuhnya kurap. Berikut adalah beberapa ciri-ciri kurap berdasarkan lokasi pertumbuhannya:

  • Kurap di kepala (tinea capitis)
    Gejala tinea capitis berupa pitak dengan area bersisik di kulit kepala. Kulit yang mengalami pitak menjadi keras dan terasa sangat gatal. Jika mengalami luka terbuka pada area pitak, luka tersebut dapat mengeluarkan nanah.
  • Kurap di wajah (tinea faciei)
    Kurap di wajah ditandai dengan ruam melingkar. Ruam tersebut berwarna merah dan bersisik, dengan bagian tepi berwarna lebih merah.
  • Kurap di janggut (tinea barbae)
    Tinea barbae ditandai dengan pembengkakan di area yang ditumbuhi jenggot. Kulit juga menjadi keras dan muncul bintil berisi nanah. Kondisi ini bisa menyebabkan bulu janggut rontok.
  • Kurap di kulit tubuh (tinea corporis)
    Gejala tinea corporis berupa ruam berwarna merah dengan tepi yang lebih tebal seperti cincin. Ruam ini terasa sangat gatal dan ukurannya akan bertambah secara perlahan.
  • Kurap di tangan (tinea manuum)
    Gejalanya berupa kulit telapak tangan menjadi kering dan pecah-pecah, terutama di antara jari tangan. Ruam merah melingkar juga dapat terlihat di punggung tangan. Jika tangan yang terinfeksi menyentuh bagian tubuh lain, infeksi dapat menyebar.
  • Kurap di selangkangan (tinea cruris)
    Gejala tinea cruris berupa ruam melingkar berwarna merah seperti cincin. Lipat paha atau selangkangan juga bengkak dan gatal. Selain itu, kulit selangkangan dapat mengelupas dan terasa perih.
  • Kurap di kaki atau kutu air (tinea pedis)
    Gejala kutu air berupa kulit kaki menjadi kering dan bersisik. Kulit kaki juga dapat mengelupas, terasa gatal, seperti terbakar atau tersengat, terutama di antara jari kaki atau telapak kaki. Kulit di antara jari kaki menjadi putih, terasa lunak, atau muncul luka lepuh.
  • Kurap di kuku (tinea unguium)
    Kurap atau jamur kuku disebut juga onikomikosis. Gejala awalnya adalah penebalan jaringan di bawah kuku. Warna kuku tangan menjadi putih dan buram, sedangkan kuku kaki terlihat kuning. Selain itu, kuku tampak lebih tebal dan rapuh, sehingga mudah terlepas.

Kapan Harus ke Dokter

Kurap tidak berbahaya dan dapat diobati dengan salep antijamur yang dijual bebas, yaitu salep yang berisi clotrimazole atau miconazole. Bila dalam 2 minggu keluhan tidak juga membaik, segeralah berkonsultasi dengan dokter.

Demikian juga jika kurap terjadi secara berulang, Anda perlu memeriksakan diri ke dokter agar dapat dicari tahu penyebab sering kambuhnya kondisi ini.