Cara Menghilangkan Kurap Tanpa ke Dokter

Kurap dapat dihilangkan dengan mengoleskan salep kurap atau jamur yang dijual bebas, antara lain salep yang berisi clotrimazole atau miconazole. Oleskan salep kurap sesuai petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan.

Di samping mengoleskan obat jamur, beberapa hal berikut ini juga perlu dilakukan untuk membantu menghilangkan kurap:

  • Tidak mengenakan pakaian dengan bahan yang dapat menimbulkan iritasi pada area kurap. Jika harus memakainya, tutupi area kurap dengan perban.
  • Mencuci baju dan seprai setiap hari selama kurap belum sembuh dan jaga kebersihan lingkungan sekitar.
  • Membersihkan dan mengeringkan kulit secara teratur, khususnya area kulit yang terkena kurap.
  • Kompres kurap dengan handuk kecil yang dibasahi air dingin selama 20 hingga 30 menit. Lakukan sebanyak 2-6 kali sehari.
  • Hindari menggaruk area yang yang terasa gatal, karena dapat menimbulkan infeksi bakteri pada kulit.

Bila dalam 2 minggu tidak ada perbaikan, segeralah konsultasikan kepada dokter kulit.

Cara Dokter Menghilangkan Kurap

Dokter kulit akan menghilangkan kurap berdasarkan lokasi kurap dan luasnya area. Untuk kasus kurap yang masih ringan, dokter dapat memberikan obat oles berisi antijamur yang lebih kuat dibandingkan dengan obat yang dijual bebas. Contoh obat tesebut adalah ketoconazole,terbinafine, dan naftifine.

Jika infeksi jamur terjadi pada area yang lebih luas, bertambah parah, atau sulit hilang, maka dokter dapat memberi obat antijamur berbentuk tablet, contohnya terbinafine, itraconazole, griseofulvin, atau fluconazole.

Khusus untuk kurap pada kuku, dokter kulit bisa memberikan cairan khusus berisi ciclopirox untuk menghilangkan jamur di kuku.

Komplikasi Kurap

Kurap jarang menimbulkan masalah yang serius dan biasanya hilang dalam waktu 2-4 minggu setelah pengobatan. Komplikasi yang dapat muncul justru akibat perilaku penderita sendiri.

Infeksi bakteri dapat menyertai kurap apabila area kulit yang terkena kurap terus digaruk. Dokter akan memberikan obat tambahan berupa antibiotik untuk mengatasi infeksi bakteri.

Selain infeksi bakteri, menyebarnya kurap dari satu bagian tubuh ke bagian tubuh yang lain juga dapat terjadi jika setelah menggaruk area yang terkena kurap, penderita menyentuh bagian tubuh lain tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.