Ometridryl adalah obat sirop untuk meredakan batuk tidak berdahak atau batuk karena alergi yang disertai pilek, hidung tersumbat, atau tenggorokan gatal. Obat batuk ini mengandung kombinasi dextromethorphan, diphenhydramine, dan ammonium chloride.

Kandungan dextromethorphan pada Ometridryl bekerja dengan cara mengurangi sinyal batuk dari otak sehingga keinginan untuk batuk berkurang. Sementara itu, diphenhydramine menghambat kerja zat alami yang memicu munculnya reaksi alergi, seperti pilek, tenggorokan gatal, dan hidung tersumbat.

Ometridryl

Selain itu, kandungan ammonium chloride dalam Ometridryl juga berfungsi dalam mengencerkan lendir di saluran napas sehingga lebih mudah dikeluarkan saat batuk. Biasanya, obat ini digunakan untuk batuk akibat iritasi tenggorokan, pilek, atau infeksi ringan saluran pernapasan atas. 

Ometridryl dijual dalam kemasan botol 60 ml yang dapat diperoleh tanpa resep dokter.

Apa Itu Ometridryl

Bahan aktif Dextromethorphan 7,5 mg, diphenhydramine 12,5 mg, dan ammonium chloride 125 mg
Golongan  Obat bebas terbatas
Kategori  Antitusif dan antihistamin
Manfaat Mengatasi batuk tidak berdahak atau batuk karena alergi 
Digunakan oleh Dewasa dan anak usia ≥6 tahun
Ometridryl untuk ibu hamil Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping dextromethorphan terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil.
Obat ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Ometridryl untuk ibu menyusui Penggunaan obat batuk berbahan diphenhydramine pada ibu menyusui diduga dapat mengurangi produksi ASI dan menyebabkan efek samping pada anaknya. Oleh karena itu, tanyakan kepada dokter mengenai obat lain yang lebih aman digunakan untuk mengatasi batuk selama masa menyusui.
Bentuk obat Sirop

Peringatan sebelum Menggunakan Ometridryl

Meski bisa diperoleh secara bebas tanpa resep dokter, Ometridryl tidak boleh digunakan secara sembarangan. Beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum menggunakan obat batuk kering ini adalah:

  • Jangan menggunakan Ometridryl jika Anda memiliki alergi terhadap kandungan obat ini. Bila ragu, berkonsultasilah ke dokter sebelum menggunakan Ometridryl.
  • Sampaikan kepada dokter sebelum menggunakan Ometridryl jika Anda sedang menderita asma, emfisema, bronkitis kronis, penyakit paru obstruktif kronis, batuk dengan dahak yang banyak, batuk kronis akibat kebiasaan merokok, atau batuk berdarah.
  • Diskusikan dengan dokter mengenai penggunaan Ometridryl jika Anda sedang atau pernah menderita glaukoma, penyakit ginjal, obstruksi usus, penyakit tiroid, tukak lambung, penyakit liver, penyakit jantung, hipertensi, pembesaran prostat, atau myasthenia gravis.
  • Bicarakan terlebih dahulu dengan dokter mengenai penggunaan Ometridryl jika Anda pernah mengalami kejang atau sedang menderita epilepsi.
  • Pastikan Anda berkonsultasi ke dokter sebelum menggunakan Ometridryl jika sedang hamil.
  • Hindari penggunaan obat batuk berbahan diphenhydramine jika Anda sedang dalam masa menyusui, kecuali atas saran dokter.
  • Konsultasikan dengan dokter perihal penggunaan Ometridryl jika Anda sedang menjalani terapi rutin dengan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal. Tujuannya adalah untuk menghindari interaksi antarobat yang tidak diinginkan.
  • Jangan langsung mengemudi atau melakukan aktivitas yang memerlukan kewaspadaan setelah mengonsumsi Ometridryl. Obat batuk berisi diphenhydramine bisa menyebabkan kantuk.
  • Hindari konsumsi minuman beralkohol setelah minum Ometridryl karena hal tersebut bisa menambah berat efek samping obat ini.
  • Segera ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping yang berat setelah mengonsumsi Ometridryl.

Dosis dan Aturan Pakai Ometridryl

Dosis umum penggunaan Ometridryl untuk mengatasi batuk kering atau batuk alergi adalah:

  • Dewasa dan anak usia >12 tahun: 2 sendok takar (5–10 ml), 3–4 kali sehari atau menurut petunjuk dokter
  • Anak usia 6–12 tahun: ½–1 sendok takar (5 ml), 3–4 kali sehari, atau sesuai anjuran dokter

Cara Menggunakan Ometridryl dengan Benar 

Gunakan Ometridryl sesuai petunjuk yang tertera pada kemasannya, atau ikuti anjuran dokter. Jangan mengubah dosis yang dianjurkan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Agar hasil pengobatan maksimal, ikuti petunjuk pemberian Ometridryl di bawah ini:

  • Ometridryl dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.
  • Kocok botol Ometridryl sebelum obat digunakan.
  • Gunakanlah alat takar yang disertakan dalam kemasan agar dosisnya akurat.
  • Jika Anda lupa mengonsumsi Ometridryl, segera minum obat ini begitu teringat. Namun, bila jadwal konsumsi berikutnya sudah dekat, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
  • Hentikan konsumsi Ometridryl jika keluhan batuk alergi sudah membaik. Obat ini sebaiknya hanya digunakan jika ada gejala.
  • Hubungi dokter jika batuk belum mereda dalam waktu 7 hari menggunakan Ometridryl, atau muncul demam, ruam, maupun sakit kepala terus menerus. Untuk mendapat respons yang cepat, Anda bisa berkonsultasi melalui Chat Bersama Dokter.
  • Simpan Ometridryl di tempat bersuhu ruangan, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
  • Jangan gunakan Ometridryl yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa.

Interaksi Ometridryl dengan Obat Lain 

Diphenhydramine dan dextromethorphan pada Ometridryl bisa berinteraksi dengan obat tertentu jika digunakan secara bersamaan. Efek interaksi yang bisa terjadi meliputi:

  • Peningkatan efek kantuk dan sedasi bila digunakan bersama obat penenang, seperti benzodiazepine, antihistamin lain, atau alkohol
  • Peningkatan risiko efek antikolinergik, seperti mulut kering, sembelit, atau gangguan berkemih, jika digunakan dengan obat antikolinergik, misalnya atropin atau antidepresan trisiklik
  • Peningkatan risiko terjadinya serotonin syndrome jika digunakan bersama obat yang meningkatkan kadar serotonin, seperti antidepresan golongan SSRI, SNRI, atau MAOI
  • Peningkatan risiko efek samping dextromethorphan, seperti pusing atau gangguan kesadaran, bila digunakan dengan obat tertentu, termasuk amiodarone atau haloperidol
  • Peningkatan risiko gangguan konsentrasi dan koordinasi, terutama bila digunakan bersama opioid atau obat yang menekan sistem saraf pusat lainnya

Untuk mencegah interaksi yang tidak diinginkan, sebaiknya konsultasikan ke dokter jika hendak menggunakan obat lain bersama Ometridryl.

Efek Samping dan Bahaya Ometridryl

Karena bahan aktifnya, sejumlah efek samping bisa timbul akibat konsumsi Ometridryl, antara lain:

  • Rasa kantuk
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Penglihatan menjadi buram sementara
  • Mulut kering
  • Nyeri atau rasa tidak nyaman di perut
  • Sembelit atau diare
  • Mual atau muntah

Segera periksakan diri ke dokter jika efek samping tersebut tidak kunjung membaik atau justru makin parah. Pemeriksaan juga diperlukan bila muncul reaksi alergi obat atau efek samping yang lebih serius, seperti:

  • Pusing berat hingga terasa akan pingsan
  • Kebingungan atau halusinasi
  • Gelisah atau sulit untuk diam
  • Sesak napas atau napas terasa pendek
  • Jantung berdebar atau berdetak tidak teratur
  • Kesulitan buang air kecil atau nyeri saat berkemih
  • Kekakuan pada leher atau rahang
  • Gerakan lidah yang tidak terkendali

Agar mudah, buatlah janji temu dengan dokter secara online. Melalui Chat Bersama Dokter, Anda bisa melihat review dari jutaan pengguna, cek jadwal praktik terbaru, dan langsung atur janji dalam hitungan menit. Bila memerlukan pertolongan medis secepatnya, segeralah ke IGD rumah sakit terdekat.