Praxion drop adalah obat tetes oral untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri pada bayi sampai dengan usia 2 tahun. Praxion drop mengandung bahan aktif paracetamol.
Praxion drop merupakan salah satu varian produk Praxion. Dalam tiap ml Praxion drop, terkandung 100 mg paracetamol. Obat ini bekerja langsung pada bagian otak yang mengatur suhu tubuh dan rasa nyeri. Hasilnya, nyeri hilang dan panas tubuh saat demam berangsur turun dengan relatif cepat.

Praxion drop dapat diberikan ketika anak mengalami demam karena kondisi tertentu, seperti flu atau imunisasi. Obat ini juga bisa digunakan sebagai pereda nyeri ringan, misalnya sakit gigi, atau nyeri gusi pada bayi tumbuh gigi.
Praxion drop tersedia dalam kemasan botol isi 15 ml. Praxion Drop 15 ml bisa diperoleh tanpa resep dokter.
Apa Itu Praxion Drop
| Bahan aktif | Paracetamol |
| Golongan | Obat bebas |
| Kategori | Analgesik antipiretik |
| Manfaat | Menurunkan demam dan meredakan nyeri ringan |
| Digunakan oleh | Bayi baru lahir sampai dengan usia 2 tahun |
| Bentuk obat | Obat tetes oral (drops) |
Peringatan sebelum Menggunakan Praxion Drop
Penggunaan Praxion drop tidak boleh asal-asalan. Sebelum memberikan Praxion drop kepada anak, penting bagi Anda untuk memahami hal-hal berikut:
- Jangan memberikan Praxion drop jika anak alergi terhadap paracetamol. Jika ragu, berkonsultasilah ke dokter sebelum memberikan obat ini kepada anak.
- Pastikan Anda berkonsultasi ke dokter sebelum memberikan Praxion drop kepada anak jika ia sedang menderita defisiensi G6PD, penyakit liver, anemia hemolitik, penyakit ginjal, atau malnutrisi kronis.
- Diskusikan dengan dokter mengenai penggunaan Praxion drop pada anak jika ia menderita diabetes. Paracetamol sediaan cair biasanya mengandung gula sehingga penggunaannya perlu dibatasi atau dihindari pada kondisi tersebut.
- Diskusikan dengan dokter mengenai penggunaan Praxion drop jika anak sedang menjalani terapi dengan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal. Tujuannya adalah untuk menghindari interaksi antarobat.
- Beri tahu dokter bahwa anak Anda sedang mengonsumsi Praxion drop jika ia direncanakan untuk menjalani operasi, termasuk operasi gigi.
- Segera bawa anak ke dokter jika ia mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah diberikan Praxion drop.
Dosis dan Aturan Pakai Praxion Drop
Berikut adalah rincian dosis Praxion drop berdasarkan usia anak:
- Anak usia 1–2 tahun: 0,6–1,2 ml, 3–4 kali sehari.
- Anak usia <1 tahun: 0,6 ml, 3–4 kali sehari.
Dosis paracetamol untuk anak sebaiknya disesuaikan dengan berat badannya. Konsultasikan ke dokter melalui chat untuk mendapatkan dosis paracetamol yang sesuai dengan berat badan anak Anda.
Cara Menggunakan Praxion Drop dengan Benar
Bacalah aturan pakai pada kemasan obat sebelum memberikan Praxion drop kepada anak, atau ikuti anjuran dokter. Jangan mengubah dosis atau menggunakan Praxion drop bersama obat lain yang bahan aktifnya sama.
Berikut ini adalah panduan penggunaan Praxion drop yang dapat Anda ikuti:
- Praxion drop dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.
- Kocoklah botol sebelum obat dikonsumsi. Gunakanlah alat takar atau pipet yang disertakan dalam kemasan agar dosisnya akurat.
- Apabila anak muntah dalam waktu kurang dari 20 menit setelah minum Praxion drop, berikan kembali obat ini dalam dosis yang sama. Namun, bila muntah terjadi 30 menit setelah anak minum obat, Anda tidak perlu memberikannya obat ini lagi.
- Hentikan pemberian Praxion drop ketika keluhan demam pada anak sudah mereda. Obat demam anak, seperti Praxion drop, tidak untuk dikonsumsi dalam waktu yang lama.
- Bawalah anak ke dokter jika demamnya belum turun setelah 3 hari, atau nyeri belum juga membaik meski telah 5 hari minum Praxion drop.
- Simpan Praxion drop di tempat bersuhu ruangan, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
- Jangan memberikan Praxion drop yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa. Obat cair tidak boleh digunakan lebih dari 14 hari setelah kemasan dibuka.
Interaksi Praxion Drop dengan Obat Lain
Efek interaksi yang bisa terjadi jika kandungan paracetamol pada Praxion drop digunakan bersama obat lain adalah:
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping paracetamol jika dikonsumsi bersama metoclopramide, domperidone, probenecid, atau isoniazid
- Peningkatan risiko terjadinya kerusakan hati jika digunakan dengan obat golongan barbiturat, seperti phenobarbital
- Peningkatan kadar chloramphenicol atau busulfan di dalam darah sehingga meningkatkan risiko terjadinya efek samping
- Penurunan efektivitas paracetamol jika digunakan dengan cholestyramine
- Penurunan efektivitas obat lamotrigine dalam mencegah kejang
Agar tidak terjadi efek interaksi yang berbahaya, berkonsultasilah ke dokter jika hendak memberikan obat lain bersama Praxion drop kepada anak.
Efek Samping dan Bahaya Praxion Drop
Produk paracetamol, seperti Praxion drop, jarang menimbulkan efek samping jika obat ini dikonsumsi sesuai aturan pakai atau petunjuk dokter. Namun, penggunaan produk paracetamol secara berlebihan dapat menyebabkan gangguan fungsi hati, yang gejalanya antara lain:
- Muntah-muntah
- Lemas, tidak mau menyusu, atau tidak berselera makan
- Perut bagian kanan atas terasa sakit
- Urine berwarna gelap
- Tinja pucat seperti dempul
- Kulit dan mata menguning (penyakit kuning)
Segera bawa anak ke dokter jika ia mengalami gejala gangguan fungsi hati setelah mengonsumsi Praxion drop. Melalui satu aplikasi ALODOKTER, Anda dapat menemukan dokter terbaik di berbagai kota, lengkap dengan informasi praktik, biaya, dan jadwal. Proses booking pun lebih praktis, tanpa perlu antre.
Meski jarang terjadi, penggunaan obat berbahan paracetamol bisa menimbulkan reaksi alergi obat. Segera bawa anak ke IGD rumah sakit terdekat jika ia mengalami gejala alergi obat, seperti biduran, gatal-gatal, mengi, bengkak di bibir maupun lidah (angioedema), atau sesak napas.