Promuba adalah obat antibiotik berbentuk suspensi yang mengandung metronidazole. Obat ini bermanfaat untuk mengatasi berbagai infeksi akibat bakteri maupun parasit, khususnya pada saluran pencernaan, organ reproduksi, kulit, serta rongga mulut.

Promuba mengandung 125 mg metronidazole per 5 ml. Metronidazole bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan serta membunuh bakteri dan parasit penyebab infeksi. Dengan begitu, infeksi bisa diatasi oleh sistem kekebalan tubuh.

Promuba

Promuba sediaan suspensi hadir dalam kemasan botol 60 ml. Sediaan suspensi membuat Promuba lebih mudah dikonsumsi oleh anak-anak atau orang dewasa yang kesulitan menelan tablet.

Penggunaan Promuba Suspensi 60 ml harus mengikuti resep dan arahan dokter. Tujuannya adalah untuk memastikan infeksi benar-benar teratasi sekaligus meminimalkan risiko resistensi antibiotik.

Apa Itu Promuba

Bahan aktif Metronidazole
Golongan Obat resep
Kategori Antibiotik golongan nitromidazole
Manfaat Mengobati infeksi bakteri dan infeksi parasit
Digunakan oleh Dewasa dan anak-anak
Promuba untuk ibu hamil Kategori B: Studi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko metronidazole terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil.
Promuba tidak boleh digunakan pada trimester pertama kehamilan. Pada trimester kedua dan ketiga, obat hanya boleh digunakan untuk meredakan gejala saja, bukan sebagai pengobatan utama.
Promuba untuk ibu menyusui Jika metronidazole diberikan dalam dosis tunggal, seperti pada pengobatan vaginosis bakterial atau trikomoniasis, ibu menyusui dianjurkan untuk tidak memberikan ASI selama 12–24 jam setelah minum obat.
Ibu yang menggunakan metronidazole dosis rendah atau rutin tetap dapat menyusui karena jumlah obat yang masuk ke dalam ASI sangat kecil. Namun, tetap konsultasikan dengan dokter untuk memastikan penggunaannya sesuai kondisi ibu dan bayi.
Bentuk obat Suspensi atau sirop

Peringatan sebelum Menggunakan Promuba

Sama seperti obat resep lainnya, Promuba perlu digunakan dengan hati-hati. Sebelum mulai pengobatan, penting bagi Anda untuk memahami beberapa hal berikut ini:

  • Informasikan kepada dokter tentang riwayat alergi Anda. Promuba tidak boleh digunakan oleh orang yang alergi terhadap metronidazole.
  • Pastikan Anda memberitahu dokter jika sedang menggunakan disulfiram dalam 14 hari terakhir. Obat berbahan aktif metronidazole tidak boleh digunakan bersama disulfiram.
  • Sampaikan kepada dokter jika Anda memiliki kelainan genetik yang disebut sindrom Cockayne. Obat yang mengandung metronidazole tidak boleh digunakan pada kondisi tersebut.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang menderita ensefalopati hepatik, penyakit liver, aritmia, penyakit ginjal, kandidiasis oral, epilepsi, kandidiasis vaginalis, penyakit mata, Crohn's disease, meningitis, leukopenia, atau neuropati perifer.
  • Bicarakan terlebih dahulu dengan dokter mengenai penggunaan Promuba jika Anda memiliki porfiria atau kelainan darah, termasuk anemia sel sabit dan leukemia.
  • Sampaikan kepada dokter jika Anda sedang hamil, berencana hamil, atau sedang menyusui.
  • Informasikan kepada dokter perihal obat lain yang sedang Anda gunakan, termasuk suplemen dan produk herbal. Ini penting untuk mencegah terjadinya interaksi obat yang tidak diinginkan.
  • Mintalah pendapat dokter mengenai penggunaan Promuba jika Anda sering mengonsumsi minuman beralkohol atau malah sedang mengalami kecanduan alkohol.
  • Hindari konsumsi minuman beralkohol atau makanan maupun obat yang mengandung propylene glycol, 3 hari sebelum sampai 3 hari sesudah menggunakan Promuba.
  • Beri tahu dokter bahwa Anda sedang menggunakan Promuba jika direncanakan untuk menjalani operasi, termasuk operasi gigi.
  • Jangan langsung mengemudi atau melakukan aktivitas lain yang memerlukan kewaspadaan setelah minum Promuba. Bahan aktif obat ini dapat menimbulkan pusing dan kantuk. Pastikan kondisi Anda sudah benar-benar prima sebelum melakukan kegiatan tersebut.
  • Segera ke dokter jika timbul reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah menggunakan Promuba.

Dosis dan Aturan Pakai Promuba

Dosis Promuba yang diberikan dokter bisa berbeda tergantung pada kondisi yang ditangani. Berikut rekomendasi dosis metronidazole dalam Promuba:

Kondisi: Vaginosis bakterialis

  • Dewasa: 500 mg, 2 kali sehari selama 5–7 hari. Dosis alternatif 2.000 mg per hari sebagai dosis tunggal.

Kondisi: Giardiasis

  • Dewasa dan anak usia ≥10 tahun: Dosis 2.000 mg, 1 kali sehari selama 3 hari. Dosis alternatif 500 mg, 2 kali sehari selama 7–10 hari.
  • Anak usia 1–9 tahun: 500–1000 mg, 1 kali sehari selama 3 hari.

Kondisi: Amebiasis

  • Dewasa dan anak >10 tahun: 500–750 mg, 3 kali sehari, selama 7–10 hari

Kondisi: Trikomoniasis

  • Dewasa: 2.000 mg sebagai dosis tunggal atau 500 mg, 2 kali sehari selama 5–7 hari.
  • Anak-anak: 40 mg/kgBB sebagai dosis tunggal. Dosis maksimal 2.000 mg.

Kondisi: Infeksi Helicobacter pylori

  • Dewasa: 250–500 mg, 4 kali sehari, selama 14 Dikombinasikan dengan antibiotik.

Kondisi: Infeksi bakteri anaerob, seperti pada abses, gigitan hewan, atau gangrene

  • Dewasa: Dosis awal 800 mg, dilanjutkan dengan 400 mg tiap 8 jam. Lama pengobatan biasanya 7 hari.
  • Anak-anak: 15 mg/kgBB per hari untuk bayi usia <8 minggu, sedangkan untuk anak usia 8 minggu hingga 12 tahun, dosisnya 20–30 mg/kgBB sebagai dosis tunggal, selama 7 hari. Dosis harian dapat ditingkatkan sampai 40 mg/kgBB tergantung keparahan infeksi.

Cara Menggunakan Promuba dengan Benar

Gunakan Promuba sesuai arahan dokter dan petunjuk yang tertera pada kemasan. Jangan mengurangi atau menambah dosis yang dianjurkan tanpa persetujuan dokter.

Gunakan Promuba dengan cara berikut supaya hasil pengobatan lebih optimal:

  • Konsumsilah Promuba suspensi sebelum makan.
  • Kocok botol sebelum obat dikonsumsi. Gunakan alat takar yang disertakan dalam kemasan supaya dosisnya akurat.
  • Jika Anda lupa menggunakan Promuba, minumlah obat ini begitu teringat. Namun, bila jadwal konsumsi berikutnya sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis.
  • Jangan menghentikan pengobatan sebelum waktu yang ditentukan dokter meski gejala sudah membaik. Berhenti menggunakan Promuba sebelum waktunya berisiko menyebabkan infeksi kambuh dan sulit diobati karena resistensi antibiotik.
  • Berkonsultasilah ke dokter jika gejala infeksi belum membaik setelah penggunaan Promuba selesai. Namun, bila keluhan memburuk atau sangat mengganggu, periksakan ke dokter meski pengobatan belum rampung. 
  • Lakukan kontrol sesuai jadwal yang diberikan dokter agar kondisi dan respons terapi dapat terpantau. Selama menggunakan Promuba, Anda mungkin akan diminta untuk menjalani pemeriksaan darah lengkap dan tes fungsi hati secara rutin.
  • Simpan Promuba di tempat bersuhu ruangan dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
  • Jangan konsumsi Promuba yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa.

Interaksi Promuba dengan Obat Lain

Berdasarkan kandungannya, efek interaksi yang bisa terjadi jika Promuba digunakan bersama obat tertentu adalah:

  • Peningkatan risiko timbulnya gejala psikosis, seperti linglung, delusi, atau halusinasi, jika digunakan dengan disulfiram
  • Peningkatan risiko terjadinya gangguan irama jantung yang fatal dan torsade de pointes jika digunakan dengan amiodarone
  • Peningkatan risiko timbulnya efek samping jika digunakan bersama cimetidine
  • Peningkatan risiko terjadinya kerusakan ginjal jika digunakan bersama lithium
  • Peningkatan risiko terjadinya perdarahan jika digunakan bersama warfarin
  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping dari busulfan, fluorouracil, atau ciclosporin
  • Penurunan efektivitas obat phenobarbital, primidone, atau phenytoin

Selain itu, konsumsi metronidazole bersama makanan atau minuman beralkohol bisa menimbulkan efek samping berupa mual, muntah, wajah merah dan panas, serta kram perut hebat.

Agar terhindar dari efek interaksi yang tidak diinginkan, berdiskusilah dengan dokter jika hendak menggunakan Promuba dengan obat lain.

Efek Samping dan Bahaya Promuba

Sebagaimana obat lainnya, penggunaan Promuba juga dapat menimbulkan efek samping. Konsultasikan dengan dokter jika efek samping berikut tidak membaik atau malah bertambah parah:

Meski jarang terjadi, penggunaan Promuba bisa menimbulkan reaksi alergi obat atau efek samping serius, seperti:

  • Kebas, kesemutan, lemah otot tangan dan kaki, atau gangguan penglihatan yang menetap
  • Pusing berat seperti akan pingsan, sakit kepala yang berat, leher kaku, demam, gangguan keseimbangan, bicara cadel, kesulitan berbicara atau memahami pembicaraan, linglung, atau pikun 
  • Radang pankreas, yang gejalanya bisa berupa nyeri berat di perut bagian kanan atas yang menjalar hingga ke punggung
  • Detak jantung terlalu cepat, lambat, atau tidak beraturan
  • Vagina gatal, vagina bengkak dan terasa panas, keputihan yang menggumpal, atau nyeri saat berhubungan intim
  • Bercak putih di lidah dan bagian dalam mulut, mulut terasa perih atau terbakar, sulit menelan makanan dan mulut lebih banyak mengeluarkan air liur

Jika Anda mengalami efek samping yang berat, segera buat janji konsultasi dengan dokter melalui fitur Buat Janji di aplikasi ALODOKTER. Fitur ini memudahkan Anda mendapatkan jadwal konsultasi, memilih dokter spesialis, serta mengakses layanan kesehatan yang cepat dan terpercaya.