Tukak lambung adalah luka pada lambung yang menyebabkan keluhan sakit maag, seperti nyeri ulu hati, kembung, dan mual. Kondisi ini sebenarnya dapat diatasi dengan mudah. Namun, jika penanganannya terlambat, komplikasi yang berat bisa terjadi.

Lambung memiliki lapisan mukus yang berfungsi untuk melindungi jaringan lambung dari asam lambung. Tukak lambung terjadi ketika lapisan mukus tersebut terkikis dan asam lambung langsung mengenai jaringan lambung.

Tukak Lambung - Alodokter

Banyak orang menganggap bahwa tukak lambung disebabkan oleh konsumsi makanan asam atau pedas secara berlebihan, tetapi anggapan tersebut kurang tepat. Makanan pedas memang dapat memperparah gejala sakit maag, tetapi tidak menyebabkan luka.

Penyebab Tukak Lambung

Luka di lambung terbentuk ketika lapisan mukus lambung terkikis. Pengikisan tersebut umumnya disebabkan oleh:

Infeksi bakteri

Infeksi Helicobacter pylori merupakan penyebab utama timbulnya luka pada lapisan lambung. Bakteri ini dapat menempel pada lapisan mukus pada lambung dan menyebabkan peradangan yang kemudian mengakibatkan rusaknya lapisan mukus.

Konsumsi obat antiiinflamasi nonsteroid (OAINS)

Konsumsi ibuprofen, diclofenac, atau meloxicam secara berlebihan dan dalam jangka panjang dapat menipiskan lapisan mukus lambung sehingga menyebabkan tukak lambung. Risiko terjadinya tukak lambung akibat konsumsi OAINS ini lebih tinggi pada wanita, pengguna OAINS dosis tinggi, lansia (>70 tahun), atau pengguna kortikosteroid.

Selain itu, beberapa penyakit juga dapat disertai dengan tukak lambung, misalnya kanker lambung dan penyakit Crohn. Namun, angka kejadian untuk kondisi ini lebih jarang.

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya tukak lambung atau memperparah gejala tukak lambung, yaitu:

  • Merokok, terutama pada seseorang yang terinfeksi bakteri H. pylori
  • Konsumsi makanan asam atau pedas
  • Stres yang tidak terkelola dengan baik
  • Konsumsi minuman beralkohol
  • Konsumsi obat antidepresan golongan SSRI

Gejala Tukak Lambung

Gejala yang muncul adalah sakit maag atau nyeri ulu hati. Nyeri tersebut memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • Berlangsung dalam hitungan menit hingga jam
  • Hilang timbul selama beberapa hari, minggu, atau bulan
  • Memburuk di antara waktu makan, saat malam hari, atau pagi-pagi sekali
  • Makin parah ketika perut kosong atau tidak terisi makanan
  • Reda bila perut diisi makanan atau setelah minum obat sakit maag, tetapi kemudian akan muncul kembali

Gejala lain yang bisa muncul pada tukak lambung adalah:

  • Mual dan muntah
  • Perut kembung
  • Sering bersendawa
  • Dada terasa seperti terbakar
  • Hilang nafsu makan atau mudah kenyang
  • Berat badan turun
  • Sulit menarik napas
  • Lemas

Kapan harus ke dokter

Konsultasikan ke dokter bila Anda mengalami gejala seperti yang telah disebutkan di atas atau segera pergi ke IGD bila muncul tanda bahaya, seperti:

  • Perut terasa keras dan sakit bila ditekan
  • Nyeri di perut terasa parah dan muncul tiba-tiba
  • BAB berwarna hitam atau muntah dengan ampas seperti bubuk kopi
  • Muncul gejala syok, seperti pandangan gelap dan keringat dingin

Muntah bubuk kopi (muntah darah) atau dan BAB berwarna hitam seperti aspal merupakan tanda perdarahan yang memerlukan tindakan medis segera.

Diagnosis Tukak Lambung

Untuk menentukan tukak lambung, dokter akan terlebih dulu menanyakan gejala yang dialami. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik di are perut untuk memastikan lokasi nyeri.

Jika pasien diduga menderita tukak lambung, dokter akan melakukan beberapa tes berikut:

Tes deteksi H. pylori

Dokter dapat memeriksa keberadaan bakteri H. pylori melalui urea breath test, dengan menganalisis hembusan napas pasien. Selain itu, dokter juga dapat memeriksa sampel darah, feses, atau sampel jaringan lambung yang dilakukan saat gastroskopi.

Gastroskopi

Pada gastroskopi, selang kecil berkamera akan dimasukkan melalui kerongkongan, untuk melihat tukak lambung secara langsung.

Selang gastroskopi juga dilengkapi peralatan untuk mengambil jaringan lambung. Jika keberadaan H. pylori  belum diketahui, dokter gastroenterologi akan mengambil sampel jaringan lambung dengan alat tersebut untuk diperiksa di laboratorium.

Selain kedua pemeriksaan di atas, dokter juga dapat melakukan foto Rontgen. Sebelum pemeriksaan, pasien akan diminta untuk meminum cairan barium terlebih dahulu. Cairan tersebut akan menampilkan gambaran saluran pencernaan dengan lebih jelas di foto Rontgen.

Pengobatan Tukak Lambung

Tukak lambung dapat ditangani dengan mengonsumsi kombinasi obat di bawah ini selama 7-14 hari:

  • Penghambat pompa proton (PPI)
    Obat PPI digunakan untuk menurunkan kadar asam lambung dan meredakan gejala. Contoh obat ini adalah esomeprazole, lansoprazole, omeprazole, pantoprazole, dan rabeprazole.
  • Antagonis H2
    Antagonis H2 juga merupakan obat penurun produksi asam lambung. Contoh obat ini adalah cimetidine, famotidine, dan ranitidin.
  • Bismuth subsalicylate
    Obat ini berfungsi untuk melapisi dan melindungi luka dari asam lambung. Obat ini bekerja dengan cara membunuh organisme penyebab infeksi.
  • Antibiotik
    Antibiotik bertujuan untuk membunuh bakteri H. pylori. Contoh antibiotik yang dapat diberikan adalah amoxicillin, clarithromycin, atau metronidazole.

Di samping beberapa obat di atas, dokter dapat meresepkan misoprostol dan sukralfat untuk melindungi dinding lambung. Sementara untuk mengobati tukak lambung yang disebabkan oleh konsumsi OAINS secara berlebihan, pasien dianjurkan untuk berhenti mengonsumsi obat tersebut, kemudian dokter akan memberikan alternatif obat lain.

Untuk membantu meredakan gejala tukak lambung, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan, yaitu:

  • Memperbanyak konsumsi sayur, biji-bijian, dan buah yang mengandung vitamin A dan C
  • Mengonsumsi makanan yang mengandung probiotik, seperti yoghurt
  • Menghindari konsumsi susu dan makanan yang dapat mengiritasi dinding lambung
  • Mengelola stres dengan baik
  • Beristirahat yang cukup
  • Membatasi konsumsi minuman beralkohol
  • Berhenti merokok

Komplikasi Tukak Lambung

Tukak lambung dapat menyebabkan komplikasi berupa:

  • Perdarahan dari tukak lambung, baik perdarahan yang sedikit demi sedikit maupun yang langsung dalam jumlah banyak
  • Anemia, akibat perdarahan yang sedikit tetapi berlangsung lama
  • Syok hipovolemik, akibat kehilangan darah dalam jumlah yang banyak
  • Robekan lambung, yang dapat menyebabkan peritonitis
  • Penyempitan jalan keluar lambung, akibat pembentukan jaringan parut

Tukak lambung yang sampai menyebabkan perdarahan berat atau robekan pada lambung harus mendapat penanganan darurat. Perdarahan dapat diatasi melalui prosedur endoskopi, dengan menyuntikkan obat langsung ke area luka atau menyumbat luka dengan terapi panas.

Namun bila perdarahan tetap berlangsung atau bila terjadi robekan lambung dan peritonitis, dokter akan melakukan operasi.

Pencegahan Tukak Lambung

Tukak lambung dapat dicegah dengan melakukan beberapa upaya sederhana berikut:

  • Cuci tangan secara rutin, terutama sebelum makan dan setelah dari toilet.
  • Cuci bahan makanan dan masak hingga benar-benar matang.
  • Hindari mengonsumsi minuman beralkohol.
  • Pastikan air yang diminum bersih dan sudah dimasak.
  • Batasi penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) sesuai anjuran dokter.
  • Perbanyak makan sayur, buah, dan biji-bijian.
  • Hentikan kebiasaan merokok.