Voltadex bermanfaat untuk meredakan keluhan pada radang sendi, otot, atau ligamen yang bisa disebabkan oleh cedera atau penyakit tertentu, seperti rheumatoid arthritis, osteoarthritis, atau spondylitis ankylosing.

Kandungan utama voltadex adalah diclofenac. Obat ini termasuk ke dalam kelompok obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS). Diclofenac bekerja dengan cara memblokir enzim cylooxygenase, yaitu enzim yang bertugas memproduksi prostaglandin. Ketika prostaglandin berkurang, rasa sakit dan peradangan di dalam tubuh juga akan mereda.

Voltadex - Alodokter

Jenis dan Kandungan Voltadex

Ada 3 varian produk Voltadex yang tersedia di Indonesia, yaitu:

  • Voltadex 25
    Tiap 1 tablet salut enterik Voltadex 25 mengandung 25 mg diclofenac sodium. Dalam 1 dus berisi 5 blister, 1 blister berisi 10 tablet salut enterik.
  • Voltadex 50
    Tiap 1 tablet salut enterik Voltadex 50 mengandung 50 mg diclofenac sodium. Dalam 1 dus berisi 5 blister atau 10 blister, 1 blister berisi 10 tablet salut enterik.
  • Voltadex Gel
    Tiap 1 gram Voltadex Gel 1% mengandung 11,6 mg diclofenac diethylamine atau setara dengan 10 mg diclofenac sodium. Dalam 1 dus berisi Voltadex gel ukuran 20 gram.

Apa Itu Voltadex

Golongan Obat resep untuk Voltadex tablet dan obat bebas terbatas untuk Voltadex Gel
Kategori Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS)
Manfaat Meredakan keluhan pada radang sendi akibat cedera atau penyakit tertentu, seperti rheumatoid arthritis, osteoarthritis, atau ankylosing spondylitis
Digunakan oleh Dewasa dan anak usia ≥6 tahun
Voltadex untuk ibu hamil dan menyusui Kategori B untuk penggunaan gel: Studi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil.

Kategori C untuk penggunaan tablet pada usia kehamilan <30 minggu:
Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil.
Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Kategori D untuk penggunaan tablet pada usia kehamilan ≥30 minggu:
Ada bukti positif mengenai risiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh mungkin lebih besar dari risikonya, misalnya untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa.

Voltadex dalam bentuk tablet dapat terserap ke dalam ASI, sedangkan Voltadex dalam bentuk gel belum diketahui apakah dapat terserap ke dalam ASI atau tidak.
Jangan menggunakan obat ini sebelum berkonsultasi dengan dokter ketika sedang menyusui.

Bentuk obat Tablet salut enterik dan gel

 Peringatan Sebelum Menggunakan Voltadex

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum menggunakan Voltadex:

  • Jangan menggunakan Voltadex jika Anda alergi terhadap diclofenac. Beri tahu dokter jika Anda alergi terhadap aspirin atau OAINS lain.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang atau pernah menderita hipertensi, polip hidung, penyakit jantung, penyakit hati, penyakit ginjal, tukak lambung, anemia, perdarahan saluran cerna, asma, edema, angioedema, atau gangguan pembekuan darah.
  • Beri tahu dokter jika Anda baru saja menjalani prosedur bypass jantung. Voltadex tablet sebaiknya tidak digunakan pada kondisi tersebut.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang menggunakan obat, suplemen, atau produk herbal tertentu, terutama jika Anda sedang menggunakan obat antidepresan SSRI, diuretik, ACE inhibitor, antikoagulan, kortikosteroid, ciclosporin, cholestyramine, tacrolimus, methotrexate, lithium, atau voriconazole.
  • Segera temui dokter jika terjadi reaksi alergi obat, efek samping yang serius, atau overdosis setelah menggunakan Voltadex.

Dosis dan Aturan Pakai Voltadex

Dosis Voltadex yang diresepkan oleh dokter bisa berbeda-beda pada setiap pasien. Berikut ini adalah dosis umum Voltadex bagi pasien dewasa dan anak-anak yang dibagi berdasarkan varian obat dan kondisi pasien:

Voltadex gel 1%

Tujuan: Meredakan keluhan radang tendon, ligamen, otot, atau sendi, akibat keseleo, rematik, atau osteoarthritis

  • Dewasa: Oleskan 3–4 kali sehari pada bagian yang sakit sambil digosok secara perlahan-lahan.

Voltadex tablet 25 mg dan Voltadex tablet 50 mg

Tujuan: Meredakan nyeri akibat radang sendi non rematik, rheumatoid arthritis, osteoarthritis, ankylosing spondylitis, atau spondyloarthritis

  • Dewasa: Dosis awal 25–50 mg, 3 kali sehari. Dosis maksimal 150 mg. Dosis pemeliharahaan 75–100 mg, sekali sehari.
  • Anak-anak usia ≥6 tahun: 1–3 mg/kgBB dibagi menjadi beberapa dosis terpisah dalam sehari, sesuai dengan petunjuk dokter.

Cara Menggunakan Voltadex dengan Benar

Ikuti anjuran dokter dan baca petunjuk yang tertera pada kemasan saat akan menggunakan Voltadex.

Voltadex tablet sebaiknya dikonsumsi sesudah makan. Minumlah Voltadex tablet dengan segelas air atau susu. Jangan membelah, menggigit, atau menghaluskan tablet.

Oleskan Voltadex Gel ke area yang sakit. Bersihkan area tersebut dan keringkan sebelum mengaplikasikan obat. Setelah gel dioleskan, gosok area tersebut secara perlahan.

Jangan mengoleskan Voltadex Gel pada luka terbuka atau area kulit yang terkelupas. Jangan mengoleskan tabir surya, pelembab, atau kosmetik ke area yang diobati. Setelah menggunakan obat, tunggu hingga 10 menit sebelum menutup area yang bermasalah dengan pakaian.

Gunakan Voltadex secara teratur pada waktu yang sama setiap harinya agar obat dapat bekerja dengan lebih efektif.

Jika lupa menggunakan obat, segera lakukan bila jeda dengan jadwal penggunaan selanjutnya belum terlalu dekat. Apabila sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis.

Simpan Voltadex dalam kemasannya di ruangan yang tidak lembap dan tidak terkena sinar matahari langsung. Jangan masukkan Voltadex ke dalam freezer dan jauhkan obat dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Voltadex dengan Obat Lain

Kandungan diclofenac dalam Voltadex dapat menimbulkan efek interaksi jika digunakan dengan obat-obatan lain. Interaksi obat yang dapat terjadi antara lain:

  • Peningkatan risiko terjadinya perdarahan di saluran pencernaan bila digunakan bersama OAINS lain, antidepresan SSRI, obat antikoagulan, atau kortikosteroid
  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping terhadap jantung dan pembuluh darah jika digunakan dengan glikosida jantung, seperti digoxin
  • Peningkatan risiko terjadinya hiperkalemia dan terjadinya kerusakan ginjal bila digunakan bersama ACE inhibitor, diuretik, ciclosporin, atau tacrolimus
  • Peningkatan risiko terjadinya keracunan obat bila digunakan bersama methotrexate, fenitoin, atau lithium.
  • Penurunan efektivitas diclofenac jika digunakan dengan cholestyramine
  • Peningkatan kadar diclofenac di dalam darah jika digunakan dengan voriconazole

Efek Samping dan Bahaya Voltadex

Penggunaan atau konsumsi obat dengan kandungan diclofenac bisa menimbulkan efek samping. Efek samping yang dapat terjadi berupa:

Hubungi dokter bila efek samping di atas tidak kunjung hilang atau makin memburuk. Segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat yang bisa ditandai dengan munculnya keluhan, seperti bibir atau kelopak mata bengkak, ruam di kulit yang gatal dan bengkak, atau sulit bernapas.

Selain itu, Anda juga harus segera ke dokter jika setelah menggunakan Voltadex muncul efek samping yang lebih serius, seperti buang air besar berwarna hitam, berdarah, muntah yang tidak kunjung mereda, penyakit kuning, nyeri dada, atau kelemahan pada satu sisi tubuh. Namun, efek samping ini jarang sekali terjadi.