Zultrop adalah obat untuk mengatasi berbagai infeksi bakteri dalam tubuh. Antibiotik ini bermanfaat untuk mengobati infeksi saluran kemih, infeksi saluran pernapasan, infeksi saluran cerna, dan infeksi kulit. Zultrop mengandung kombinasi sulfamethoxazole dan trimethoprim. 

Sulfamethoxazole dalam Zultrop bekerja dengan cara mengganggu proses pembentukan asam folat pada bakteri. Hasilnya, bakteri tidak dapat tumbuh dan bertahan hidup. Sementara itu, trimethoprim dapat menghambat enzim yang dibutuhkan bakteri untuk berkembang biak.

Zultrop

Kombinasi bahan dalam Zultrop tersebut efektif untuk membasmi bakteri penyebab infeksi, terutama pada kondisi infeksi yang tidak membaik dengan antibiotik lain. 

Produk Zultrop

Zultrop merupakan obat resep yang hadir dalam 2 varian, yaitu:

  • Zultrop 10 kaplet, dengan kombinasi 80 mg trimethoprim dan 400 mg sulfamethoxazole per kaplet
  • Zultrop suspensi, yang tiap 5 ml terkandung 200 mg sulfamethoxazole dan 40 mg trimethoprim

Apa Itu Zultrop

Bahan aktif Trimethoprim dan sulfamethoxazole
Golongan Obat resep
Kategori Antibiotik golongan sulfonamida
Manfaat Mengobati infeksi bakteri pada saluran pernapasan, saluran cerna, saluran kemih, serta telinga
Digunakan oleh Dewasa dan bayi usia >2 bulan
Zultrop untuk ibu hamil Kategori D: Ada bukti bahwa kandungan obat berisiko terhadap janin manusia. Namun, obat dalam kategori ini masih mungkin digunakan ketika manfaat yang diperoleh lebih besar daripada risikonya, misalnya untuk mengatasi situasi yang mengancam nyawa.
Kandungan obat ini dapat meningkatkan risiko spina bifida dan kernikterus pada janin. Konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan antibiotik yang lebih aman selama kehamilan.
Zultrop untuk ibu menyusui Zultrop dapat digunakan oleh ibu menyusui. Namun, sebaiknya diskusikan dengan dokter mengenai alternatif obat yang lebih aman, terutama jika bayi terlahir prematur, usianya belum genap 1 bulan, atau mengalami defisiensi G6PD.
Bentuk obat Suspensi dan kaplet

Peringatan sebelum Menggunakan Zultrop

Zultrop harus digunakan sesuai aturan pakai yang tertera pada kemasan dan saran dari dokter. Perhatikan hal-hal berikut sebelum menggunakan obat ini:

  • Beri tahu dokter mengenai riwayat alergi yang Anda miliki. Zultrop tidak boleh dikonsumsi oleh orang yang alergi terhadap trimethoprim atau sulfamethoxazole.
  • Informasikan kepada dokter jika Anda pernah atau sedang menderita anemia megaloblastik. Zultrop tidak boleh digunakan oleh orang dengan kondisi tersebut.
  • Sampaikan kepada dokter jika Anda pernah atau sedang menderita gangguan elektrolit, anemia, penyakit tiroid, malnutrisi, gangguan pada fungsi hati atau ginjal, asma, diabetes, kolitis ulseratif, atau HIV/AIDS.
  • Konsultasikan ke dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal. Tujuannya adalah untuk menghindari interaksi obat yang tidak diinginkan.
  • Bicarakan dengan dokter perihal penggunaan Zultrop jika Anda direncanakan untuk menjalani vaksinasi. Obat ini mungkin dapat mengurangi efektivitas vaksin.
  • Pastikan untuk memberi tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
  • Segera ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius selama menggunakan Zultrop.

Dosis dan Aturan Pakai Zultrop

Dosis Zultrop ditentukan oleh dokter berdasarkan jenis infeksi, usia, berat badan, dan kondisi kesehatan pasien. Berikut ini adalah dosis umum penggunaan Zultrop berdasarkan kondisi dan usia pasien:

Zultrop suspensi

  • Anak usia 6 minggu sampai 5 bulan: 2,5 ml, 2 kali  sehari.
  • Anak usia 6 bulan sampai 5 tahun: 5 ml, 2 kali sehari.
  • Anak usia 6–12 tahun: 10 ml, 2 kali sehari.

Zultrop kaplet

  • Dewasa dan anak usia >12 tahun: 2 kaplet, 2 kali sehari. Dosis maksimal 2 kaplet, 3 kali sehari.

Cara Menggunakan Zultrop dengan Benar

Gunakan Zultrop sesuai anjuran dokter dan bacalah aturan pakai yang terdapat pada kemasan. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa persetujuan dokter.

Berikut ini adalah cara menggunakan Zultrop dengan benar yang perlu Anda ketahui agar memperoleh hasil pengobatan yang maksimal:

  • Konsumsilah Zultrop bersama makanan untuk mencegah sakit maag
  • Telan Zultrop kaplet secara utuh utuh dengan bantuan air putih.
  • Bila hendak mengonsumsi Zultrop sediaan suspensi, kocok botol kemasannya sebelum obat diminum. Gunakanlah alat takar yang disertakan dalam kemasan supaya dosisnya akurat.
  • Jika Anda lupa menggunakan Zultrop, segera minum obat ini begitu teringat. Namun, bila waktu minum obat berikutnya sudah dekat, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
  • Gunakanlah Zultrop sesuai lama pengobatan yang dianjurkan dokter meski gejala sudah membaik. Jangan menghentikan pengobatan tanpa persetujuan dokter.
  • Pakailah tabir surya dan topi saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari. Hal ini karena Zultrop dapat membuat kulit lebih sensitif terhadap cahaya matahari.
  • Jangan langsung mengemudi atau melakukan aktivitas lain yang memerlukan kewaspadaan setelah minum Zultrop. Obat ini dapat menyebabkan kantuk atau pusing.
  • Simpan Zultrop di tempat bersuhu ruangan dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
  • Jangan menggunakan Zultrop yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa.

Interaksi Zultrop dengan Obat Lain

Kombinasi kandungan trimethoprim dan sulfamethoxazole dalam Zultrop dapat menyebabkan interaksi obat jika digunakan bersama obat-obat tertentu. Efek interaksi yang bisa terjadi meliputi:

  • Peningkatan risiko terjadinya trombositopenia dan memar yang besar jika digunakan dengan obat diuretik, terutama thiazide
  • Peningkatan risiko terjadinya hiperkalemia jika digunakan dengan obat  angiotensin-converting enzyme ACE inhibitor, seperti captopril
  • Peningkatan risiko terjadinya anemia megaloblastik bila digunakan bersama pyrimethamine
  • Peningkatan risiko terjadinya perdarahan jika digunakan dengan warfarin
  • Peningkatan risiko terjadinya kekurangan asam folat jika digunakan dengan obat antagonis asam folat, pyrimethamine, atau obat antikonvulsan
  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping dari lamivudine, phenytoin, digoxin, atau zidovudine
  • Penurunan efektivitas Zultrop bila digunakan bersama rifampicin

Untuk mencegah terjadinya efek interaksi obat, diskusikan dengan dokter jika Anda berencana menggunakan Zultrop bersama obat, suplemen, atau produk herbal apa pun. 

Efek Samping dan Bahaya Zultrop

Beberapa efek samping yang bisa muncul setelah mengonsumsi Zultrop, yaitu:

  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Hilang nafsu makan
  • Kantuk
  • Rasa tidak nyaman di perut

Lakukan pemeriksaan ke dokter jika efek samping di atas tidak kunjung reda atau malah memburuk. Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter melalui chat untuk mendapatkan penanganan awal.

Segera ke dokter bila muncul reaksi alergi obat atau efek samping yang lebih serius, seperti:

  • Ruam dengan pengelupasan kulit atau lepuh pada bibir, mulut, atau mata yang disertai demam
  • Perdarahan tidak wajar atau sakit tenggorokan yang tidak kunjung sembuh disertai dengan demam
  • Gangguan hati, yang dapat ditandai dengan nyeri perut, urine berwarna gelap, atau kulit dan mata menguning (penyakit kuning)