Zultrop Forte adalah antibiotik kombinasi yang mengandung dua zat aktif, yaitu sulfamethoxazole dan trimethoprim. Obat ini bermanfaat untuk mengatasi berbagai infeksi bakteri, misalnya pada infeksi saluran kemih, infeksi saluran pernapasan, infeksi saluran cerna, dan infeksi kulit. 

Bahan aktif sulfamethoxazole dan trimethoprim dalam Zultrop Forte merupakan golongan antibiotik sulfonamida. Kedua kandungan tersebut bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan bakteri penyebab infeksi. Dengan begitu, infeksi dapat teratasi dan keluhan yang menyertainya akan mereda.

Zultrop Forte

Apa Itu Zultrop Forte

Bahan aktif 160 mg trimethoprim dan 800 mg sulfamethoxazole
Golongan Obat resep
Kategori Antibiotik golongan sulfonamida
Manfaat Mengatasi infeksi bakteri pada saluran pernapasan, saluran cerna, saluran kemih, dan telinga
Digunakan oleh Dewasa
Zultrop Forte untuk ibu hamil Kategori D: Ada bukti bahwa kandungan obat berisiko terhadap janin manusia. Namun, obat dalam kategori ini masih mungkin digunakan ketika manfaat yang diperoleh lebih besar daripada risikonya, misalnya untuk mengatasi situasi yang mengancam nyawa.
Bahan aktif obat ini dapat meningkatkan risiko spina bifida dan kernikterus pada janin. Konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan antibiotik yang lebih aman selama kehamilan.
Zultrop Forte untuk ibu menyusui Zultrop Forte dapat digunakan oleh ibu menyusui. Namun, sebaiknya diskusikan dengan dokter mengenai alternatif obat yang lebih aman, terutama jika bayi terlahir prematur, usianya belum genap 1 bulan, atau mengalami defisiensi G6PD.
Bentuk obat Kaplet 

Peringatan sebelum Menggunakan Zultrop Forte

Zultrop Forte merupakan obat resep yang penggunaannya harus sesuai petunjuk dokter. Sebelum menggunakan obat ini, penting bagi Anda untuk memperhatikan hal-hal berikut:

  • Sampaikan kepada dokter mengenai riwayat alergi yang Anda miliki. Zultrop Forte tidak boleh dikonsumsi oleh orang yang alergi terhadap trimethoprim atau sulfamethoxazole.
  • Diskusikan dengan dokter perihal konsumsi Zultrop Forte jika Anda pernah atau sedang menderita anemia megaloblastik. Obat ini tidak boleh digunakan oleh orang dengan kondisi tersebut.
  • Informasikan kepada dokter jika Anda pernah atau sedang menderita gangguan elektrolit, anemia, penyakit tiroid,  diabetes, malnutrisi, gangguan pada fungsi hati atau ginjal, asma, kolitis ulseratif, atau HIV/AIDS.
  • Konsultasikan dengan dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal. Tujuannya adalah untuk menghindari interaksi obat yang tidak diinginkan.
  • Diskusikan dengan dokter perihal penggunaan Zultrop Forte jika Anda direncanakan untuk menjalani vaksinasi. Obat ini mungkin dapat mengurangi efektivitas vaksin.
  • Pastikan untuk memberi tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
  • Segera ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius selama menggunakan Zultrop Forte.

Dosis dan Aturan Pakai Zultrop Forte

Dosis dan aturan pakai Zultrop Forte ditentukan oleh dokter sesuai usia dan kondisi pasien. Berikut ini adalah dosis umum pemberian antibiotik ini:  

  • Dewasa dan anak usia >12 tahun: 2 tablet, 2 kali sehari. Dosis maksimal 2 tablet, 3 kali sehari

Cara Menggunakan Zultrop Forte dengan Benar

Gunakan Zultrop Forte sesuai anjuran dokter dan aturan pakai pada kemasan. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa persetujuan dokter.

Agar kombinasi kandungan trimethoprim dan sulfamethoxazole dalam Zultrop Forte bekerja dengan baik, gunakan obat ini secara benar. Berikut ini adalah cara menggunakan Zultrop Forte dengan benar:

  • Konsumsilah Zultrop Forte bersama makanan untuk mencegah sakit maag.
  • Telan Zultrop Forte dengan bantuan air putih.
  • Jika Anda lupa menggunakan Zultrop Forte, segera minum obat ini begitu teringat. Namun, bila waktu minum obat berikutnya sudah dekat, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis selanjutnya. 
  • Gunakan Zultrop Forte sesuai lama pengobatan yang dianjurkan dokter meski gejala sudah membaik. Jangan menghentikan pengobatan tanpa persetujuan dokter.
  • Pastikan untuk menggunakan tabir surya dan topi saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari. Zultrop Forte dapat membuat kulit lebih sensitif terhadap cahaya matahari.
  • Jangan langsung mengemudi atau melakukan aktivitas lain yang memerlukan kewaspadaan setelah minum Zultrop Forte. Obat ini dapat menyebabkan kantuk atau pusing.
  • Simpan Zultrop Forte di tempat bersuhu ruangan dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
  • Jangan menggunakan Zultrop Forte yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa.

Interaksi Zultrop Forte dengan Obat Lain

Interaksi obat yang dapat terjadi jika Zultrop Forte dikonsumsi bersama obat, suplemen, atau produk herbal apa pun tanpa seizin dokter. Efek interaksi yang bisa terjadi dapat berupa:

  • Penurunan efektivitas Zultrop Forte bila digunakan bersama rifampicin
  • Peningkatan risiko terjadinya trombositopenia dan memar yang besar jika digunakan dengan obat diuretik, terutama thiazide
  • Peningkatan risiko terjadinya hiperkalemia jika digunakan dengan obat  angiotensin-converting enzyme ACE inhibitor, seperti captopril
  • Peningkatan risiko terjadinya anemia megaloblastik bila digunakan bersama pyrimethamine
  • Peningkatan risiko terjadinya perdarahan jika digunakan dengan warfarin
  • Peningkatan risiko terjadinya kekurangan asam folat jika digunakan dengan obat antagonis asam folat, pyrimethamine, atau obat antikonvulsan
  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping dari lamivudine, phenytoin, digoxin, atau zidovudine

Untuk mencegah terjadinya efek interaksi obat, diskusikan dengan dokter jika Anda berencana menggunakan Zultrop Forte bersama obat, suplemen, atau produk herbal apa pun. 

Efek Samping dan Bahaya Zultrop Forte

Efek samping yang bisa muncul setelah mengonsumsi Zultrop Forte antara lain:

  • Mual dan muntah
  • Hilang nafsu makan
  • Kantuk
  • Rasa tidak nyaman di perut
  • Diare

Berkonsultasilah ke dokter melalui chat bila efek samping di atas tidak kunjung membaik atau makin parah. Dokter dapat memberikan saran atau obat untuk mengatasi efek samping tersebut.

Jangan tunda untuk ke IGD terdekat bila muncul reaksi alergi obat atau efek samping yang lebih serius, seperti:

  • Ruam dengan pengelupasan kulit atau lepuh pada bibir, mulut, atau mata yang disertai demam
  • Perdarahan tidak wajar atau sakit tenggorokan yang tidak kunjung sembuh disertai dengan demam
  • Gangguan hati, yang dapat ditandai dengan nyeri perut, urine berwarna gelap, atau kulit dan mata menguning (penyakit kuning)