Penyakit Ginjal Polikistik

Pengertian Penyakit Ginjal Polikistik

Penyakit ginjal polikistik adalah penyakit keturunan dimana sekelompok kista muncul di dalam ginjal. Pengertian kista sendiri adalah benjolan nonkanker yang berisi cairan menyerupai air. Jika kista mengumpulkan banyak cairan, maka ukurannya juga akan membesar.

Penyakit Ginjal Polikistik - alodokter

Gejala Penyakit Ginjal Polikistik

Beberapa gejala yang biasanya muncul pada penyakit ginjal polikistik adalah:
  • Terbentuknya batu ginjal.
  • Kulit menjadi mudah memar.
  • Membesarnya ukuran perut.
  • Urine mengandung darah.
  • Warna kulit menjadi pucat.
  • Sakit kepala.
  • Kelelahan.
  • Nyeri pada tubuh bagian samping dan belakang.
  • Sering buang air kecil.
  • Nyeri pada persendian.
  • Gagal ginjal.
  • Ketidaknormalan pada kuku.
  • Infeksi saluran kemih atau ginjal.

Penyebab Penyakit Ginjal Polikistik

Penyakit ginjal polikistik merupakan penyakit keturunan yang disebabkan oleh kelainan atau kecacatan pada gen. Mutasi genetis juga dapat menyebab munculnya penyakit ini, namun hal tersebut jarang terjadi.

Berdasarkan kecacatan genetisnya, ada dua jenis penyakit ginjal polikistik, yaitu:

  • Autosomal recessive polycystic kidney disease (ARPKD). Gejala ARPKD seringkali muncul sesaat setelah penderita dilahirkan. Jika kedua orangtua harus menderita ARPKD, maka setiap anak-anaknya memiliki risiko sebesar 25 persen untuk menurunkan ARPKD.
  • Autosomal dominant polycystic kidney disease (ADPKD). Gejala ADPKD seringkali muncul ketika penderita berusia antar 30 hingga 40 tahun. Jika salah satu orang tua menderita ADPKD, maka setiap anaknya memiliki risiko sebesar 50 persen untuk menurunkan ADPKD. Jenis ini merupakan penyakit ginjal polikistik yang paling banyak muncul.
Ada pula jenis penyakit ginjal polikistik yang bukan penyakit keturunan yaitu acquired cystic kidney disease (ACKD). Jenis ini biasanya muncul pada seseorang yang mengalami gangguan ginjal lainnya seperti gagal ginjal atau sedang menjalani cuci darah.

Diagnosis Penyakit Ginjal Polikistik

Untuk mendiganosis pasien yang diduga menderita penyakit ginjal polikistik, biasanya dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan seperti:
  • MRI. Dengan pencitraan MRI, dokter dapat mengambil gambar struktur ginjal dan tampilan kista penderita.
  • USG. Alat yang menggunakan gelombang suara akan dipakai dokter untuk memeriksa adanya kista pada ginjal penderita.
  • CT Scan. Dokter akan menggunakan alat pencitraan yang memakai gelombang sinar-X untuk mendapatkan gambar ginjal penderita.
  • Intravenous Pyelogram (IVP). Pada pemeriksaan ini, dokter akan memasukkan zat pewarna (kontras) yang membuat pembuluh darah terlihat lebih jelas saat dilakukan foto Rontgen.

Pengobatan Penyakit Ginjal Polikistik

Sampai saat ini belum ditemukan obat untuk menyembuhkan penyakit ginjal polikistik. Dokter hanya akan mencoba meringankan gejala, serta mengatasi komplikasi yang muncul.

Berikut ini adalah beberapa penanganan berdasarkan gejala atau komplikasi yang muncul:

  • Infeksi kandung kemih atau ginjal. Antibiotik dapat digunakan untuk mengatasi infeksi dan mencegah kerusakan ginjal lebih lanjut.
  • Kegagalan fungsi ginjal. Penderita akan disarankan untuk menjalani cuci darah atau transplantasi ginjal.
  • Nyeri kronis. Obat pereda nyeri, seperti paracetamol, dapat digunakan untuk mengontrol rasa nyeri kronis pada punggung.
  • Aneurisma. Dokter akan menganjurkan penderita untuk menjalani pemeriksaan aneurisma intrakranial secara rutin. Jika ditemukan, dapat dilakukan tindakan pembedahan untuk mengurangi risiko perdarahan.
  • Darah pada urine. Disarankan untuk mengonsumsi banyak cairan ketika muncul darah pada urine, serta melakukan bed rest untuk mengurangi perdarahan.
  • Komplikasi kista. Jika kista menghalangi organ lain atau pembuluh darah, menyebabkan nyeri yang hebat, atau menyebabkan infeksi, maka dapat dilakukan pembedahan untuk mengeluarkan cairan kista.
  • Kista pada organ hati. Pada keadaan ini dapat dilakukan pembedahan untuk mengangkat sebagian organ hati atau transplantasi hati.
  • Tekanan darah tinggi. Dianjurkan untuk makan makanan rendah garam dan lemak. Penderita juga diminta untuk tidak merokok, lebih sering olahraga dan menghindari stres. Obat jenis ACE-inhibitors dapat digunakan untuk mengontrol tekanan darah tinggi penderita.

Komplikasi Penyakit Ginjal Polikistik

Penyakit ginjal polikistik merupakan salah satu penyebab terjadinya gagal ginjal. Penyakit ini juga dapat menyebar ke organ selain ginjal, seperti hati atau pankreas. Selain gagal ginjal, komplikasi yang dapat dialami oleh penderita penyakit ginjal polikistik adalah:
  • Nyeri kronis, yang umumnya muncul pada bagian samping dan belakang tubuh penderita.
  • Tumbuhnya kista pada organ hati, pankreas dan testis.
  • Ketidaknormalan katup jantung, dimana katup tidak dapat menutup secara sempurna.
  • Komplikasi saat kehamilan, karena dapat terjadi preeklamsia.
  • Anemia.
  • Berkembangnya aneurisma pada otak. Penderita akan memiliki risiko munculnya benjolan seperti balon pada pembuluh darah otaknya.
  • Gangguan fungsi usus besar. Munculnya kantung-kantung cairan pada dinding usus besar serta melemahnya dinding usus besar.
  • Tekanan darah tinggi. Jika tidak ditangani tekanan darah tinggi dapat merusak ginjal, serta meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
  • Katarak atau kebutaan.

Pencegahan Penyakit Ginjal Polikistik

Salah satu cara terpenting untuk melindungi ginjal adalah dengan mengontrol tekanan darah. Beberapa langkah yang dapat dilakukan penderita penyakit ginjal polikistik untuk mencegah agar tekanan darah tidak meningkat adalah:
  • Menjaga berat badan.
  • Berolahraga secara rutin.
  • Berhenti merokok.
  • Selalu mengonsumsi obat tekanan darah sesuai resep dan anjuran dokter.
  • Membiasakan diri mengonsumsi makanan-makanan rendah garam, dan memperbanyak konsumsi buah, sayur, serta biji-bijian.