Dapsone adalah obat untuk mengobati kusta, dermatitis herpetiformis, dan Dalam pengobatan kusta, dapsone dapat dikombinasikan dengan rifampicin atau clofazimine.

Dapsone akan menghentikan pertumbuhan bakteri dengan cara menghambat jalur metabolisme asam folat. Perlu diketahui, obat ini tidak dapat digunakan untuk mengobati infeksi virus, seperti flu.

Dapsone

Selain itu, dapsone juga dapat digunakan untuk mengobati dan mencegah pneumocystis jiroveci pneumonia atau toxoplasmosis pada penderita HIV/AIDS.

Merek dagang dapsone: -

Apa Itu Dapsone

Golongan Obat resep
Kategori Antibiotik golongan sulfone
Manfaat Mengobati kusta, dermatitis herpetiformis, dan jerawat, serta mengobati dan mencegah pneumocystis jiroveci pneumonia, atau toksoplasmosis, pada penderita HIV/AIDS.
Digunakan oleh Dewasa dan anak-anak
Dapsone untuk ibu hamil dan menyusui Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil.

Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Dapsone dapat terserap ke dalam ASI. Bila Anda sedang menyusui, jangan menggunakan obat ini tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter.

Bentuk Gel dan tablet

Peringatan Sebelum Menggunakan Dapsone

Dapsone hanya boleh digunakan sesuai resep dokter. Berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum menggunakan dapsone:

  • Jangan menggunakan dapsone jika Anda alergi terhadap obat ini. Beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang Anda miliki.
  • Beri tahu dokter jika Anda pernah atau sedang menderita anemia, porfiria, defisiensi glukosa 6-phosphate dehydrogenase (G6PD), methemoglobinemia, penyakit hati, penyakit jantung, penyakit paru, atau diabetes.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
  • Jangan mengemudikan kendaraan atau mengoperasikan alat berat selama menjalani pengobatan dengan dapsone, karena obat ini dapat menyebabkan pusing.
  • Hindari paparan sinar matahari secara langsung dalam jangka waktu lama, karena dapsone dapat menyebabkan kulit menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang menggunakan obat-obatan lain, termasuk suplemen, atau produk herbal.
  • Segera temui dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat, efek samping yang serius, atau overdosis setelah menggunakan dapsone.

Dosis dan Aturan Pakai Dapsone

Dosis dan durasi penggunaan dapsone akan ditentukan oleh dokter sesuai kondisi yang ingin ditangani dan usia pasien. Berikut ini adalah pembagian dosis dapsone berdasarkan bentuk obat dan kondisi yang akan ditangani:

Bentuk obat tablet

Kondisi: Kusta pausibasilar

  • Dewasa: 100 mg per hari, selama minimal 6 bulan. Pengobatan dapat dikombinasikan dengan rifampicin.
  • Anak-anak usia 10–14 tahun: 50 mg per hari, selama minimal 6 bulan. Pengobatan ini dapat dikombinasikan dengan rifampicin.

Kondisi: Kusta multibasilar

  • Dewasa: 100 mg per hari, selama minimal 12 bulan. Pengobatan ini dapat dikombinasikan dengan clofazimine dan rifampicin.
  • Anak-anak usia 10–14 tahun: 50 mg per hari, selama minimal 12 bulan. Pengobatan ini dapat dikombinasikan dengan clofazimine dan rifampicin.

Kondisi: Dermatitis herpetiformis

  • Dewasa: Dosis awal 50 mg per hari. Dosis ditingkatkan bertahap menjadi 300 mg per hari. Dosis pemeliharaan 25–50 mg per hari.

Kondisi: Pneumocystis jiroveci pneumonia pada penderita HIV/AIDS

  • Dewasa: 50–100 mg per hari. Pengobatan dapat dikombinasikan dengan trimethoprim. Dosis alternatif 100 mg, 2 kali seminggu atau 200 mg, 1 kali seminggu.

Kondisi: Pencegahan toksoplasmosis pada penderita HIV/AIDS

  • Dewasa: 100 mg, 2 kali seminggu.
  • Anak-anak: 2 mg/kgBB, 1 kali sehari. Dosis maksimal adalah 25 mg.

Bentuk obat gel

Kondisi: Jerawat

  • Dewasa: Dosis gel 5%, oleskan tipis-tipis pada area jerawat, 2 kali sehari. Dosis gel 75%, oleskan tipis-tipis pada seluruh wajah atau area lain yang mengalami infeksi, 1 kali sehari.

Cara Menggunakan Dapsone dengan Benar

Ikuti anjuran dokter dan baca petunjuk pada kemasan obat sebelum mulai menggunakan dapsone. Jangan mengubah dosis tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter.

Dapsone dapat diminum sesudah makan. Minumlah dapsone tablet dengan segelas air putih. Jangan membelah, menggigit, atau menghaluskan tablet.

Sebelum menggunakan dapsone gel, bersihkan area yang terinfeksi, kemudian keringkan dan oleskan dapsone tipis-tipis ke area yang terinfeksi. Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah menggunakan obat ini.

Jangan menggunakan obat ini di bagian mata, hidung, mulut, atau vagina. Jika area-area ini tidak sengaja terkena obat, segera bersihkan dan bilas dengan air mengalir.

Gunakan dapsone secara teratur pada waktu yang sama setiap harinya agar obat dapat bekerja dengan lebih efektif.

Jika lupa menggunakan dapsone, segera lakukan bila jeda dengan jadwal penggunaan selanjutnya belum terlalu dekat. Apabila sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis.

Simpan dapsone dalam kemasannya di ruangan yang tidak lembap dan tidak terkena sinar matahari langsung. Jangan masukkan dapsone ke dalam freezer dan jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Dapsone dengan Obat Lain

Ada beberapa efek interaksi obat yang dapat terjadi jika dapsone digunakan bersama obat-obatan lain, di antaranya:

  • Peningkatan kadar dapsone jika digunakan dengan probenecid
  • Penurunan efektivitas vaksin hidup, seperti vaksin tifoid
  • Peningkatan risiko terjadinya aritmia jika digunakan dengan saquinavir
  • Peningkatan risiko terjadinya methemoglobinemia jika digunakan dengan phenobarbital, paracetamol, nitrat, primakuin, atau phenytoin
  • Peningkatan risiko terjadinya perubahan warna kulit menjadi kekuningan atau orange jika digunakan benzoyl peroxide
  • Peningkatan kadar dapsone jika digunakan dengan trimethoprim atau sulfamethoxazole

Efek Samping dan Bahaya Dapsone

Beberapa efek samping yang mungkin timbul setelah menggunakan dapsone adalah:

Lakukan pemeriksaan ke dokter jika efek samping di atas tidak kunjung mereda. Segera ke dokter jika muncul reaksi alergi obat yang bisa ditandai dengan munculnya ruam yang gatal di kulit, kelopak mata dan bibir bengkak, atau sulit bernapas.

Selain itu, Anda juga harus segera ke dokter jika mengalami efek samping yang lebih serius, seperti: