Komix

Pengertian Komix

Komix adalah salah satu merek obat batuk sirop dalam bentuk sachet yang dijual secara bebas di pasaran. Obat ini mengandung campuran guaifenesin yang berfungsi untuk mengencerkan dahak (ekspektoran) dan chlorpheniramine yang berperan sebagai antihistamin. Campuran kedua obat ini dapat meredakan gejala batuk dan pilek.

Berdasarkan kandungannya, terdapat dua jenis Komix, yaitu Komix dan Komix OBH. Pada Komix ditambahkan dextromethorpan yang berfungsi untuk menghentikan batuk dengan menekan refleks batuk pada otak. Komix tersedia dalam 3 varian rasa, yaitu peppermint, jahe, dan jeruk nipis. Sedangkan Komix OBH memiliki tambahan ephedrine yang berperan sebagai dekongestan dan succus liquiritiae yang dipercaya untuk mengatasi batuk. Namun efektivitas succus liquiritiae untuk mengatasi batuk masih diperlukan penelitian lebih lanjut.

komix - alodokter_compress

Produk Komix

Berikut ini adalah sejumlah produk Komix yang tersedia di pasaran, di antaranya adalah:

  • Komix Peppermint, Komix Jahe, dan Komix Jeruk Nipis. Berfungsi untuk meredakan gejala batuk dan pilek, menghentikan batuk, mengencerkan dahak. Tiap sachet 7 mL mengandung dextromethorphan 15 mg, guaifenesin 100mg, dan chlorpheniramine 2 mg.
  • Komix Sirup OBH dan Komix Kid OBH. Berfungsi untuk meredakan gejala batuk dan pilek, mengencerkan dahak, dan meredakan hidung tersumbat. Untuk Komix Sirup OBH, tiap sachet 7 mL mengandung guaifenesin 100 mg, succus liquiritiae 167 mg, ephedrine 4 mg, dan chlorpheniramine 2 mg. Sedangkan untuk Komix Kid OBH, tiap sachet 5 mL mengandung guaifenesin 50 mg, succus liquiritiae 167 mg, ephedrine 4 mg, dan chlorpheniramine 2 mg.
  • Komix Kid Strawberry. Berfungsi untuk meredakan gejala batuk dan pilek, menghentikan batuk, dan mengencerkan dahak. Tiap sachet 5 mL mengandung dextromethorphan 7,5 mg, guaifenesin 50 mg, dan chlorpheniramine 2 mg.

Penggunaan oleh Wanita Hamil atau Menyusui

Khusus bagi wanita hamil yang sedang menyusui, harus diperhatikan terlebih dahulu kategori kehamilan dan menyusui dari masing-masing jenis Komix, yaitu:

Jenis Komix Kategori Kehamilan
Komix dan Komix OBH Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

 

Seluruh bahan aktif dalam Komix dan Komix OBH yang dikonsumsi oleh ibu menyusui dapat diserap ke dalam ASI. Diskusikan mengenai manfaat dan risikonya dengan dokter bila Anda sedang menyusui.

Peringatan:

  • Jangan mengonsumsi Komix bila Anda alergi terhadap guaifenesin atau komposisi lainnya yang terkandung di dalam obat.
  • Hindari mengonsumsi Komix bersama dengan obat-obatan MAO inhibitor, beta blocker (misalnya propranolol, linezolid, metildopa, oksitosin, atau reserpine), dan antidepresan trisiklik (misalnya amitriptyline atau ergotamine).
  • Selama mengonsumsi Komix, jangan mengonsumsi obat batuk, pilek, dan alergi merek lain, serta hindari minuman beralkohol.
  • Hati-hati bagi penderita fenilketonuria, asma, hipertensi, aritmia, penyakit tiroid, diabetes, pembesaran prostat, glaukoma, stroke, dan penyakit liver.Tidak dianjurkan bagi anak di bawah 6 tahun, kecuali atas saran dokter.
  • Obat ini dapat mengakibatkan rasa mengantuk, hati-hati penggunaan pada lansia berusia 60 tahun ke atas karena dapat meningkatkan risiko untuk jatuh, serta hindari aktivitas yang membutuhkan konsentrasi seperti menyetir.

Dosis Komix

Berikut ini adalah rincian dosis tiap produk Komix yang dianjurkan:

Produk Dosis
Komix Peppermint, Komix Jahe, dan Komix Jeruk Nipis (Tiap sachet 7 mL mengandung dextromethorphan 15 mg, guaifenesin 100mg, dan chlorpheniramine 2 mg). Dewasa: 3 kali sehari (1-2 sachet/kali minum)
Komix Kid Strawberry (Tiap sachet 5 mL mengandung dextromethorphan 7,5 mg, guaifenesin 50 mg, dan chlorpheniramine 2 mg). Anak-anak 6-12 tahun: 3 kali sehari (1 sachet/kali minum)
Komix OBH (Tiap sachet 7 mL mengandung guaifenesin 100 mg, succus liquiritiae 167 mg, ephedrine 4 mg, dan chlorpheniramine 2 mg). Dewasa: 3 kali sehari (2 sachet/kali minum)
Komix Kid OBH (Tiap sachet 5 mL mengandung guaifenesin 50 mg, succus liquiritiae 167 mg, ephedrine 4 mg, dan chlorpheniramine 2 mg). Anak-anak 6-12 tahun: 3 kali sehari (1 sachet/kali minum)

Efek Samping dan Interaksi Komix dengan Obat Lain

Guaifenesin dan chlorpheniramine merupakan dua bahan aktif dalam tiap produk Komix. Efek samping yang mungkin dapat terjadi setelah seseorang mengonsumsi guaifenesin dan chlorpheniramine adalah:

  • Mengantuk.
  • Dahak menjadi kental.
  • Diare.
  • Ruam kulit.
  • Mulut, hidung, dan tenggorokan terasa kering.
  • Penglihatan kabur.
  • Kehilangan keseimbangan.
  • Tinitus.
  • Sulit buang air kecil.

Dianjurkan untuk segera menemui dokter jika Anda mengalami efek samping berupa:

Sedangkan interaksi yang mungkin dapat terjadi jika seseorang mengonsumsi guaifenesin-chlorpheniramine bersama dengan obat lain adalah:

  • Meningkatkan efek guaifenesin dan chlorpheniramine dan menurunkan tekanan darah ke tingkat yang berbahaya jika dikonsumsi bersama dengan obat-obatan MAO inhibitors.
  • Memengaruhi efektivitas iodida bila dikonsumsi bersama dengan obat yang mengandung iodida. Iodida biasanya diberikan kepada orang-orang dengan masalah tiroid.

Untuk mengetahui kemungkinan efek samping dan interaksi lainnya dari tiap produk Komix, berdasarkan kandungan bahan selain guaifenesin dan chlorpheniramine, silakan lihat tabel berikut ini:

Produk Efek Samping Interaksi
Komix Peppermint
  • Meningkatkan efek kantuk jika dikonsumsi dengan antihistamin.
  • Meningkatkan risiko keracunan jika dikonsumsi dengan fluoxetine dan terbinafine.
  • Meningkatkan risiko halusinasi, demam tinggi, dan koma jika dikonsumsi dengan obat-obatan antidepresan golongan SSRI atau MAOI.
Komix Jahe
Komix Jeruk Nipis
Komix Kid Strawberry
Komix OBH
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Tremor
  • Mual
  • Muntah
  • Tekanan darah meningkat
  • Kadar kalium menurun
  • Lemas
  • Retensi sodium dan air dalam tubuh
  • Gangguan menstruasi
  • Meningkatkan risiko gugup, mual, dan insomnia jika dikonsumsi dengan teofilin.
  • Meningkatkan efek kafein.
  • Melebarkan pembuluh darah jika dikonsumsi dengan metildopa dan reserpine.
  • Menyempitkan pembuluh darah jika dikonsumsi dengan oksitosin dan ergotamine.
  • Meningkatkan risiko aritmia jika dikonsumsi dengan quinidine, digoxin, obat antidepresan trisiklik, penghambat beta seperti propranolol, dan halothane.
  • Meningkatkan risiko meningkatnya tekanan darah jika dikonsumsi dengan obat-obatan MAOI.
  • Menurunkan efektivitas pil estrogen.
  • Menurunkan kadar kalium jika digunakan bersama dengan furosemide dan kortikosteroid.
  • Menurunkan efektivitas obat-obatan antihipertensi.
  • Meningkatkan risiko perdarahan jika dikonsumsi dengan warfarin.
Ditinjau oleh : dr. Tjin Willy

Referensi