Sanprima tablet adalah antibiotik yang mengandung cotrimoxazole, yaitu kombinasi trimethoprim dan sulfamethoxazole. Obat ini digunakan untuk mengatasi berbagai infeksi bakteri, seperti infeksi saluran pernapasan, saluran pencernaan, saluran kemih, hingga telinga bagian tengah.
Kandungan cotrimoxazole dalam Sanprima tablet bekerja dengan cara menghambat proses yang diperlukan bakteri untuk tumbuh dan berkembang biak, sehingga membantu menghentikan penyebaran infeksi. Obat ini dapat mengatasi beberapa kondisi, antara lain bronkitis kronis, shigellosis, otitis media, traveler's diarrhea, infeksi saluran kemih (ISK), dan toksoplasmosis.

Sanprima tablet juga dapat digunakan untuk mengobati atau mencegah pneumocystis pneumonia (PCP), terutama pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Beli Sanprima Tablet di Aloshop
Apa Itu Sanprima Tablet
| Bahan aktif | Cotrimoxazole |
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Antibiotik golongan sulfonamida |
| Manfaat | Mengobati infeksi bakteri |
| Dikonsumsi oleh | Dewasa dan anak usia >12 tahun |
| Sanprima tablet untuk ibu hamil | Kategori D: Ada bukti bahwa kandungan cotrimoxazole berisiko terhadap janin manusia. Namun, obat dalam kategori ini masih mungkin digunakan ketika manfaat yang diperoleh lebih besar daripada risikonya, misalnya untuk mengatasi situasi yang mengancam nyawa. |
| Sanprima tidak boleh digunakan oleh ibu hamil. | |
| Sanprima tablet untuk ibu menyusui | Sanprima tablet dapat digunakan oleh ibu menyusui pada kondisi bayi yang sehat dan sudah berusia di atas 3 bulan. Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan obat ini selama menyusui. |
| Obat ini dapat memicu kernikterus pada bayi yang menyusu. Sanprima tablet tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh ibu menyusui yang bayinya berusia kurang dari 1 bulan, lahir prematur atau mengalami defisiensi G6PD. | |
| Bentuk obat | Tablet |
Peringatan sebelum Menggunakan Sanprima Tablet
Sanprima tablet hanya boleh digunakan sesuai dengan resep dokter. Berikut ini adalah hal yang perlu Anda perhatikan sebelum mengonsumsi obat ini:
- Beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang Anda miliki. Sanprima tablet tidak boleh digunakan oleh orang yang alergi terhadap kotrimoksazol.
- Jangan menggunakan Sanprima tablet jika Anda sedang menderita porfiria, gagal hati, anemia megaloblastik akibat kekurangan folat, gagal ginjal, atau pernah mengalami trombositopenia setelah menggunakan produk obat cotrimoxazole maupun obat lain yang tergolong sulfonamida.
- Sampaikan kepada dokter jika Anda pernah atau sedang mengalami defisiensi G6PD, penyakit ginjal, fenilketonuria, alergi berat, asma, radang usus, HIV dan AIDS, penyakit liver, penyakit tiroid, kecanduan alkohol, gangguan elektrolit, atau anemia defisiensi vitamin B12 dan folat.
- Bicarakan terlebih dahulu mengenai penggunaan Sanprima tablet ke dokter jika terdapat kondisi yang menyebabkan kekurangan asam folat, seperti malnutrisi atau sedang menjalani pengobatan dengan antikonvulsan dalam jangka panjang.
- Pastikan Anda memberi tahu dokter jika sedang hamil, mungkin sedang hamil, berencana untuk hamil, atau sedang menyusui. Sanprima tablet tidak boleh digunakan selama masa kehamilan dan menyusui.
- Informasikan kepada dokter jika Anda sedang menjalani terapi dengan obat lain, termasuk dofetilide, warfarin, suplemen, dan produk herbal. Tujuannya adalah untuk mencegah terjadinya interaksi obat yang tidak diinginkan.
- Jangan langsung mengemudi atau melakukan aktivitas lain yang memerlukan kewaspadaan setelah minum Sanprima tablet. Kandungan obat ini dapat menyebabkan kantuk dan menurunkan konsentrasi. Pastikan kondisi Anda sudah benar-benar prima sebelum melakukan kegiatan tersebut.
- Hindari terlalu lama terpapar sinar matahari selama menggunakan Sanprima tablet. Kandungan obat ini dapat menyebabkan kulit lebih mudah terbakar sinar matahari atau sunburn. Gunakan tabir surya dan pakaian yang tertutup jika hendak beraktivitas di luar ruangan pada siang hari.
- Segera ke dokter jika timbul reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah menggunakan Sanprima tablet.
Dosis dan Aturan Pakai Sanprima Tablet
Secara umum, berikut ini adalah dosis Sanprima tablet berdasarkan usia pasien:
- Dewasa dan anak usia >12 tahun: 2 tablet, 2 kali sehari. Dosis maksimal 2 tablet, 3 kali sehari.
Cara Menggunakan Sanprima Tablet dengan Benar
Gunakanlah Sanprima tablet sesuai dengan anjuran dokter dan petunjuk yang tertera pada kemasan. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa sepengetahuan dokter.
Agar efek pengobatan maksimal, ikutilah panduan penggunaan Sanprima tablet berikut:
- Konsumsilah Sanprima tablet pada waktu makan. Telan tablet dengan air putih.
- Perbanyaklah minum air putih selama menjalani pengobatan dengan Sanprima tablet. Tujuannya adalah untuk menekan risiko timbulnya batu ginjal.
- Jika Anda lupa mengonsumsi Sanprima tablet, segera minum obat ini begitu teringat. Namun, bila waktu minum obat berikutnya sudah dekat, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis.
- Tetap konsumsi Sanprima tablet hingga waktu yang dianjurkan dokter, meski gejala infeksi sudah mereda di tengah masa pengobatan. Menghentikan pengobatan lebih awal dapat meningkatkan risiko terjadinya resistensi antibiotik sehingga mengakibatkan infeksi kambuh dan lebih sulit diobati.
- Lakukan kontrol sesuai dengan jadwal yang diberikan dokter agar kondisi dan respons terapi dapat terpantau. Selama menggunakan Sanprima tablet, Anda mungkin akan diminta untuk menjalani pemeriksaan darah secara berkala.
- Simpan Sanprima tablet di tempat kering dan sejuk. Hindarkan obat dari paparan sinar matahari langsung, dan jauhkan dari jangkauan anak-anak.
Interaksi Sanprima Tablet dengan Obat Lain
Mengingat Sanprima tablet mengandung cotrimoxazole, efek interaksi yang bisa terjadi jika obat antibiotik ini digunakan bersama obat lain adalah:
- Peningkatan risiko terjadinya kerusakan ginjal jika digunakan dengan ciclosporin
- Peningkatan risiko terjadinya anemia megaloblastik jika digunakan dengan methotrexate atau penghambat folat seperti pyrimethamine
- Peningkatan risiko terjadinya kegagalan pengobatan jika digunakan dengan leucovorin pada penderita HIV dengan pneumonia akibat P. jirovecii
- Peningkatan kadar dofetilide dalam darah yang bisa menyebabkan gangguan jantung, termasuk torsades de pointes yang bisa berakibat fatal
- Peningkatan risiko terjadinya trombositopenia jika digunakan dengan thiazide, khususnya pada lansia
- Peningkatan risiko timbulnya efek samping dari obat digoxin, lamivudine, procainamide, repaglinide, atau zidovudine
- Peningkatan risiko terjadinya hiperkalemia jika digunakan dengan obat golongan ACE inhibitor
- Peningkatan risiko timbulnya efek samping dari obat diabetes sulfonilurea, phenytoin, atau antikoagulan oral, seperti warfarin
Untuk mencegah terjadinya efek interaksi obat, diskusikan dengan dokter jika Anda berencana menggunakan Sanprima tablet bersama obat, suplemen, atau produk herbal apa pun.
Efek Samping dan Bahaya Sanprima Tablet
Efek samping yang dapat timbul akibat konsumsi obat berbahan cotrimoxazole, seperti Sanprima tablet adalah:
- Mual dan muntah
- Tidak selera makan
- Ruam kulit
- Kantuk
Jika efek samping tersebut tidak kunjung membaik atau malah memburuk, berdiskusilah melalui Chat Bersama Dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Dokter akan memberikan saran dan pengobatan untuk mengatasi efek samping tersebut.
Segera ke dokter jika muncul reaksi alergi obat atau efek samping yang lebih serius, seperti:
- Diare lebih dari 3 kali sehari, yang disertai dengan kram perut, serta darah dan lendir pada feses
- Gejala kurang darah, seperti kulit pucat, tangan dan kaki terasa dingin, kliyengan, sesak napas
- Gejala hipoglikemia, yang gejalanya meliputi gemetar, lapar, keringat dingin, detak jantung cepat
- Gejala sindrom Stevens Johnson, seperti ruam kemerahan atau keunguan yang menyebar luas, luka lepuh di kulit sekitar hidung atau mulut, kulit mengelupas beberapa hari setelah luka lepuh terbentuk, rasa perih yang menyebar di kulit
- Gejala trombositopenia, seperti mudah memar tanpa sebab yang jelas, mimisan, atau perdarahan yang sulit berhenti
- Hiperkalemia, yang gejalanya meliputi lemas atau lemah otot, kesemutan dan mati rasa, nyeri dada, jantung berdebar, lumpuh
- Hiponatremia, yang gejalanya berupa sakit kepala, sulit berkonsentrasi, linglung, lemas
- Gangguan liver, yang gejalanya antara lain nyeri perut, warna urine menjadi gelap, tinja berwarna pucat seperti dempul, kulit dan mata menjadi kuning atau penyakit kuning
- Keputihan yang bau dan gatal di vagina
- Demam, menggigil, sakit tenggorokan yang tidak kunjung membaik, batuk, atau sesak napas