Pengobatan untuk penderita Down syndrome dilakukan agar penderita bisa menjalani aktivitas sehari-hari secara mandiri. Semakin cepat terapi diberikan, kemampuan penderita untuk beraktivitas akan semakin baik. Terapi yang diberikan kepada penderita Down syndrome antara lain:

  • Fisioterapi, untuk membantu memperkuat otot, mengajarkan cara bergerak dengan benar, dan menjaga postur tubuh yang baik.
  • Terapi bicara, untuk membantu penderita menggunakan bahasa dan berkomunikasi lebih baik.
  • Terapi okupasi, untuk mengajari penderita cara menjalani aktivitas sehari-hari, seperti makan, mengangkat atau meletakkan benda, dan berpakaian.
  • Terapi perilaku, untuk mengajari penderita cara merespons sesuatu dengan positif, terutama pada penderita Down syndrome yang mengalami frustrasi, gangguan obsesif kompulsif, atau ADHD.

Peran orang tua sangat dibutuhkan untuk memaksimalkan hasil terapi di atas. Beberapa hal yang dapat dilakukan orang tua dalam mendampingi anak dengan Down syndrome adalah:

  • Mengajak anak bermain dengan teman sebayanya.
  • Mengajari anak untuk menyebut nama benda yang disukainya sambil bermain.
  • Mengajari anak untuk mandiri, misalnya dalam berpakaian, menyikat gigi, dan menggunakan toilet.
  • Gunakan mainan untuk mengajari anak cara mengambil, menggenggam, dan memindahkan benda.

Selain beberapa hal di atas, akan lebih baik jika orang tua penderita Down syndrome bergabung dalam komunitas khusus bagi keluarga penderita kondisi ini. Melalui kelompok tersebut, para orang tua yang memiliki anak dengan Down syndrome dapat saling berbagi informasi.

Down syndrome memang tidak bisa diobati. Namun dengan dukungan yang baik dari keluarga, serta rutin menjalani terapi dan pemeriksaan ke dokter, penderita Down syndrome dapat hidup mandiri dan terhindar dari komplikasi.