Strocain adalah obat untuk mengurangi gejala akibat kelebihan asam lambung, seperti nyeri ulu hati, kembung, mual, atau rasa panas di dada. Obat ini bisa digunakan dalam pengobatan sakit maag, penyakit asam lambung (GERD), tukak lambung, gastritis, dan ulkus duodenum.
Strocain atau Strocain P mengandung polymigel, yaitu gabungan aluminium hidroksida, magnesium karbonat, dan kalsium karbonat. Obat ini bekerja dengan cara menetralkan asam lambung sehingga bisa meredakan keluhan akibat peningkatan asam lambung, seperti nyeri ulu hati atau mual.
Selain antasida, Strocain juga mengandung simethicone dan dimethicone. Kedua kandungan ini berfungsi sebagai pengurai gas di dalam saluran pencernaan, sehingga dapat mengurangi keluhan perut kembung atau sendawa yang sering menyertai gejala asam lambung.
Apa Itu Strocain
| Bahan aktif | Polymigel 400 mg |
| Golongan | Obat bebas |
| Kategori | Antasida |
| Manfaat | Meredakan gejala sakit maag akibat kelebihan asam lambung |
| Digunakan oleh | Dewasa dan anak-anak usia di atas 12 tahun |
| Strocain untuk ibu hamil | Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. |
| Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin. | |
| Strocain untuk ibu menyusui | Kandungan aluminium hidroksida dalam Strocain dapat terserap ke dalam ASI meski dalam jumlah sedikit. Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan Strocain selama menyusui. |
| Bentuk obat | Tablet |
Peringatan sebelum Menggunakan Strocain
Meski bisa dibeli tanpa resep dokter, Strocain tidak boleh digunakan sembarangan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi obat ini, yaitu:
- Jangan mengonsumsi produk Strocain jika Anda alergi terhadap kandungan yang ada di dalam produk ini.
- Jangan berikan Strocain pada anak-anak usia di bawah 12 tahun.
- Konsultasikan ke dokter jika Anda pernah atau sedang menderita penyakit ginjal, gagal ginjal, penyakit liver, penyakit jantung, hipermagnesemia, hipertensi, hipokalsemia, edema, sembelit, atau perdarahan saluran cerna.
- Sampaikan kepada dokter jika Anda sedang atau pernah mengalami kekurangan fosfat dalam darah (hipofosfatemia).
- Bicarakan dengan dokter apabila Anda sedang hamil atau sedang merencanakan kehamilan.
- Konsultasikan dengan dokter perihal konsumsi obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal bersamaan dengan Strocain. Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya interaksi obat.
- Konsultasikan dengan dokter mengenai penggunaan Strocain jika Anda menderita diabetes, fenilketonuria, atau kondisi lain yang mengharuskan Anda membatasi asupan gula dan aspartam atau fenilalanin.
- Jangan mengonsumsi minuman beralkohol selama menggunakan Strocain. Beri tahu dokter jika Anda kecanduan alkohol atau mengonsumsi minuman beralkohol setiap hari.
- Beri tahu dokter jika Anda sedang menjalani diet rendah garam.
- Informasikan kepada dokter jika keluhan tidak kunjung mereda setelah 2 minggu menggunakan produk ini, karena Strocain tidak dianjurkan untuk digunakan terus-menerus.
- Segera ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat setelah mengonsumsi Strocain.
Dosis dan Aturan Pakai Strocain
Dosis umum Strocain untuk mengatasi gejala asam lambung pada Dewasa dan anak-anak usia di atas 12 tahun adalah 1 tablet, 3–4 kali sehari.
Cara Menggunakan Strocain dengan Benar
Baca petunjuk pada kemasan obat atau ikuti anjuran dokter sebelum mengonsumsi Strocain. Jangan mengurangi atau menambah dosis tanpa seizin dokter.
Berikut ini adalah cara menggunakan Strocain dengan benar supaya gejala asam lambung cepat mereda:
- Strocain sebaiknya diminum 1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan, dan menjelang tidur.
- Telan tablet dengan bantuan segelas air putih.
- Usahakan untuk menggunakan Strocain secara teratur pada waktu yang sama setiap harinya.
- Jika Anda lupa mengonsumsi Strocain, segera minum obat ini begitu teringat. Namun, bila jadwal dosis berikutnya sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis.
- Simpan Strocain di dalam suhu ruangan dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
Interaksi Strocain dengan Obat Lain
Berikut adalah beberapa interaksi antarobat yang dapat terjadi apabila Strocain digunakan bersama dengan obat lain:
- Peningkatan penyerapan kandungan aluminium hidroksida dalam tubuh jika digunakan bersama vitamin C atau asam sitrat
- Peningkatan kadar magnesium di dalam darah jika digunakan dengan vitamin D, seperti cholecalciferol
- Peningkatan risiko terjadinya hiperkalsemia jika digunakan dengan diuretik thiazide
- Penurunan penyerapan beberapa obat, seperti levothyroxine, digoxin, fenilbutazon, naproxen, quinidine, penisilin, sulfonamida, atau obat golongan benzodiazepine
- Penurunan efektivitas kalsium karbonat di dalam tubuh jika digunakan dengan obat golongan kortikosteroid
Untuk mencegah terjadinya efek interaksi obat, diskusikan dengan dokter jika Anda berencana menggunakan Strocain bersama obat, suplemen, atau produk herbal apa pun. Jika masih ragu, Anda dapat bertanya kepada dokter lewat fitur Chat di aplikasi ALODOKTER, untuk memperoleh informasi yang sesuai dengan kondisi Anda.
Efek Samping dan Bahaya Strocain
Jika dikonsumsi sesuai anjuran dokter dan petunjuk penggunaan, Strocain jarang menimbulkan efek samping. Namun, pada beberapa orang, obat ini dapat menyebabkan beberapa efek samping, seperti:
- Diare atau sembelit
- Perut kembung atau bersendawa
- Mual atau muntah
- Sakit kepala
- Mulut kering
- Sering buang air kecil
- Perubahan sensasi rasa di mulut (dysgeusia)
Efek samping di atas umumnya akan hilang bila pemakaian obat dihentikan. Periksakan ke dokter jika efek samping di atas tidak kunjung reda atau justru memburuk. Segera ke dokter jika terjadi reaksi alergi yang berat setelah mengonsumsi Strocain.
