Kantuk

Pengertian Kantuk

Kantuk (drowsiness) adalah kondisi dimana seseorang merasa ingin tidur. Ini bisa saja terjadi pada waktu yang tidak tepat, misalnya pada saat bekerja, saat belajar, atau saat berkendara. Kantuk biasanya ditandai dengan rasa lelah, hilang kesadaran, tertidur, dan dapat mengganggu aktivitas.

Kantuk umumnya terjadi karena kurang tidur. Setiap orang memiliki kebutuhan tidur yang berbeda, tergantung usia dan aktivitas sehari-hari. Idealnya, orang dewasa membutuhkan jam tidur selama 7-9 jam per hari, anak-anak hingga remaja butuh 9 jam, balita butuh 10-12 jam, dan bayi yang baru lahir butuh 16-18 jam.

Meskipun terlihat sederhana, kantuk bisa memicu timbulnya berbagai masalah, misalnya mengganggu kinerja dan produktivitas di sekolah, kampus, atau kantor, memengaruhi emosi seseorang, mengganggu interaksi sosial, dan yang paling fatal adalah bisa menyebabkan kecelakaan baik di jalan raya maupun di lingkungan kerja.

Kadang kala, kantuk menjadi salah satu tanda dari penyakit tertentu, misalnya sleep apnea, narkolepsi, insomnia, restless leg syndrome, diabetes, depresi, stres, dan gangguan kecemasan.

Penyebab Kantuk

Kantuk bisa disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya:
  • Jam kerja yang panjang atau bekerja dengan sistem shift yang mengharuskan untuk bekerja di malam hari.
  • Terlalu banyak mengonsumsi kafein (kopi, teh, obat) serta nikotin dari rokok.
  • Efek samping obat-obatan asma, tekanan darah tinggi (hipertensi), dan jantung.
  • Gangguan tidur seperti sleep apnea, insomnia, atau narkolepsi.
  • Kandungan kalsium yang tinggi di dalam darah (hiperkalemia).
  • Diabetes atau kelenjar tiroid yang kurang aktif (hipotiroidisme).
  • Perubahan kadar natrium dalam darah (hiponatremia atau hipernatremia).

Mengatasi Kantuk

Kantuk bisa ditangani dengan beberapa cara, tergantung pada kondisi tertentu yang menjadi penyebabnya. Untuk memastikan penyebabnya, dokter akan melakukan pemeriksaan yang meliputi cek darah, CT Scan di kepala, electroencephalogram (EEG), tes urine, dan sleep studies.

Secara garis besar, kantuk bisa diatasi dengan dua cara, yaitu:

  • Pengobatan mandiri. Sebelum melakukan pengobatan secara mandiri, kita harus tahu pasti apa yang menjadi penyebab kantuk, yaitu apakah karena stres, bosan, kecemasan, atau karena masalah kesehatan lain yang mendasari. Jika ragu-ragu, lebih baik berkonsultasi dengan dokter. Pengobatan mandiri yang sederhana bisa dilakukan dengan mengubah pola tidur dan meningkatkan kualitas tidur.
  • Penanganan medis. Dokter bisa memberikan obat-obatan jika kantuk yang dialami pasien berhubungan dengan penyakit tertentu. Dosis yang diberikan pun akan disesuaikan dengan kondisi pasien. Misalnya, dokter meresepkan obat jangka pendek untuk mengatasi insomnia akut, dan meresepkan obat jangka panjang untuk mengatasi gangguan tidur tertentu.

Mencegah Kantuk

Kantuk bisa dicegah dengan beberapa cara, di antaranya:
  • Menjaga pola tidur. Orang dewasa umumnya membutuhkan waktu untuk beristirahat selama delapan jam agar kembali segar keesokan harinya. Jika suatu saat jam tidur ini berkurang, pola tidur pun akan ikut terganggu.
  • Menambah jam tidur. Menambah jam tidur pada lain waktu bisa dilakukan untuk mengganti jam tidur yang kurang pada hari sebelumnya. Namun, cara ini tidak bisa menggantikan kualitas tidur yang hilang.
  • Mengurangi kebiasaan bekerja malam. Seseorang yang sering bekerja pada malam hari disarankan agar mengurangi kebiasaan tersebut untuk mencegah kantuk. Jika kebiasaan itu sulit dihindari, dianjurkan untuk selalu bekerja di bawah lampu yang terang pada malam hari.
  • Mengonsumsi kafein dan obat. Kafein yang terkandung dalam kopi bisa menghilangkan rasa kantuk saat bekerja pada malam hari, namun sifatnya hanya sementara. Untuk meningkatkan kualitas tidur, obat-obatan yang diresepkan dokter juga bisa digunakan.