Clotaire adalah obat untuk mencegah terjadinya penggumpalan darah pada orang yang pernah mengalami serangan jantung, angina tidak stabil, atau setelah menjalani pemasangan ring jantung. Obat ini mengandung bahan aktif ticagrelor dan hanya bisa didapatkan dengan resep dokter.

Ticagrelor dalam Clotaire bekerja dengan menghambat proses penempelan sel keping darah (platelet), sehingga meminimalkan kemungkinan terbentuknya sumbatan di pembuluh darah. Dengan begitu, aliran darah ke jantung dan organ vital lainnya dapat tetap lancar, serta risiko terjadinya komplikasi serius, seperti serangan jantung atau stroke, dapat berkurang.

Clotaire

Produk Clotaire

Clotaire tersedia dalam 2 varian, yaitu:

  • Clotaire 60 mg tablet, dengan kandungan 60 mg ticagrelor tiap tablet.
  • Clotaire 90 mg tablet, yang mengandung 90 mg ticagrelor tiap tablet.

Apa Itu Clotaire

Bahan aktif Ticagrelor
Golongan Obat resep
Kategori Obat antiplatelet
Manfaat Mencegah terjadinya serangan jantung atau stroke akibat penggumpalan darah pada pasien sindrom koroner akut, penyakit jantung koroner, atau orang dengan riwayat stroke
Digunakan oleh Dewasa 
Clotaire untuk ibu hamil Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil.
Obat ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Clotaire untuk ibu menyusui Jangan mengonsumsi Clotaire tanpa arahan dokter, terutama bila menyusui bayi baru lahir atau bayi lahir prematur. Hubungi dokter jika timbul keluhan pada bayi, seperti mudah memar atau perdarahan yang tidak jelas penyebabnya, bila ibu menggunakan Clotaire.
Bentuk obat Tablet salut selaput

Peringatan sebelum Mengonsumsi Clotaire

Penggunaan Clotaire harus mengikuti saran atau resep dari dokter. Perhatikan hal-hal berikut sebelum mengonsumsi obat ini:

  • Beri tahu dokter mengenai riwayat alergi yang Anda miliki. Clotaire tidak boleh dikonsumsi oleh orang yang alergi terhadap ticagrelor.
  • Sampaikan kepada dokter jika Anda pernah atau baru saja mengalami perdarahan, misalnya perdarahan saluran pencernaan akibat tukak lambung, atau perdarahan di otak akibat cedera kepala
  • Informasikan kepada dokter jika Anda sedang atau pernah menderita penyakit jantung, penyakit asam urat, tukak lambung, stroke, gangguan irama jantung (aritmia), polip usus, penyakit liver, asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), atau gangguan pembekuan darah, termasuk hemofilia.
  • Pastikan untuk memberi tahu dokter jika Anda akan atau baru saja menjalani operasi bypass jantung. Clotaire tidak boleh digunakan pada orang dengan kondisi tersebut. 
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, mungkin sedang hamil, berencana hamil, atau sedang menyusui.
  • Gunakan alat kontrasepsi yang paling efektif untuk mencegah kehamilan selama menggunakan Clotaire. Obat ini berpotensi membahayakan janin jika terjadi kehamilan.
  • Konsultasikan dengan dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi terjadinya interaksi antarobat.
  • Beri tahu dokter bahwa Anda sedang menggunakan Clotaire jika direncanakan menjalani tindakan medis tertentu atau operasi, termasuk operasi gigi. Penggunaan Clotaire mungkin perlu dihentikan setidaknya 5 hari sebelum operasi.
  • Hindari konsumsi minuman beralkohol selama menjalani pengobatan dengan Clotaire. Hal ini untuk mencegah terjadinya perdarahan saluran cerna. 
  • Sebisa mungkin hindari melakukan aktivitas yang berisiko cedera. Obat ini dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan.
  • Jangan mengemudi atau melakukan aktivitas lain yang membutuhkan kewaspadaan setelah minum Clotaire. Obat ini dapat menyebabkan pusing. Pastikan kondisi Anda sudah benar-benar prima sebelum melakukan kegiatan tersebut.    
  • Segera lapor ke dokter jika muncul reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah minum Clotaire.

Dosis dan Aturan Pakai Clotaire

Berikut ini adalah dosis umum penggunaan Clotaire berdasarkan tujuan pengobatan:

Tujuan: Mengobati sindrom koroner akut atau serangan jantung yang baru terjadi (<12 bulan)

  • Dosis awal 180 mg (1 kali).
  • Dosis perawatan sebanyak 90 mg, 2 kali sehari, selama 1 tahun. 
  • Dosis perawatan setelah 1 tahun sebanyak 60 mg, 2 kali sehari.

Tujuan: Mencegah terjadinya serangan jantung dan stroke pada pasien dengan penyakit jantung koroner

  • 60 mg, 2 kali sehari.

Tujuan: Mencegah stroke lanjutan pada pasien dengan transient ischaemic attack (TIA)

  • Dosis awal 180 mg (1 kali), diikuti dengan dosis lanjutan 90 mg, 2 kali sehari. Pada kondisi tertentu, obat ini digunakan selama maksimal 30 hari sesuai penilaian dokter.

Untuk penggunaan jangka panjang, Clotaire umumnya dikombinasikan dengan aspirin dosis rendah (75–100 mg), kecuali jika pasien menjalani pemasangan ring jantung atau memiliki risiko perdarahan.

Cara Menggunakan Clotaire dengan Benar

Ikuti anjuran dokter dan bacalah aturan pakai yang tertera pada kemasan obat sebelum mengonsumsi Clotaire. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa persetujuan dokter. 

Agar efek pengobatan maksimal, perhatikan panduan penggunaan Clotaire berikut ini:

  • Minumlah Clotaire sebelum atau sesudah makan. Telan tablet obat secara utuh dengan bantuan air putih tanpa dibelah, dikunyah, atau dihancurkan terlebih dahulu.
  • Jika Anda lupa mengonsumsi Clotaire, segera minum obat ini begitu teringat. Namun, bila waktu minum obat berikutnya sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
  • Jangan menghentikan penggunaan Clotaire tanpa persetujuan dokter. Berhenti menggunakan obat secara sembarangan bisa meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung maupun stroke.
  • Lakukan kontrol sesuai dengan jadwal yang diberikan dokter agar kondisi dan respons terapi dapat terpantau. Selama menggunakan Clotaire, Anda mungkin akan diminta untuk menjalani tes fungsi hati dan cek asam urat.
  • Simpan Clotaire di tempat bersuhu ruangan dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Clotaire dengan Obat Lain

Penggunaan Clotaire dengan obat-obatan tertentu dapat menimbulkan interaksi obat, antara lain:

  • Peningkatan risiko terjadinya perdarahan jika digunakan bersama obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) atau obat antikoagulan
  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping Clotaire, seperti perdarahan atau sesak napas, jika digunakan dengan clarithromycin, ketoconazole, atau ritonavir
  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping dari simvastatin, lovastatin, atau digoxin
  • Penurunan efektivitas obat Clotaire dan peningkatan risiko terjadinya perdarahan jika digunakan bersama aspirin dosis tinggi (lebih dari 100 mg)
  • Penurunan efektivitas Clotaire jika digunakan bersama carbamazepine, phenytoin, phenobarbital, rifampicin, atau obat golongan opioid, seperti oxycodone

Agar terhindar dari efek interaksi yang tidak diinginkan, selalu beri tahu dokter jika Anda hendak menggunakan obat lain saat menjalani pengobatan dengan Clotaire.

Efek Samping dan Bahaya Clotaire

Sejumlah efek samping yang dapat terjadi setelah mengonsumsi Clotaire adalah:

Periksakan diri ke dokter jika keluhan di atas tidak membaik atau memburuk. Segera cari pertolongan medis bila terjadi reaksi alergi obat atau efek samping yang lebih serius, misalnya:

  • Sesak napas meski sedang dalam keadaan istirahat atau posisi berbaring
  • Denyut jantung cepat, lambat, atau tidak teratur
  • Gangguan penglihatan
  • Mimisan yang sulit berhenti, kencing berdarah, batuk darah, muntah darah atau muntah seperti bubuk kopi, buang air besar berdarah atau hitam seperti aspal
  • Bradikardia, yang gejalanya berupa denyut jantung lambat, nyeri dada, linglung, pusing berat seperti akan pingsan
  • Lumpuh sebelah badan, bicara cadel dan tidak beraturan, atau tidak mampu berbicara sama sekali