Farizol suspensi adalah obat antimikroba berbahan aktif metronidazole. Obat ini bermanfaat untuk mengatasi berbagai penyakit akibat infeksi bakteri anaerob, mulai dari abses gigi hingga vaginosis bakterialis. Farizol suspensi juga bisa mengobati infeksi parasit, seperti amebiasis.

Farizol suspensi merupakan varian produk Farizol. Metronidazol dalam Farizol suspensi bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan bakteri atau parasit penyebab infeksi. Obat ini efektif melawan bakteri anaerob dan beberapa parasit, sehingga sering digunakan untuk infeksi yang tidak mempan terhadap antibiotik lain.

Farizol Suspensi

Obat yang mengandung metronidazole, seperti Farizol suspensi, biasanya digunakan dalam penanganan penyakit akibat infeksi bakteri anaerob, seperti:

  • Periodontitis
  • Peritonitis
  • Infeksi kulit dan jaringan lunak, termasuk selulitis
  • Vaginosis bakterialis
  • Radang panggul
  • Infeksi saluran kemih
  • Infeksi tulang dan otot
  • Meningitis
  • Pneumonia
  • Endokarditis

Sementara itu, beberapa penyakit akibat infeksi parasit yang bisa diatasi dengan Farizol suspensi antara lain trikomoniasis, giardiasis, dan amebiasis.

Farizol suspensi sediaan suspensi hadir dalam kemasan botol 60 ml. Farizol Suspensi 60 ml hanya boleh digunakan sesuai resep dokter.

Apa Itu Farizol Suspensi

Bahan aktif Metronidazole 125 mg per 5 ml
Golongan Obat resep
Kategori Antibiotik golongan nitromidazole
Manfaat Mengobati infeksi bakteri dan infeksi parasit
Digunakan oleh Dewasa dan anak-anak
Farizol suspensi untuk ibu hamil Kategori B: Studi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko metronidazole terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil.
Farizol suspensi tidak boleh digunakan pada trimester pertama kehamilan. Pada trimester kedua dan ketiga, obat hanya boleh digunakan untuk meredakan gejala saja, bukan sebagai pengobatan utama.
Farizol suspensi untuk ibu menyusui Jika metronidazole diberikan dalam dosis tunggal, seperti pada pengobatan vaginosis bakterial atau trikomoniasis, ibu menyusui dianjurkan untuk tidak memberikan ASI selama 12–24 jam setelah minum obat.
Ibu yang menggunakan metronidazole dosis rendah atau rutin tetap dapat menyusui karena jumlah obat yang masuk ke dalam ASI sangat kecil. Namun, tetap konsultasikan dengan dokter untuk memastikan penggunaannya sesuai kondisi ibu dan bayi.
Bentuk obat Suspensi atau sirop

Peringatan sebelum Menggunakan Farizol Suspensi

Obat yang mengandung metronidazole, seperti Farizol suspensi, tidak boleh digunakan oleh penderita kelainan genetik yang disebut sindrom Cockayne. Hal penting lain yang perlu Anda perhatikan sebelum menjalani pengobatan dengan Farizol suspensi adalah: 

  • Sampaikan kepada dokter tentang riwayat alergi Anda. Farizol suspensi tidak boleh digunakan oleh orang yang alergi terhadap metronidazole.
  • Pastikan dokter mengetahui jika Anda sedang menggunakan disulfiram dalam 14 hari terakhir. Ini penting karena produk metronidazole, seperti Farizol suspensi, tidak boleh digunakan bersama disulfiram.
  • Sampaikan kepada dokter jika Anda memiliki porfiria atau kelainan darah, termasuk anemia sel sabit.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang menderita kandidiasis vaginalis, epilepsi, kandidiasis oral, penyakit mata, Crohn's disease, meningitis, leukopenia, neuropati perifer, penyakit liver, aritmia, penyakit ginjal, atau ensefalopati hepatik.
  • Sampaikan kepada dokter jika Anda sedang hamil, berencana hamil, atau sedang menyusui.
  • Informasikan kepada dokter perihal obat lain yang sedang Anda gunakan, termasuk suplemen dan produk herbal. Ini penting untuk mencegah terjadinya interaksi obat yang tidak diinginkan.
  • Mintalah saran dokter perihal penggunaan Farizol suspensi jika Anda sedang mengalami kecanduan alkohol atau sering mengonsumsi minuman beralkohol.
  • Jangan mengonsumsi minuman beralkohol atau makanan maupun obat yang mengandung propylene glycol, 3 hari sebelum sampai 3 hari sesudah menggunakan Farizol suspensi.
  • Beri tahu dokter bahwa Anda sedang menggunakan Farizol suspensi jika direncanakan untuk menjalani operasi, termasuk operasi gigi.
  • Jangan langsung mengemudi atau melakukan aktivitas lain yang memerlukan kewaspadaan setelah minum Farizol suspensi. Bahan aktif obat ini dapat menimbulkan pusing dan kantuk. Pastikan kondisi Anda sudah benar-benar prima sebelum melakukan kegiatan tersebut.
  • Segera ke dokter jika timbul reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah menggunakan Farizol suspensi.

Dosis dan Aturan Pakai Farizol Suspensi

Dosis Farizol suspensi yang diberikan dokter bisa berbeda tergantung pada kondisi yang ditangani. Berikut rekomendasi dosis metronidazole dalam Farizol suspensi:

Kondisi: Vaginosis bakterialis

  • Dewasa: 500 mg, 2 kali sehari selama 5–7 hari. Dosis alternatif 2.000 mg per hari sebagai dosis tunggal.

Kondisi: Giardiasis

  • Dewasa dan anak usia ≥10 tahun: Dosis 2.000 mg, 1 kali sehari selama 3 hari. Dosis alternatif 500 mg, 2 kali sehari selama 7–10 hari.
  • Anak usia 1–9 tahun: 500–1000 mg, 1 kali sehari selama 3 hari.

Kondisi: Amebiasis

  • Dewasa dan anak >10 tahun: 500–750 mg, 3 kali sehari, selama 7–10 hari

Kondisi: Trikomoniasis

  • Dewasa: 2.000 mg sebagai dosis tunggal atau 500 mg, 2 kali sehari selama 5–7 hari.
  • Anak-anak: 40 mg/kgBB sebagai dosis tunggal. Dosis maksimal 2.000 mg.

Kondisi: Infeksi Helicobacter pylori

  • Dewasa: 250–500 mg, 4 kali sehari, selama 14 Dikombinasikan dengan antibiotik.

Kondisi: Infeksi bakteri anaerob, seperti pada abses, gigitan hewan, atau gangrene

  • Dewasa: Dosis awal 800 mg, dilanjutkan dengan 400 mg tiap 8 jam. Lama pengobatan biasanya 7 hari.
  • Anak-anak: 15 mg/kgBB per hari untuk bayi usia <8 minggu, sedangkan untuk anak usia 8 minggu hingga 12 tahun, dosisnya 20–30 mg/kgBB sebagai dosis tunggal, selama 7 hari. Dosis harian dapat ditingkatkan sampai 40 mg/kgBB tergantung keparahan infeksi.

Cara Menggunakan Farizol Suspensi dengan Benar

Gunakan Farizol suspensi sesuai arahan dokter dan petunjuk yang tertera pada kemasan. Jangan mengurangi atau menambah dosis yang dianjurkan tanpa persetujuan dokter.

Gunakan Farizol suspensi dengan cara berikut supaya hasil pengobatan lebih optimal:

  • Konsumsilah Farizol suspensi sebelum makan.
  • Kocok botol sebelum obat dikonsumsi. Gunakan alat takar yang disertakan dalam kemasan supaya dosisnya akurat.
  • Jika Anda lupa menggunakan Farizol suspensi, minumlah obat ini begitu teringat. Namun, bila jadwal konsumsi berikutnya sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis.
  • Jangan menghentikan pengobatan sebelum waktu yang ditentukan dokter meski gejala sudah membaik. Berhenti menggunakan Farizol suspensi sebelum waktunya berisiko menyebabkan infeksi kambuh dan sulit diobati karena resistensi antibiotik.
  • Berkonsultasilah ke dokter jika gejala infeksi belum membaik setelah penggunaan Farizol suspensi selesai. Namun, bila keluhan memburuk atau sangat mengganggu, periksakan ke dokter meski pengobatan belum rampung. 
  • Lakukan kontrol sesuai jadwal yang diberikan dokter agar kondisi dan respons terapi dapat terpantau. Selama menggunakan Farizol suspensi, Anda mungkin akan diminta untuk menjalani pemeriksaan darah lengkap dan tes fungsi hati secara rutin.
  • Simpan Farizol suspensi di tempat bersuhu ruangan dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
  • Jangan konsumsi Farizol suspensi yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa.

Interaksi Farizol Suspensi dengan Obat Lain

Efek interaksi yang terjadi jika produk metronidazole, seperti Farizol suspensi, digunakan bersama obat tertentu bisa berupa:

  • Peningkatan risiko timbulnya gejala psikosis, seperti linglung, delusi, atau halusinasi, jika digunakan dengan disulfiram
  • Peningkatan risiko terjadinya gangguan irama jantung yang fatal dan torsade de pointes jika digunakan dengan amiodarone
  • Peningkatan risiko timbulnya efek samping jika digunakan bersama cimetidine
  • Peningkatan risiko terjadinya kerusakan ginjal jika digunakan bersama lithium
  • Peningkatan risiko terjadinya perdarahan jika digunakan bersama warfarin
  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping dari busulfan, fluorouracil, atau ciclosporin
  • Penurunan efektivitas obat phenobarbital, primidone, atau phenytoin

Konsumsi metronidazole bersama makanan atau minuman beralkohol bisa menimbulkan efek samping berupa mual, muntah, wajah merah dan panas, serta kram perut hebat.

Agar tidak terjadi efek samping akibat interaksi antarobat, mintalah saran dokter jika hendak menggunakan Farizol suspensi dengan obat lain.

Efek Samping dan Bahaya Farizol Suspensi

Penggunaan Farizol suspensi terkadang bisa menimbulkan efek samping tertentu pada tubuh. Hubungi dokter jika keluhan berikut tidak membaik atau malah memburuk:

Gunakan layanan Chat Bersama Dokter untuk berkonsultasi dan mendapat penanganan awal yang cepat.

Segera ke dokter jika penggunaan Farizol suspensi menimbulkan reaksi alergi obat atau efek samping yang berat, termasuk:

  • Pusing berat seperti akan pingsan
  • Sakit kepala yang berat, leher kaku, demam, gangguan keseimbangan, bicara cadel, kesulitan berbicara atau memahami pembicaraan, atau linglung
  • Detak jantung terlalu cepat, lambat, atau tidak beraturan 
  • Gejala radang pankreas, nyeri berat di perut bagian kanan atas yang menjalar hingga ke punggung
  • Vagina gatal, vagina bengkak dan terasa panas, keputihan yang menggumpal, atau nyeri saat berhubungan intim
  • Gejala kandidiasis oral, seperti bercak putih di lidah dan bagian dalam mulut, mulut terasa perih atau terbakar, sulit menelan makanan dan mulut lebih banyak mengeluarkan air liur
  • Gangguan saraf, yang dapat berupa kebas, kesemutan, lemah otot tangan dan kaki, atau gangguan penglihatan yang menetap

Membuat janji dengan dokter kini makin mudah. Melalui fitur Buat Janji di aplikasi ALODOKTER, Anda dapat melihat jadwal praktik, membaca ulasan pasien, dan langsung melakukan booking dalam beberapa klik.

Jika Anda membutuhkan saran medis awal sebelum ke fasilitas kesehatan, Anda dapat memanfaatkan layanan Chat Bersama Dokter. Dengan layanan ini, Anda bisa berkonsultasi langsung dengan dokter untuk mengetahui langkah penanganan yang tepat.