Kendaron adalah obat aritmia yang mengandung amiodarone. Kendaron bermanfaat untuk mengatasi gangguan irama jantung yang berat, berulang, atau tidak membaik dengan obat lain yang tergolong antiaritmia.

Kendaron mengandung 200 mg amiodarone per tablet. Zat aktif obat ini bekerja dengan cara memperlambat sinyal listrik yang menyebabkan detak jantung tidak beraturan. Dengan begitu, ritme jantung kembali normal sehingga risiko terjadinya komplikasi dari gangguan irama jantung, seperti serangan jantung atau gagal jantung bisa ditekan.

Kendaron

Apa Itu Kendaron

Bahan aktif Amiodarone
Golongan Obat resep
Kategori Antiaritmia kelas III
Manfaat Mengatasi gangguan irama jantung yang berat dan berulang, seperti ventrikel fibrilasi dan ventrikel takikardi
Digunakan oleh Dewasa
Kendaron untuk ibu hamil Kategori D: Ada bukti bahwa amiodarone berisiko terhadap janin manusia. Namun, obat dalam kategori ini masih mungkin digunakan ketika manfaat yang diperoleh lebih besar daripada risikonya, misalnya untuk mengatasi situasi yang mengancam nyawa.
Kendaron untuk ibu menyusui Amiodarone terserap ke dalam ASI dan berisiko menimbulkan efek samping pada bayi. Oleh karena itu, Kendaron tidak direkomendasikan untuk ibu menyusui, kecuali tidak ada obat lain yang lebih aman.
Dokter akan melakukan pengawasan ketat, termasuk melakukan pemantauan fungsi jantung dan tiroid bayi secara berkala, jika ibu menggunakan obat ini.
Bentuk obat Tablet

Peringatan sebelum Menggunakan Kendaron

Kendaron merupakan obat resep yang sehingga penggunaannya harus sesuai petunjuk dokter. Perhatikan hal-hal berikut sebelum menjalani pengobatan aritmia dengan Kendaron:

  • Informasikan kepada dokter tentang riwayat alergi yang Anda miliki. Kendaron tidak boleh digunakan oleh orang yang alergi terhadap amiodarone.
  • Sampaikan kepada dokter jika Anda sedang menderita menderita gagal jantung atau gangguan irama jantung lain, seperti bradikardia (denyut lambat) atau AV blok. Kendarone tidak boleh digunakan pada kondisi tersebut.
  • Bicarakan terlebih dahulu dengan dokter terkait penggunaan Kendaron jika Anda pernah atau sedang menderita penyakit tiroid, penyakit paru-paru, asma, penyakit liver, hipotensi, penyakit mata atau gangguan penglihatan, porfiria, hipertensi, atau gangguan elektrolit, seperti hipokalemia.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang menggunakan alat pacu jantung.
  • Informasikan kepada dokter mengenai obat lain yang sedang Anda gunakan, termasuk suplemen atau produk herbal tertentu. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi terjadinya interaksi antarobat.
  • Beri tahu dokter bahwa Anda sedang menggunakan Kendaron jika direncanakan untuk menjalani operasi, termasuk operasi gigi.
  • Pastikan Anda memberi tahu dokter jika sedang hamil, mungkin sedang hamil, berencana hamil, atau sedang dalam masa menyusui. Obat yang mengandung amiodarone tidak boleh digunakan oleh ibu hamil.
  • Jangan langsung mengemudi atau melakukan aktivitas lain yang memerlukan kewaspadaan jika timbul pusing setelah minum Kendaron. Pastikan kondisi Anda sudah benar-benar prima sebelum melakukan kegiatan tersebut.
  • Segera ke dokter jika mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah minum Kendaron.

Dosis dan Aturan Pakai Kendaron

Kendaron digunakan dalam penanganan ventrikel fibrilasi dan ventrikel takikardi. Dosis Kendaron untuk orang dewasa adalah 1 tablet, 3 kali sehari selama 1 minggu. Selanjutnya, dosis dikurangi menjadi 1 tablet, 2 kali sehari. Dosis pemeliharaan 1 tablet per hari tergantung respons tubuh pasien.

Cara Menggunakan Kendaron dengan Benar

Gunakan Kendaron sesuai anjuran dokter dan petunjuk pada kemasannya. Jangan mengubah dosis yang dianjurkan tanpa sepengetahuan dokter.

Agar pengobatan maksimal, ikutilah tata cara penggunaan Kendaron berikut ini:

  • Kendaron dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Akan tetapi, jika timbul rasa tidak nyaman di perut, minumlah obat ini bersama dengan makanan.
  • Telan tablet Kendaron dengan air putih.
  • Gunakan Kendaron secara teratur pada waktu yang sama setiap harinya. Jika Anda lupa, segera minum obat ini begitu teringat. Namun, bila sudah mendekati jadwal dosis berikutnya, abaikan dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
  • Gunakan tabir surya dan pakaian tertutup saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari selama menjalani terapi dengan Kendaron. Kandungan obat ini dapat menyebabkan kulit lebih mudah mengalami sunburn. Hubungi dokter melalui layanan chat jika timbul sunburn yang parah.
  • Lakukan kontrol sesuai dengan jadwal yang diberikan dokter. Selama menggunakan Kendaron, Anda perlu menjalani pemeriksaan rekam jantung, tes fungsi hati, atau tes kadar elektrolit secara berkala.
  • Simpan Kendaron di tempat kering dan sejuk. Jangan menyimpannya di tempat yang lembap atau panas. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Kendaron dengan Obat Lain

Efek interaksi yang dapat terjadi jika produk amiodarone, seperti Kendaron, digunakan bersama obat lain adalah:

Agar terhindar dari efek interaksi yang tidak diinginkan, mintalah saran dokter jika hendak menggunakan obat lain bersama Kendaron.

Efek Samping dan Bahaya Kendaron

Efek samping yang bisa terjadi akibat penggunaan Kendaron adalah:

  • Gangguan pencernaan, seperti mual, muntah, atau sembelit
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot

Pada sebagian orang, konsumsi obat berbahan aktif amiodarone dapat menyebabkan insomnia, hilang nafsu makan, tremor, serta kulit gatal dan kemerahan.

Hubungi dokter jika efek samping yang muncul tidak membaik atau malah bertambah parah. Guna memastikan kondisi dan mendapatkan penanganan awal yang cepat, berkonsultasilah melalui Chat Bersama Dokter. Melalui chat, dokter dapat mengevaluasi kondisi Anda dan memberikan penanganan yang sesuai.

Segera ke dokter jika penggunaan Kendaron menimbulkan reaksi alergi obat atau efek samping serius, termasuk:

  • Gejala radang paru-paru, seperti batuk berdarah, demam, nyeri dada, mengi, atau sesak napas
  • Gejala gangguan liver, seperti nyeri berat di perut kanan atas, urine berwarna gelap, tinja berwarna pucat seperti dempul, atau kulit dan bagian putih mata berwarna kekuningan (penyakit kuning)
  • Gejala aritmia yang memburuk, seperti jantung berdebar kuat dan tidak beraturan, detak jantung terlalu cepat, terlalu lambat, atau terasa berhenti sesaat
  • Pusing berat seolah akan pingsan
  • Gangguan penglihatan yang menetap, seperti penglihatan buram, mudah silau, muncul lingkaran pelangi (halo) saat melihat sumber cahaya, kehilangan penglihatan atau buta
  • Gejala gangguan tiroid, seperti gondok, tubuh lemas, rambut rontok atau menipis, keringat berlebihan, perubahan siklus haid, mudah marah dan gelisah, sulit berkonsentrasi, atau depresi
  • Gejala gangguan saraf, seperti gerakan yang tidak terkendali, lemah otot, sensasi terbakar atau nyeri seperti ditusuk jarum pada tangan maupun kaki, atau gangguan koordinasi tubuh sehingga menyebabkan kesulitan saat berjalan