Neurofenac Plus adalah obat untuk mengatasi nyeri ringan hingga sedang yang berhubungan dengan neuritis dan nyeri saraf (neuralgia). Obat ini juga bisa mengurangi gejala radang sendi pada penderita osteoarthritis atau rheumatoid arthritis. 

Neurofenac Plus mengandung kombinasi 4 bahan aktif, yaitu diclofenac, thiamine (vitamin B1), pyridoxine (vitamin B6), dan cyanocobalamin (vitamin B12). Kandungan diclofenac bekerja dengan cara menghambat produksi prostaglandin yang memicu peradangan. Dengan begitu, gejala peradangan, seperti nyeri dan bengkak dapat mereda.

Neurofenac Plus

Sementara itu, vitamin B1, vitamin B6, dan vitamin B12 dalam Neurofenac Plus berperan penting dalam memulihkan fungsi saraf rusak, meringankan nyeri dan peradangan pada saraf, dan mengurangi keluhan gangguan saraf, termasuk kebas dan kesemutan.

Neurofenac Plus tersedia dalam bentuk tablet salut enterik yang hanya bisa dibeli dengan resep dokter. 

Beli Neurofenac Plus di Aloshop

Apa Itu Neurofenac Plus

Bahan aktif Tiap tablet salut enterik mengandung diclofenac 50 mg, thiamin mononitrate (vitamin B1) 50 mg, pyridoxine (vitamin B6) 50 mg, dan cyanocobalamin (vitamin B12) 1 mg
Golongan Obat resep
Kategori Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) kombinasi vitamin neurotropik
Manfaat Meredakan nyeri ringan hingga sedang, termasuk yang disertai dengan kebas, kesemutan, atau kram
Meringankan gejala radang sendi pada osteoarthritis atau rheumatoid arthritis
Dikonsumsi oleh Dewasa 
Neurofenac Plus untuk ibu hamil  Usia kehamilan <20 minggu
Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping Diclofenac terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil.
Obat ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Usia kehamilan ≥20 minggu
Kategori D: Ada bukti bahwa diclofenac berisiko terhadap janin manusia. Namun, obat dalam kategori ini masih mungkin digunakan ketika manfaat yang diperoleh lebih besar daripada risikonya, misalnya untuk mengatasi situasi yang mengancam nyawa.
Neurofenac Plus untuk ibu menyusui Obat nyeri yang mengandung diclofenac, seperti Neurofenac Plus, aman untuk ibu menyusui selama digunakan sesuai aturan pakai atau anjuran dokter.
Bentuk obat Tablet salut enterik

Peringatan sebelum Menggunakan Neurofenac Plus 

Neurofenac Plus tidak boleh digunakan sembarangan. Oleh karena itu, perhatikan beberapa hal berikut ini sebelum menggunakannya: 

  • Beri tahu dokter mengenai riwayat alergi Anda. Neurofenac Plus tidak boleh digunakan oleh orang yang memiliki alergi terhadap kandungan obat ini.
  • Hindari penggunaan Neurofenac Plus jika Anda pernah mengalami serangan asma atau reaksi alergi berat setelah menggunakan aspirin atau obat lain dari kelompok OAINS, seperti ibuprofen.
  • Jangan menggunakan obat berisi diclofenac tanpa arahan dokter jika Anda berencana atau baru-baru ini menjalani operasi bypass jantung.
  • Hindari penggunaan obat nyeri yang mengandung tambahan vitamin B6 dan B12 jika Anda baru-baru ini menjalani prosedur pasang ring jantung. Tujuannya agar tidak terjadi penyempitan pembuluh darah jantung.
  • Berkonsultasilah ke dokter sebelum menggunakan Neurofenac Plus jika Anda sedang menderita tukak lambung, tukak usus dua belas jari, perdarahan saluran pencernaan, lupus, penyakit liver, radang usus, penyakit Crohn, kolitis, polip hidung, gangguan pembekuan darah, epilepsi, porfiria, atau edema.
  • Informasikan kepada dokter perihal penggunaan Neurofenac Plus jika Anda sedang menderita penyakit jantung maupun stroke. Beri tahu juga dokter jika Anda sedang mengalami kondisi lain yang bisa menyebabkan penyakit tersebut, termasuk hiperlipidemia, kebiasaan merokok, diabetes, atau hipertensi.
  • Berkonsultasilah ke dokter sebelum menggunakan Neurofenac Plus jika Anda sedang hamil, mungkin sedang hamil, berencana hamil, menjalani tes kesuburan, atau mengalami gangguan kesuburan yang menyebabkan sulit hamil.
  • Mintalah saran dokter mengenai penggunaan Neurofenac Plus jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal. Hal ini bertujuan untuk menghindari interaksi antarobat.
  • Bicarakan terlebih dahulu dengan dokter mengenai penggunaan Neurofenac Plus jika Anda sering mengonsumsi minuman beralkohol atau sedang mengalami kecanduan alkohol.
  • Jangan mengonsumsi minuman beralkohol selama menggunakan Neurofenac Plus agar tidak terjadi perdarahan saluran cerna.
  • Segera ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah mengonsumsi Neurofenac Plus.

Dosis dan Aturan Pakai Neurofenac Plus

Dosis awal penggunaan Neurofenac Plus adalah 3 tablet per hari pada hari pertama. Di hari selanjutnya, dosis penggunaan Neurofenac Plus dapat dikurangi menjadi 2 tablet per hari dalam dosis terbagi. 

Cara Menggunakan Neurofenac Plus dengan Benar

Gunakan Neurofenac Plus sesuai aturan pakai pada kemasannya, atau ikuti anjuran dokter. Jangan melebihi dosis yang dianjurkan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Berikut adalah panduan penggunaan Neurofenac Plus yang benar:

  • Konsumsilah Neurofenac Plus sesudah makan.
  • Telan tablet Neurofenac Plus dengan air putih secara utuh. Jangan membelah, mengunyah, atau menghancurkan kaplet.
  • Jangan berbaring sampai 10 menit setelah minum Neurofenac Plus.
  • Hentikan penggunaan Neurofenac Plus jika keluhan nyeri sudah mereda. Jangan menggunakan obat ini dalam jangka panjang, kecuali jika disarankan oleh dokter.
  • Hubungi dokter jika nyeri belum mereda setelah 7 hari menggunakan Neurofenac Plus. Berkonsultasilah melalui Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk mendapat respons yang cepat.
  • Simpan Neurofenac Plus di tempat bersuhu ruangan dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
  • Jangan konsumsi Neurofenac Plus yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa.

Interaksi Neurofenac Plus dengan Obat Lain

Berikut ini adalah efek interaksi yang bisa terjadi jika Neurofenac Plus digunakan bersama obat tertentu adalah:

  • Peningkatan risiko terjadi perdarahan, termasuk perdarahan saluran pencernaan, jika digunakan dengan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) lain, obat pengencer darah, antidepresan SSRI, atau kortikosteroid
  • Peningkatan risiko terjadinya hiperkalemia, yaitu tingginya kadar kalium di dalam darah, jika digunakan dengan obat diuretik hemat kalium, ciclosporin, maupun tacrolimus
  • Penurunan efektivitas obat ACE inhibitor atau penghambat beta
  • Peningkatan kadar phenytoin, methotrexate, lithium, atau digoxin, di dalam darah
  • Peningkatan risiko terjadinya kerusakan ginjal jika digunakan dengan cyclosporin atau tacrolimus
  • Peningkatan risiko terjadinya kejang jika digunakan dengan antibiotik quinolone
  • Peningkatan konsentrasi diclofenac dalam darah jika digunakan dengan voriconazole
  • Penurunan penyerapan diclofenac jika digunakan dengan colestipol atau cholestyramine
  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping baclofen
  • Peningkatan risiko terjadinya kerusakan hati jika digunakan dengan zidovudine

Agar terhindar dari efek interaksi yang tidak diinginkan, mintalah saran dokter jika akan menggunakan obat lain bersama Neurofenac Plus.

Efek Samping dan Bahaya Neurofenac Plus

Ada beberapa efek samping yang mungkin timbul setelah mengonsumsi Neurofenac Plus, yaitu:

Hubungi dokter jika efek samping tersebut tidak mereda atau malah bertambah parah. Segera temui dokter jika penggunaan Neurofenac Plus menimbulkan reaksi alergi obat atau efek samping serius, termasuk:

  • Pusing berat seperti akan pingsan
  • Sakit kepala yang sangat berat, nyeri dada, linglung, cemas yang parah, telinga berdenging (tinnitus), atau penglihatan kabur
  • Tubuh bengkak (edema), berat badan naik drastis, sesak napas atau kesulitan bernapas meski sedang berbaring
  • Sakit kepala parah yang muncul mendadak, lumpuh sebelah badan
  • Nyeri dada sebelah kiri seperti tertekan atau tertindih, yang dapat menjalar ke daerah leher, rahang, lengan, atau punggung
  • Gejala perdarahan saluran cerna, seperti muntah darah, muntah hitam seperti ampas kopi, batuk darah, BAB berdarah, atau tinja berwarna hitam
  • Mudah memar atau mimisan tanpa sebab yang jelas
  • Gejala gangguan ginjal, seperti urine yang keluar makin sedikit, tidak bisa buang air kecil sama sekali, atau bengkak di tungkai maupun kaki
  • Gejala gangguan liver, seperti nyeri berat di perut sebelah kanan atas, tinja berwarna pucat seperti dempul, urine berwarna gelap, atau penyakit kuning