Paramex adalah produk yang bermanfaat untuk meredakan demam dan nyeri. Beberapa varian paramex juga digunakan untuk meredakan gejala flu, seperti demam, hidung tersumbat, atau batuk kering.

Paramex mengandung paracetamol yang bisa meredakan demam dengan cara memengaruhi pusat pengontrol suhu di otak. Selain itu, Paramex juga mengandung bahan aktif lain yang bervariasi di tiap jenisnya, seperti propifenazon, dexchlorpheniramine maleate, kafein, pseudoephedrine HCl, dextrometorphan HBr, atau ibuprofen.

Paramex

Perlu diketahui bahwa Paramex tidak dapat menyembuhkan penyebab munculnya rasa nyeri atau demam, melainkan hanya meredakan keluhan dan gejalanya. Paramex tersedia dalam bentuk tablet.

Jenis dan Kandungan Paramex

Terdapat empat jenis produk Paramex yang tersedia di Indonesia, yaitu:

  • Paramex
    Tiap tablet Paramex mengandung 250 mg paracetamol, 150 mg propifenazon, 50 mg kafein, dan 1 mg dexchlorpheniramine maleate. Paramex jenis ini digunakan untuk meredakan sakit kepala dan sakit gigi.
  • Paramex Flu & Batuk
    Tiap tablet Paramex Flu & Batuk mengandung 500 mg paracetamol, 30 mg pseudoephedrine HCl, serta 15 mg dextrometorphan HBr. Varian ini digunakan untuk meredakan gejala flu, seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, dan batuk kering.
  • Paramex Nyeri Otot
    Dalam tiap tabletnya, Paramex Nyeri Otot mengandung 350 mg paracetamol dan 200 mg ibuprofen. Varian Paramex ini digunakan untuk meringankan nyeri otot, nyeri sendi, dan pegal linu. Selain itu, bisa juga untuk meredakan demam, sakit kepala, dan sakit gigi.
  • Paramex SK
    Tiap tablet Paramex SK mengandung 500 mg paracetamol dan 50 mg kafein. Paramex jenis ini bermanfaat untuk meredakan sakit kepala dan sakit gigi.

Apa Itu Paramex

Bahan Aktif Paracetamol, propifenazon, dexchlorpheniramine maleate, kafein, pseudoephedrine HCl, dextrometorphan HBr, dan ibuprofen.
Golongan Obat bebas
Kategori Obat penurun demam dan pereda nyeri
Manfaat Meredakan nyeri dan demam serta meringankan gejala flu
Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak usia di atas 12 tahun
 

 

Paramex untuk ibu hamil dan menyusui

Kategori N: Belum dikategorikan

Paramex mengandung kombinasi beberapa obat, konsultasikan dengan dokter terlebih dulu sebelum mengonsumsi Paramex saat hamil.

Paramex dapat terserap ke dalam ASI. Bila Anda sedang menyusui, jangan menggunakan obat ini tanpa berkonsultasi dulu dokter.

Bentuk obat Tablet

Peringatan Sebelum Mengonsumsi Paramex

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi Paramex, yaitu:

  • Jangan mengonsumsi Paramex jika Anda alergi terhadap paracetamol atau bahan aktif lain yang terkandung dalam Paramex.
  • Jangan mengonsumsi Paramex jika Anda menderita gangguan fungsi hati yang berat.
  • Jangan mengonsumsi minuman beralkohol selama menjalani pengobatan dengan Paramex karena bisa meningkatkan risiko terjadinya kerusakan hati.
  • Jangan mengonsumsi Paramex Flu & Batuk jika Anda sedang menjalani pengobatan dengan obat antidepresan jenis monoamine oxidase inhibitors (MAOIs).
  • Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum memberikan Paramex untuk anak-anak.
  • Konsultasikan perihal penggunaan Paramex jika Anda menderita porfiria.
  • Konsultasikan dengan dokter perihal penggunaan Paramex Flu & Batuk jika Anda menderita penyakit ginjal, glaukoma, pembesaran kelenjar prostat, hipertiroid, retensi urin, penyakit yang berisiko menyebabkan hipoksia, atau penyakit paru.
  • Konsultasikan dengan dokter jika Anda berencana mengonsumsi Paramex bersama obat, suplemen, atau produk herbal tertentu.
  • Konsultasikan dengan dokter perihal penggunaan Paramex jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
  • Jangan mengonsumsi Paramex lebih dari 5 hari, kecuali disarankan oleh dokter. Hentikan konsumsi obat ini dan lakukan pemeriksaan ke dokter jika keluha tidak juga mereda setelah 3–5 hari penggunaan.
  • Hentikan penggunaan Paramex Flu dan Batuk jika Anda mengalami susah tidur, jantung berdebar, atau pusing setelah mengonsumsi obat ini.
  • Segera ke dokter bila Anda mengalami gejala alergi obat atau overdosis setelah mengonsumsi Paramex.

Dosis dan Aturan Pakai Paramex

Dosis Paramex tergantung pada usia dan jenis produk yang digunakan. Berikut ini adalah penjelasannya:

  • Paramex
    Dewasa dan anak-anak usia >12 tahun: 1 tablet, 2–3 kali sehari
  • Paramex Flu dan Batuk
    Dewasa dan anak usia >12 tahun: 1 tablet, 3 kali sehari
    Anak-anak usia 6–12 tahun: ½ tablet, 3 kali sehari
  • Paramex Nyeri Otot
    Dewasa: 1 tablet, 3–4 kali sehari
  • Paramex SK
    Dewasa dan anak >12 tahun: 1 tablet, 3–4 kali sehari
    Anak-anak usia 6–12 tahun: ½–1 tablet, 3–4 kali sehari

Cara Mengonsumsi Paramex dengan Benar

Konsumsi Paramex sesuai aturan pakai yang tertera di kemasan obat atau sesuai anjuran dokter. Jangan mengonsumsi lebih dari dosis yang disarankan.

Varian Paramex, Paramex SK, dan Paramex Flu & Batuk dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Untuk Paramex Nyeri Otot sebaiknya dikonsumsi setelah makan. Telan tablet Paramex dengan segelas air putih.

Jika lupa mengonsumsi Paramex, segera konsumsi begitu ingat jika jeda dengan jadwal konsumsi berikutnya belum terlalu dekat. Bila sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis.

Simpan Paramex dalam wadah tertutup di dalam ruangan dengan suhu yang sejuk. Jauhkan dari tempat yang panas dan sinar matahari langsung, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Paramex dengan Obat Lain

Paramex mengandung kombinasi obat. Interaksi antarobat yang dapat terjadi bisa berbeda-beda, tergantung variannya. Namun, secara umum, berikut ini adalah beberapa interaksi antarobat yang bisa terjadi:

  • Meningkatkan risiko terjadinya krisis hipertensi jika Paramex Flu & Batuk digunakan bersama obat antidepresan jenis monoamine oxidase inhibitors (MAOIs)
  • Meningkatkan risiko terjadinya perdarahan dan tukak lambung jika Paramex Nyeri Otot digunakan bersama aspirin, clopidogrel, escitalopram, atau antikoagulan, seperti warfarin
  • Meningkatkan risiko terjadinya kerusakan ginjal jika Paramex Nyeri Otot digunakan bersama ciclosporin atau tacrolimus

Selain itu, Paramex bisa meningkatkan risiko terjadinya kerusakan hati jika dikonsumsi bersama minuman beralkohol. Efektivitas dari Paramex juga bisa menurun jika obat ini dikonsumsi bersama obat herbal St John’s wort.

Efek Samping dan Bahaya Paramex

Umumnya, Paramex aman jika dikonsumsi sesuai dosis dan aturan pakai yang dianjurkan. Sebaliknya, penggunaan Paramex yang melebihi dosis dalam jangka waktu yang lama bisa menyebabkan kerusakan hati.

Untuk Paramex Flu & Batuk, beberapa efek samping yang bisa terjadi adalah sebagai berikut:

Periksakan diri ke dokter jika efek samping di atas tidak kunjung hilang atau justru semakin memburuk. Segera ke dokter bila mengalami reaksi alergi obat, seperti ruam, gatal-gatal, atau sesak napas, setelah mengonsumsi Paramex.